Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan


ffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff1 copy

A. Semacam Pengantar: Indonesia, NU, dan PMII

Semenjak PMII dideklarasikan di Surabaya (17 April 1960), hingga saat ini PMII terus mengalami perkembangan secara kualitas dan kuantitas para anggota, kader-kader, dan pendistribusian alumninya semakin hari semakin menempati posisi-posisi yang strategis. Tercatat PMII memiliki 200 lebih cabang di seluruh Indonesia dan anggotnya mencapai ribuan. Itu artinya, keberadaan PMII mendapatkan tempat dihati para mahasiswa dan dipercaya sebagai alumninya PMII. Sebagai organisasi ideologis, PMII diyakini sebagai tempat belajar. Misalnya mengajarkan pendewasaan dalam berpikir, memilih tindakan, matrikulasi waktu, sekaligus mengantarkan kepada sekelompok pemuda-pemuda yang mempunyai semangat juang tinggi terhadap Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PMII telah dianggap sebagai organisasi penyebar toleransi, penegak keadilan, dan tunas-tunas perdamaian di Nusantara. Tidak heran saat Harlah PMII Ke-55 di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, Jumat (17/4/2015), Presiden Jokowi mempercayakan kepada PMII untuk pembentengan Radikalisme Agama yang sudah menyerang kaum muda Indonesia. Pada Hakikatnya, kepercayaan atas PMII hanyalah sebagian kecil peran dan tujuan PMII itu ada. “Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.” (AD BAB IV Pasal 4).

Sebelumnya pleno PB IKA PMII soal instruksi/saran bahwa PMII sudah saatnya (harus) kembali ke NU (Jakarta: 18 Maret 2015), tidak terkabulkan saat PB PMII secara Resmi menolak untuk Menjadi Banom NU. Keputusan PB PMII tersebut sirna saat Hasil Muktamar Ke-33 NU di Jombang (1-5 Agustus 2015), PMII telah menjadi Banom NU untuk menangani mahasiswa-mahasiswa NU di seluruh Indonesia. Pada proses sidang komisi tersebut, pihak PB PMII sudah memberikan argumentasi agar tidak menjadi banon struktural di NU, hasilnya PMII hanya bisa menjadi penonton dalam sidang tersebut. Namun, PMII masih bisa menegaskan dengan setuju atau tidak atas hasil Muktamar tersebut pada Kongres PMII mendatang. Yang jelas, PMII dalam Anggaran Dasar (AD) BAB III Pasal 3 bersifat Independen. Namun, hasil Kongres ke-10 PB PMII tetap Independen namun dalam berhubungan dengan NU ditegaskan dengan istilah Interdepedensi.

Penegasan hubungan interdepedensi didasarkan pada pemikiran-pemikiran, yakni a). Interdepedensi PMII-NU ditempatkan dalam konteks keteladanan ulama (pewaris Nabi) dalam kehidupan keagamaan dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, b). Adanya ikatan kesejarahan PMII-NU. Bagaimana pun, mayoritas warga PMII berasal dari NU, secara langsung maupun tidak, akan mempengaruhi perwatakan PMII secara umum, c). Adanya kesamaan paham keagamaan PMII-NU. Sama-sama mengembangkan Islam Aswaja (Tawassuth, I’tidal, Tasamuh, Tawazun, dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar) serta menganut pola pikir, pola sikap, dan pola tindak secara selektif, akomodatif, dan integratif (sesuai prinsip dasar almuhafadatu Alal Qadimis Shalih Wal Akhzdu Biljadi al Aslah), d). Adanya kesamaan persamaan kebangsaan, yakni Islam Indonesia, dan e). Adanya persamaan kelompok sasaran, yakni masyarakat kelas menengah kebawah.

Kembali kepada logika sederhana bahwa PMII, akan tetap menjadi Banom NU, meskipun bukan Banom Struktural. Seandainya menjadi Banom Struktural, bukan menjadi persoalan substansi. Namun, ketika PMII tidak lagi mengamalkan NDP, tidak ber-PKT, tidak memahami Aswaja sebagai Manhaj, hilang ruh intelektualitas organiknya, kemudian hanya dibibir soal dzikir, fikir, dan amal saleh, itu lah yang sebenarnya harus dikhawatirkan oleh kita selaku Kader-Kader PMII, termasuk di Pasuruan. Meskipun kemungkinan akan menjadi Banom Struktural NU, PMII diberbagai daerah sudah memiliki kantor sendiri, bahkan itu tidak menyiutkan nyali dan semangat PMII untuk membangun kantor sendiri, seperti yang dilakukan oleh PK (Pengurus Komisariat) PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan.

B. Usulan dari Kader, Alumni Mendukung

PMII Ngalah bagian dari Pengerak PC (Pengurus Cabang) PMII di Pasuruan, terbukti bahwa semenjak lahirnya PMII Ngalah pada tahun 1999 sampai 2016, 4 kader PMII Ngalah menjadi Ketua Umum Cabang, lebih dari 5 menjadi Sekretaris Umum Cabang serta menempati posisi-posisi strategis dalam kepengurusan yang lainnya. PK PMII Ngalah juga mempunyai 3 Rayon dan satu-satuya komisariat di Pasuruan yang memiliki Rayon, Pengurus Rayon (PR) Jaka Tingkir (Fakultas Agama Islam), PR Einstein (Fakultas Teknik dan Pertanian), dan PR Guevara (Fakultas sosial politik dan psikologi). Itu artinya, kaderisasi yang PK PMII Ngalah dilaksanakan dengan efektif dan serius. Namun, PK PMII Ngalah dalam beberapa kali evaluasi yang dilakukan oleh pengurus komisariat dan pengurus rayon serta beberapa alumni banyak terkendala belum permanennya kantor PK PMII. Kendalanya antara lain: a). Setengah tenaga kepengurusan energinya terkuras untuk mencari dana membayar kontrakan kantor, b). Semakin mahal dan sulitnya mencari kontrakan disekitar kampus Universitas Yudharta Pasuruan, c).  Tidak maksimal dan sering kehilangan dokumen-dokumen dan buku-buku bacaan pasca pindahan kantor, d). Menjadi semacam ketakutan untuk menjadi ketua komisariat dikarenakan bertanggungjawab membiayai kontrakan kantor, e). Kesusahan ketika pindahan tetapi belum mendapatkan kontrakan kantor, dan f). Terputusnya program kegiatan pengabdian dengan masyarakat sekitar saat pindah kantor.

Melihat kondisi seperti itu, pembangunan kantor PK PMII Ngalah bukan lagi penting, tetapi menjadi sebuah kebutuhan. Selain itu, keberadaan kantor PK PMII Ngalah (permanen) akan memberikan manfaat antara lain: a). Memastikan keberadaan kantor pada satu lokasi yang tetap, ketika tamu ataupun alumni tidak kebingunan ketika akan bersillaturrahmi, b). Kantor (diupayakan) dekat dengan kampus, mengingat banyak anggota dan kader PMII adalah santri Ponpes Ngalah, c). Dapat menjaga dan mengembangan perpustakaan pribadi milik PK PMII Ngalah, dan d). Berkurangnya beban kepengurusan dalam hal pendanaan, sehingga dapat digunakan untuk kederisasi dan program-program yang lebih efektif lainnya. Berdasarkan keterangan di atas, akhirnya pengurus PK PMII Ngalah dan Almuni memutuskan untuk bersama-sama mewujudkan adanya kantor PK PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan secara permanen (hasil pertemuan pengurus dan alumni saat pelantikan PK PMII Ngalah 2016-2017 pada hari Minggu, 24 Januari 2016 di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan).

Tidak berhenti disitu, PK PMII Ngalah melalui bidang II mengadakan Pertemuan Alumni untuk menindaklanjutinya. “Setidaknya dalam pertemuan tersebut terbentuklah kepanitiaan pengadaan Base Camp.” Ujar Heri Sutiro yang akrab dipanggil Heri Orituz selaku Ketua II PK PMII Ngalah dalam sambutan acara tersebut. (Minggu, 9 Maret 2016). Sebelumnya ide pengadaan kantor tersebut sudah pernah dilaksanakan, yakni saat masa kepemimpinan ketua komisariat Sahabat Marzuki dan Sahabat Dayat sebagai ketua panitianya. Akan tetapi, program tersebut berhenti dikarenakan beberapa hal. Alhamdulillah, akhirnya terbentuklah kepanitiaan yang mayoritas dikomandani para alumni-alumni sehingga diharapkan tidak menganggu kaderisasi pengurus komisariat. Adapaun susunan kepanitiaan yaitu:

Berikut adalah susunan kepanitiaannya yang terdiri dari Pelindung, Steering Committee, Badan Pengurus Harian, Pengolahan Data, Humas dan Pendanaan, serta Perencanaan Pembangunan. Pelindung terdiri dari: 1). Salamin, M.Pd., 2). Achmad Mubarak, M.Pd., 3). Sutrisno, S.Pd.I., 4). Amang Fathurrahman, M.Pd., 5). Jauharul Lutfi, 6). Saiful Ma’ruf, S.Pd.I., 7). Hambali, M.Si., 8). Masykur Edo, 9). Abdul Qohar, M.Pd.I., dan 10). Lutfi, MM. Kemudian Steering Committee yang pimpin oleh M. Dayat, M.Pd., anggotanya antara lain: 1). Achmad Marzuki, M.Pd.I., 2). Khoirul Anwar, ME., 3). Wahyuni, S.Pd.I., 4). Syafi’uddin Thohir, ST., 5). Khafidz Rosyidi, MT., 6). Muhlishin, S.Pd.I., 7). Achmad Idrus al-Hakim, 8). Zainal Akhwan, M.Kom., 9). Arif Hidayatullah, S.Sos., 10). Sucipto, MT., 11). Heri Sunarno, M.Kom., 12). Aminuddin, M. Kom., 13). Lukman Hakim, M. Kom., 14). Resdi Hadi Prayoga, M. Kom., 15). Anang Sholehuddin, M.Pd.I., 16). Achmad Ma’ruf, M.Pd.I., 17). Ahmad Nur Rohmatullah, M.Pd.I., 18). Abdurrahman Amin, S.I.Kom., 19). Syaifuddin, S.Pd.I., dan 20). Syihabuddin, S.Pd.I.

Selanjutnya Penanggung Jawab adalah Ketua Komisariat (A. Afiful Karim Z/2016-2017), Ketua Panitia Sahabat Makhfud Syawaludin, S.Pd.I., Sekretarisnya Sahabat A. Thoifur Arif, S.Sos., dan dibantu sebagai Bendahara adalah M. Ismail, S.Pd.I. “Selain menggalang dana, kita juga mengupayakan adanya data base kader dan alumni PMII Ngalah.” Ujar A. Thoifur Arif selaku Sekretaris Kepanitiaan dalam rapat internal kepanitiaan. Itulah yang mendasari diperlukan adanya TIM Khusus Data. Terpilihlah Sahabat Wahyu Hidayatullah, S.Kom. sebagai Koordinator dan Ahmad Tajuddin, S.Kom sebagai anggotanya.

Adapun devisi Humas dan Pendanaan di koordinatori oleh M Irfan Badri S.Pd.I. Anggotanya meliputi: 1). As’ad Zainuddin S.Sos., 2). Agus Saifullah ST., 3). Abdul Ghofar M.Pd.I., 4). M. Nizar ME., 5). Syaifuddin S.Kom., 6). Anisaus Sholihah, S.Psi., 7). Subadar, ST., 8). M. Qibti Ismail, S.Pd.I., Misbahus Sudur ST., 9). Aminullah S.Pd.I., 10). Nurul Qomariyah Sp., 11). M. Taufiq S.Pd.I., 12). M. Saiful Rizal S.Pd.I., 13). Afif Fuadi, S.Sos., 14). Taufiq. S.Kom, dan 15). Mahin A, S.Kom. Sedangkan devisi Perencanaan Pembangunan M Irsyad ST. Sebagai Koordinator dan dibantu beberapa anggota, yakni: 1). Lukman Hakim S.Pd.I., 2). Mahmud, S.Sos., 3). Abdul Jalil, S.Pd.I., 4). Asan Sazali, ST., dan 5). Nur Hadi, ST.

C. Tujuan, Target, dan Pendanaan

Kepanitiaan yang terbentuk belum mempunyai periode kepanitiaan. Namun, tetap mempunyai batasan waktu, bukan karena tidak ingin mengurusi lagi, hanya sebagai bagian dari kebersamaan dan belajar bersama, serta memperbarui semangat dalam mengimplementasikan gagasan pengadaan kantor permanen tersebut.

Adapun tujuan program pembangunan kantor PMII Ngalah sebagai berikut:

  1. Berdirinya kantor PMII Komisariat Ngalah secara permanen dan strategis
  2. Adanya pusat informasi dan pusat koordinasi yang berkelanjutan
  3. Mampu menata kebutuhan dasar organisasi dalam hal administrasi, pengarsipan, dan penyimpanan dokumen-dokumen
  4. Mewujudkan sentral studi bagi kader, anggota, dan masyarakat sekitar
  5. Memudahkan alumni untuk bersillaturrahmi dan konsolidasi dengan para pengurus dan anggota PMII
  6. Memudahkan dan mempererat hubungan komunikasi dengan organisasi-organisasi diluar PMII
  7. Sebagai tempat tinggal para pengurus komisariat dan rayon.
  8. Mempunyai data base alumni dan kader secara lengkap dan online

Selanjutnya target direncanakan sampai tahun 2022. Dengan rincian sebagai berikut: 1). Tahun 2016-2019 dapat membeli tanah (jangka pendek), 2). Tahun 2019-2021 dapat membangun kantor PMII (jangka menengah), dan 3). Tahun 2021-2022 dapat menata kantor dengan baik (jangka panjang). Untuk pendanaan pembangunan kantor PMII Ngalah melalui beberapa sumber, antara lain: 1). Iuran kader PMII Komisariat Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan. “Kader dan Anggota PMII dari tahun 2012-2015 sebanyak 200 Mahasiswa. Berdasarkan data tersebut, kami menargetkan 1 Mahasiswa menabung Rp 100.000 selama tahun 2016, sehingga dalam tahun 2016 dapat mengumpulkan dana sebanyak Rp 20.000.000.” Ujar A. Afiful Karim selaku ketua Komisariat Ngalah 2016-2017 dalam rapat bersama alumni tanggal 9 Maret 2016 tersebut. 2). Sumbangan alumni PMII Ngalah, 3). Bantuan instansi pemerintah atau swasta yang tidak mengikat, dan 4). Usaha-usaha lain yang halal dan tidak mengikat.

D. Penutup

Banyak hal yang belum ditulis dalam tulisan ini, itulah kenapa judulnya “Jilid I”. Hehehe. Semoga apa yang telah direncanakan mendapatkan Ridho Allah SWT. Amin.

Ditulis dan terlambat oleh Makhfud Syawaludin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: