Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan


imgKami sebagai warga negara juga menyambut kedatangan presiden-tentunya dengan cara kami- sekaligus mencoba mengaduhkan kondisi masyarakat khususnya masyarakat alastlogo-yang sampai sekarang masih belum jelas status tanahnya dengan TNI AL- dalam kebingungan tentang nasib kehidupannya dimasa yang akan datang. Masyarakat alas tlogo tetap berpendirian bahwa mereka adalah pemilik tanah tersebut yang telah dihuni secara turun temurun. “Tanah Kami” itulah suara lantang yang mereka teriakkan untuk segera ditetapkan. Rasa memiliki tanah yang besar tersebut telah membuat mereka bertahan meskipun mendapatkan ancaman dan tekanan dari TNI yang tentu saja berkonsekuensi pada kehidupan sehari-harinya. perasaan takut, khawatir, dan putus asa dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Maka bisa dipastikan hidup mereka dalam kondisi yang jauh dari pada kehidupan normal, dalm pekerjaan mereka tidak menginginkan hasil yang luar biasa baginya untuk makan keluarga setiap hari adalah cukup, dalam pendidikan mereka tertinggal karena fasilitas dan ekonomi keluarga. Jadi singkatnya masyarakat alas telogo tidak mendapatkan hak dasarnya yang hidup dinegara yang merdeka. Kondisi itulah yang menggerakkan hati kita sebagai warga negara untuk menyuarakannya dengan harapan presiden dapat memberikan solusi dengan policy yang berorientasi pada keadilan dan ketentraman bagi rakyat.
* * *
Pengamanan sangat berlebihan “ Over Savety” itulah yang terjadi. Dengan dalih untuk mengamankan orang no 1 aparat bertindak over protectiv, ada tanda tanya besar bagi kami, apakah hal ini karena presiden dari unsur TNI atau menjaga citra presiden untuk political necessary yang memang momentumnya pemilu 2009 dan atau yang lainnya. Sedangkan pemerintah, untuk menghormati presiden mengintruksikan kepada lembaga pendidikan yang berada disekitar area yang dilalui presiden agar membawa siswanya kepinggir jalan untuk menyambut dengan mengibarkan bendera. Padahal awalnya presiden dijadwalkan akan lewat pada pukul 10.00 WIB dan siswa harus berada dilokasi 1 jam sebelumnya, ternyata presiden datang pada pukul 14.38 WIB dan bisa dipastikan banyak siswa yang meninggalkan lokasi karena terlalu teriknya sinar matahari. Sedangkan kita hanya menginginkan presiden bisa melihat dan mendengar secara langsung persoalan yang terjadi dipasuruan-seperti yang kami urai diatas-tentu dengan cara santun. Upaya ini ternyata harus terhenti karena kami dibenturkan dengan kondisi yang membuat kami tidak bisa bergerak. Nah, Persoalannya sekarang adalah kalau upaya ini gagal mencoba secara langsung menyampaikan tentang kondisi mereka kepada presiden lalu kapanlagi kita dapat kesempatan? Siapa yang akan berempati dan turut meneriakkan harapan mereka, pemerintah daerah, wakil rakyat, aparat, atau siapa? Sampai kapan mereka akan menjalani kehidupan tanpa kemerdekaan, apakah menunggu generasi penerus mereka yang terus bertambah dan sampai pada persoalan yang akan mengakibatkan perasaan dendam tanpa perdamaian?
Pertanyaan itulah yang menjadi pikiran kita dan membutuhkan komitmen kita semua. Adakah pemimpin yang berani mengangkat tangan kiri dengan mengepalkan jarinya dan meraruh rakyat ditadahan tangan kanannya? Bukan pemimpin yang membuat kebijakan karena politik populisnya.

—————————
Oleh : Muhammad Syafiuddin Tohier (Ketua Umum PMII Cab. Pasuruan)

Comments on: "KAMI SAMBUT KEDATANGANMU PRESIDEN DENGAN CARA KAMI ; Refleksi Gerakan Menyambut Sang Pemimpin" (2)

  1. Salam pergerakan. Salam kenal, saya Ahmad Makki dari PMII Cab. Ciputat. Sesekali mampir dan link balik di kacajendela.wordpress.com. Semoga PMII makin jaya di mana-mana, juga di multimedia. Tangan terkepal dan maju ke muka

  2. Salam Pergerakan dari PMII Banyuwangi………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: