Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan


KUMPULAN PUISI

SISI GELAP KEHIDUPANKU

OLEH HASAN BASHORI

Do’aku

11-01-2009

Bersholawat menyebut asma Alloh

Saling asah

Saling asih

Saling asuh

Hidup tenang penuh kedamaian

Demi mengharap keridhoan

Dengan yakin memanjatkan keinginan

Demi mengharap suatu kepastian

Rasa sesal hati terdalam

Di iringi tangisan penyesalan

Hanya untuk memperoleh kedamaian

Hidup tenang

Penuh gairah mengiringi perjalanan

Dalam hidup keduniawian

Iilah nyanyian

Pengharapan

Dari lubuk hati

Penuh dengki

Hanya untuk diri sendiri

Dan demi kesejahteraan

Umat manusia yang hakiki


Pupusnya sebuah harapan

02 Januari 2009

Hilangnya kepercayaan

25 januari 2009

Duka air mata

hanyalah hiasan dunia

kelembutan

hanyalah kapas keindahan

perasaan mendalam

hilang di terkam dinginnya malam

raungan

hanya keputusasaan

tetes tangisan hati

tak terhiraukan

oleh panasnya nafsu syetan

saudara yang ku harap

kunanti

sirna

tertelan laparnya bumi

kebaikan

keharuman nama

tertiup angina kematian

lama …….

Dan lama adalah jawaban

Kemana dan dimana

Hanya angan-angan

Beban kau pikulkan

Membuatku tenggelam

Tak kuasa menahan kepedihan

Yang engkau rasakan

Dunia kelam

Gelap gulita

Tanpa seberkas cahaya

Mimpi indah jadi nyata ternyata

Hilang musnah di telan samudera

Kepercayaan mendalam

Di buang sirna

Terhempas ombak samudera

Suramnya harapan

Di terangi cahaya lilin-lilin kecil

Meliuk-liuk

Terhempas semilirnya angin

Dan mati……..

Oleh ganasnya badai gurun sahara

Puncak kenikmatan

Kutatap dengan mata terpejam

Kejujuran mendalam

Hilang engkau campakkan

Buaian-buaian manis

Kau campuri bias ular kobra

Dinginnya Qolbu

Engkau hangatkan dengan api-api nafsu

Kutatap jauh kewujudmu

Namun……

Engkau bermuram syahdu


Rasa yang tertunda

01 Februari 2009

Kemelut jiwa

Meronta……………

Menanti sebuah jawaban

Tiga pilihan………….

Sementara ini………

Menganggu pikiran dan hati

Selalu tak pernah usai

Pikiran selalu gelap

Bila terkena oleh pilihan

Hatipun bingung

Menentukan jawaban

Kedekatan

Dating silih berganti

Di awali menyapa…

Di lanjutkan bercakap

Semua larut

Bila dating simbolis pencerahan

Rasa………

Datang silih berganti

Melewati aura-aura alam

Syair-syair sholawat

Terlukis di kalbu

Menutupi

Heningnya renungan malam

Butiran bintang

Indahnya rembulan

Tertunduk akan sebuah kesaksian insane

Yang mendapat ridho tuhan

Mata hati

Bersinar terang menjulang

Keseluruh jagad raya keagungan

Pedihnya hidup

Tak mampu membakar semangat

Untuk menuju

Puncak ketenangan hati nurani

Jiwa-jiwa gusar

Menghadapi pilihan……..tertiup

Oleh hawa surgawi

Memandang

Dan terus memandang

Adalah makna kebohongan

Merenung…………

Demi menuju kepastian

Merupakan kemenangan tak terlupakan


Nafsu Angkara Murka

25 Januari 2006

Gelandangan

11-01- 2006

Duniaku adalah dunia kelabu

Musimku adalah musim gugur

Hidupku adalah kuburan sunyi

Siangkau adalah gelap gulita

Mimpiku adalah bayangan neraka

Pikiranku adalah setetes madu

Langkahku adalah tipuan angina syahdu

Keraguanku adalah kematian dalam hidup

Kegagalanku adalah langkah iblis

Kebanggaanku adalah syair kematian

Kebingunganku adalah sholawat iblis

Nafasku adalah nafas kematian

Bicaraku adalah pujian nafsu syetan

Usahaku adalah film kartun Scoobydoo

Senyumku adalah petir menyambar

Suaraku adalah gemuruh ombak

Perilakuku adalah sabda kegelapan

Coretanku adalah kumpulan Koran bekas

Nafsuku adalah panasnya api neraka

Ilmuku adalah nafsu angkara murka

Hidup sangat terbatas

Tempat luas

Dinding rumah tak terbatas

Sungguh luas kerajaanmu

Dimana engkau singgah

Di situlah rumahmu

Sungguh indah

Nyaman hidupmu

Hanya perut engkau pikirkan

Namun apakah itu keindahan

Yang tulus engkau rasakan

Sungguh besar hatimu

Menerima kenyataan

Hidup tak tentu tujuan

Di lorong-lorong trotor

Di teras-teras toko

Engkau baringkan tubuhmu

Demi menghilangkan

rasa penat berkepanjangan.



GELISAH

04 Maret 2006

TAUBAT

01 Maret 2006

Celoteh burung

Bertaburan menabur sepi

Nur Muhammad

Memancar

Merasuk kedalam jiwa

Kemilau syetan

Berlari mencari sumber inti

Mengguncang bumi

Ketakutan kepedihan

Larut dalam sebuah ilusi

Gambaran-gambaran salibdatang silih berganti

Menghiasi heningnya hati

Tetesan air mata

Tercecer memerah

Menghiasi lembaran suci

Fatwa-fatwa pujangga berdetak

Meraung dalam jiwa

Kegelisahan jawaban

Termusnahkan

Oleh hantaman gelegar petir menyambar

Hidup menelusuri

Jalan tak terpuaskan

Kerinduan puncak illahi

Tak kunjung dating

Terdiam adalah jalan sebuah pertanyaan

Gerimis Tawa

Menyelimuti syahdunya malam

Canda tawa silih berganti

Seiring waktu berjalan

Panasnya kalbu

Dinginnya air mata

Mengiringi perjalanan pengembara

Lantunan syair-syair kebangkitan

Silih berganti

memasuki ruang pembantaian rohani

perisai-perisai keagungan

menepis virus-virus kebencian

paras sang bidadari

menyinari indahnya alam kepunahan

puing-puing kebebasan

menghempaskan sayap

ke penjuru urat nadi

mata hati terperanga

melihat syahdunya kelembutan

nafas-nafas islami

menjadi harapan

indahnya alam ruh kudus

gaung kebohongan

menutupi indahnya alam manah

ratapan harapan

menanti kedatangan pujian illahi Robbi


SISI GELAP KEHIDUPAN

22 Januari 2008

SUARA HATI

12 Januari 2008

Sunyi senyap

Menusuri keheningan

Hanya terpatri

Pada noda-noda hitam

Kenapa ini terjadi ????!!!!

Mngapa hanya sebuah fatamorgama

Hijaunya dunia

Warna-warni keindahan

Salut aku melihatmu

Kagum aku dengan keberanianmu

Tak pernah terpikirkan

Tentang apa yang engkau lakukan

Hanya senang engkau harapkan

Puas…….

Menikmati runyamnya nafsu

Rasa lega

Terasa nikmat

Bila hasrat engkau curahkan

Kenapa engkau dating?

Kalau memang

Engkau sudah menjadi bagian kehidupan

Kenapa engkau selalu tercoreng

Dan tertanam benih-benih keburukan

Dalam sendi-sendi kehidupan

Apakah tidak ada

Rasa kebaikan dalam dirimu?

Wallohul ‘alam bisshowab…..

Ku kenal kamu dari jauh

Terasa sejuk mendengarmu

Gelisah diri menyapamu

Suaramu lembut

Senyummu lembut

Langkahmu bebas terurai

Terasa sejuk di dekatmu

Terbuai aku oleh suaramu

Tuluskan ini

Benarkah ini

Rasa ikhlas terdalam

Tidakkah bisikan syetan

Mengajak pada kegelapan

Nafsu ini terus di guncang

Oleh syair – syair kehidupan

Hanya nur ilham petunjuk jalan


JERITAN POHON

22 Januari 2008

LILIN

11-01- 2008

Tegak kokoh menantang langit

Bersolek

dengan rerimbunan dedaunan

sungguh perkasa diri ini

dengan egoku

aku kuasai tanah-tanah

aku berikan udara – udara kehidupan

sungguh besar jasaku

namun kini

kau robohkan keagunganku

demi lembaran-lembaran uang

hina sekali dirimu

wahai anak manusia

demi lembaran kertas

engkau gadaikan harga dirimu

engkau robohkan diriku

engkau potong-potong diriku

lalu engkau jual

hanya untuk mengisi perutmu

dimanakah……….

Sifat kemanusiaanmu

Apakah hilang pikiranmu

Yang dikaruniakan tuhan

Bentuk indah menawan

Di penuhi pengorbanan

Demi melihat kesenangan]

Semangat membara

Hanya menghancurkanmu

Ketika api menjalar di sekujur tubuhmu

Nyanyian berkumandang

Menyelimuti detik-detik kehancuran

Namun……….

Kau ci ampakkan

Apakah ini kejam menurutmu

Tapi……..

Ini tugas yang engkau emban

Tugas engkau di ciptakan

Demi pertanda

Suatu peringatan


GELAPNYA HATI

31 Januari 2006

Noda-noda hitam

Menyelimuti jiwa

Angan melayang

Tak tentu arah

Pikiran goyah

Terkena serpihan suara

Hati kelam

Terkena musibah

Gaung-gaung ramadhan

Tak mampu membersihkan noda

Lantunan syair syahdu

Hilang di sirna diterpa gelombang

Terbitnya sang surya

Tak lagi menampakkan sinarnya

Hanya……….

Serpihan besi tua

Yang tertancap ke tanah

Dan terbakar

Oleh………..

Panasnya nafsu angkara murka

Ucapan-ucapan manis

Di ganti bait-bait syetan

Air mata suci

Tertumpahkan

Oleh suara hati

Yang di penuhi angkara murka

Rahwana kedua

Telah datang

Membawa bendera keangkuhan

Teriakan-teriakannya

Menggelegar………

Merasuk kedalam pori-pori jiwa

Akhiratmu ………..

Hilang sirna

Yang tertinggal ………

Hanyalah dunia penuh gemerlap dan fana.

KANGEN

25 Januari 2006

RENUNGAN HATI

01 Maret 2006

Senyum manismu

Sungguh menentramkan Qolbu

Kedatanganmu

Membuat bahagia

Jiwa dan pkiranku

Ucapanmu

Melemaskan seluruh sendi tubuhku

Semakin panjang ucapanmu

Semakin aku mengenangmu

Bayangan wajahmu

Selalu meyelimuti perjalananku

Kucoba menghindar dengan egoku

Namun………..

Engkau semakin nyata

Merasuk lewat pori-pori tubuhku

Seribu Tanya

Mengusik hati sanubariku

Menghindarkan

Adalah kelemahan hati dan pikiranku

Ku tulis bait-bait sabda

Ku ucapkan syair-syair surgawi

Namun

Ketenangan jiwaku

Selalu berjalan di atas awan menjauhi

Sumber mata air bidadari

Salam sejahtera

Adalah sebuah kemunafikan

Perilaku manis

Cuma bumbu pelengkap

Nada-nada rindu

Hanyalah……….

Seruan syabda syetan mengguncang

Butiran air mata

Meratapi kemilau dunia

Bumi dan langit

Menjerit

Memohon tempat kepastian

Suasana pedih

Duka

Hanyalah

Kebohongan rayuan iblis

Butiran salju putih jernih

Merasuk

Menghiasi kemelut jiwa perih

Noda-noda hitam

Terhapus sebuah senyuman

Rohmat illahi

Ku nanti

Ku harap

Menuju jalan terang

Benerang illahi robbi


KUPU-KUPU MALAM

10 januari 2008

Oh…………

Gadis cantik rupawan

Wajahmu indah menawan

Kau lalui hari-harimu di gelapnya malam

Engkau hibur orang kesepian

Suka cita

Kau lalui dengan keteguhan

Cacian dan makian

Menyelimuti hari-hari panjangmu

Oh……….

Sungguh malang nasibmu

Demi memperoleh sesuap nasi

Engkau pertaruhkan tubuhmu

Hanya untuk di jamah para hidung belang

Kebahagiaan yang di lihat orang

Adalah rintihan

Dari sebuah kegelisahan

Memang sulit untuk di kenang

Bahwa kau wanita jalang

Tempat pemuas nafsu syetan

Tapi…………………

Pengorbananmu sungguh tak terbayangkan

di setiap orang yang memandang


Ramadhan

10-01- 2008

Bulan suci penuh barokah

Bulan indah penuh ampunan

Ku nanti engkau dengan penuh keyakinan

Sucikan hati

Bersihkan hati

Menyambut datangnya bulan penuh anugerah

Ramadhan

Inilah bulannya

Sujud syukur

amal ibadah

tercurah kepada-Nya

ketulusan dan keikhlasan

terpancar dari hati nurani

mengharap berkah ridho-Nya

namun…………

menjelangv gema takbir

kesedihan dating menyelimuti diri

apakah kita akan bertemu lagi

hidup matiku hanya milik – Mu

ucap syukur terpanjat kepada – Mu

dalam sisa-sisa umurku

yang pernah merasakan

nikmatnya bulan bulan penuh ampunan

Comments on: "KUMPULAN PUISI BASHORI EINSTEN" (1)

  1. deden mualo said:

    TAK ADA WAKTU MELUPAKANMU

    Tak seharusnya
    Aku mengingatmu dan tangisi kegagalanku
    Miliki cintamu sepanjang hidup
    Namun terlalu sakit aku tampamu
    Disetiap detik waktu hidupku
    Kau mengisi relung hatiku
    Begitu indah
    Manisnya aku terbiasa bersamamu
    Indahnya kisa hidupku
    Pertama dan terakhir miliku
    Hanya denganmu
    Walau aku dan waktu
    Berjalan seribu tahun
    Seumur hidupku
    tak akan menggantikanmu
    Sentuhan yang terdalam
    Di hatiku
    Meski harus melepaskan jiwa dati tubuhpun
    Tak ada waktu melupakanmu
    Terlalu indah untukku
    Termanis aku terbiasa bersamamu
    Mencintaimu anegerah istimewa
    Hanya kamu satu –satunya untukku.

    DOAKU
    Yallah engaku sumber kesejukan hati
    Maka lihatlah aku
    Kookanlah arah rasa ini padanya
    Bersama cinta
    Inilah dasar imanku padamu
    Maka biarkanlah jiwaku terjaga
    Dari godaan cemburuh yang hancurkan iamanku
    Atas nama cinta
    Tetesan suci yang kuatkan kebaikan diriku
    Yang cinta tauh engkau mengajarinya membangun hidup
    Maka tanamkanlah dalam hati ini
    Dalam ketetapan hatiku mencintainya
    Ketetapan penyangan dan pengsihmu
    Dalam diriku
    Nyalakanlah api rindu panyanya yang abadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: