Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan

Pengorganisasian Kampus


Pengorganisasian adalah serangkaian tindakan untuk meningkatkan kapasitas kesadaran kritis yang teraktualisasi (atau terwujudkan) dalam proses pembentukan organisasi yang merupakan wahana untuk perjuangan kolektif, atau lebih dikenal sebagai menumbuhkembangkan organisasi di tingkat akar rumput.

Sedangkan yang dimaksud denganpengorganisasian kampus adalah proses pembangunan kekuatan dengan melibatkan konstituen sebanyak mungkin melalui proses menemukenali ancaman yang ada secara bersama-sama, dan berusaha menemukenali penyelesaian dari ancaman tersebut. Pengorganisasian ini berkaitan dengan pengembangan yang mengutamakan pembangunan kesadaran kritis dan penggalian potensi pengetahuan lokal mahasiswa.

Berbicara masalah pengembangan mahasiswa, berarti meliputi dua pola yang saling terintegrasi, yaitu: 1) pengorganisasian mahasiswa (organizing); hal ini merupakan tindakan menumbuhkembangkan kesadaran kritis-partisipasi aktif. 2) pengembangan mahasiswa(development); yaitu merupakan tindakan dan pola peningkatan pengetahuan, keterampilan serta penggalian potensi-potensi sosial-kemahasiswaan.

Untuk dapat efektif dan efisien serta benar-benar menghasilkan sesuai target dan tujuan, sebuah pengorganisasian kampus harus memperhatikan tahapan-tahapan berikut ini:

  1. Penyatuan integrasi
  2. Membangun kontak (atau jaringan)
  3. Pendidikan sosial
  4. Perencanaan pengorganisasian
  5. Pembentukan kelompok kecil
  6. Pembentukan organisasi
  7. Aksi-Refleksi-Aksi

Dari tahapan-tahapan di atas, pengorganisasian kampus harus didukung dengan teknik-teknik pengorganisasian yang benar-benar terintegrasi dengan tahapan-tahapan tersebut. Adapun teknik-teknik pengorganisasian meliputi:

  1. Penyelidikan (memahami dan memetakan masalah)
  2. Pendekatan personal
  3. Mengembangkan pendidikan kritis
  4. Membuat tindakan bersama (hal ini dibutuhkan sebagai penguji komitmen)
  5. Pembentukan organisasi

Sebagai sebuah gerakan, pengorganisasian kampus memiliki prinsip-prinsip gerakan sosial-kemahasiswaan. Adapun prinsip-prinsip tersebut meliputi:

  1. Keberpihakan
  2. Pendekatan holistik
  3. Pemberdayaan
  4. Kemandirian
  5. Berkelanjutan
  6. Partisipatif
  7. Keterbukaan
  8. Tanpa kekerasan
  9. Praktis (aksi-refleksi-aksi)
  10. Kesetaraan

Tidak bisa dipungkiri bahwa pada setiap gerakan mahasiswa, terutama dalam hal pengorganisasian kampus akan menghadapi hambatan-hambatan. Yang perlu diwaspadai dalam pengorganisasian kampus adalah hambatan yang berkaitan dengan kemampuan pelaku pengorganisasian itu sendiri, atau lebih dikenal sebagai hambatan internal. Selain itu, sempitnya ruang gerak mahasiswa juga merupakan hambatan atau problem tersendiri (ini lebih dikenal sebagai hambatan eksternal).

 

*Sebagai bahan diskusi dengan sahabat-sahabati PK. PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan dalam kegiatan MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru), Desember 2011 di Prigen-Pasuruan

 

Arif. H Ayik

Comments on: "Pengorganisasian Kampus" (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: