Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan


PENGASUH PONDOK PESANTREN NGALAH

bapakku.jpg

Sehubungan dengan rencana acara syukuran dalam rangka renovasi Gereja Katholik di Pandaan Pasuruan pada 15 April 2008 mendatang, berikut adalah uraian singkat dari isi naskah pidato yang akan disampaikan KH. Sholeh Bahruddin (yang akrab dipanggil Yai Sholeh), Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan.

Agama merupakan nilai yang diajarkan kepada manusia sebagai pemimipin dimuka bumi agar tercipta kehidupan yang damai dan sejuk yang tercermin pada kehidupan yang saling manghargai dan menghormati yang didasari dengan penuh kasih sayang.

Nilai-nilai ajaran Islam yang begitu tinggi tersebut terus di kembangkan dari generasi ke generasi, hal ini ditunjukkan dalam sikap teposeliro pada tokoh dunia yang dicerminkan oleh Sayyidina Umar Bin Khattab ra.terhadap Uskup Sophronius dihadapan kaum Nasrani dan muslim di baitul maqdis, kota Yerussalem. Pertemuan kedua tokoh besar tersebut menghasilkan nota kesepakatan untuk mewujudkan masyarakat damai, yang dikenal dengan perjanjian Aelia (istilah lain Yerussalem) yang berbunyi :

“Inilah perdamaian yang diberikan oleh hamba Allah ‘Umar Amirul Mukminin, kepada rakyat Aelia : dia menjamin keamanan diri, harta benda, gereja-gereja, salib-salib mereka, yang sakit maupun yang sehat, dan semua aliran agama mereka. Tidak boleh mengganggu gereja mereka baik membongkarnya, mengurangi, maupun menghilangkanya sama sekali, demikian pula tidak boleh memaksa mereka meninggalkan agama mereka, dan tidak boleh mengganggu mereka. Dan tidak boleh bagi penduduk Aelia untuk memberi tempat tinggal kepada orang Yahudi”.

Setelah itu di depan The Holy Sepulchure (Gereja Makam Suci Yesus) Uskup Sophronius menyerahkan kunci kota Yerussalem kepada kholifah Umar Bin Khattab ra. Kemudian Umar menyatakan ingin diantarkan ke suatu tempat untuk menunaikan sholat. Oleh Sophronius Umar diantar ke dalam gereja tersebut untuk melaksanakan sholat. Tetapi Umar menolak kehormatan tersebut sembari mengatakan bahwa dirinya khawatir hal itu akan menjadi preseden bagi kaum muslimin generasi berikutnya untuk mengubah gereja-gereja menjadi masjid. Akhirnya Umar melaksanakan sholat diluar/diteras gereja tersebut. Kisah ini dijelaskan dalam kitab Samahatul Islam hal. 34 – 37;

كتب للنصارى في بيت المقدس أمانا على أنفسهم وأولادهم ونسائهم وأموالهم وجميع كنائسهم لا تهدم ولا تسكن وحين جاء وقت الصلاة وهو جالس في صحن كنيسة القيامة خرج وصلى خارج الكنيسة على الدرجة التى على بابها بمفرده وقال للبطرك : لو صليت داخل الكنيسة لأخذها المسلمين من بعدى وقالوا : هنا صلى عمر ثم كتب كتابا يوصى به المسلمين ألايصلى أحد منهم على الدرجة إلا واحدا واحدا غير مجتمعين للصلاة فيها ولا مؤذنين عليها .

اما عهده لهم فقد كان مثالا في السماحة والمروءة لا يطمع فيه طامع من اهل حضارة من حضارات التاريخ كائنة ما كانت فكتب لهم العهد الذى قال فيه : (هذا ما أعطى عبد الله عمر أمير المؤمنين أهل إيلياء من الأمان. أعطاهم أمانا لأنفسهم وأموالهم وكنائسهم وصلبانهم سقيمها وبريئها وسائر ملتها (سماحة الاسلام, ص : 37-34 )

Nabi Muhammad SAW sangat menghormati dan melindungi Non-Muslim.

Ajaran luhur dan sangat mulia yang diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW pada umat manusia terutama terhadap umat agama lain terasa indah dan menyejukkan setiap hati manusia hal ini tercermin ketika saat Nabi Muhammad SAW kedatangan tamu kristen Dari Najran beliau memperlakukan mereka dengan sangat hormat bahkan surban beliau dibentangkan dan mereka dipersilahkan duduk diatasnya sambil berbincang-bincang.

Pada suatu saat mendengar terjadi pembunuhan terhadap orang Non-muslim yang dilakukan oleh orang Islam. Nabi Muhammad SAW marah besar dan mengeluarkan statemen.

عَنْ ابْنِ مَسْـــعُوْدِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ اَذى ذِمِّيًا فَاَناَ خَصْمُهُ وَمَنْ كاَنَ خَصَمَهُ خَصَمْـتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (الجامع الصغير ص :158

Nabi bersabda; “Barang siapa yang menyakiti non muslim (yang berdamai dengan muslim) maka aku memusuhinya, dan orang yang memusuhinya maka di hari kiamat dia bermusuhan denganku”. (HR. Ibnu Mas’ud dalam kitab Jami’us Shaghir hal. 158) Dari hadits tersebut mencerminkan bahwa kaum minoritas haruslah mendapat perlindungan dan pengayoman dari pihak mayoritas, bahkan lebih tegas dan jelas nabi mengingatkan mereka yang melakukan perbuatan semena-mena apalagi membunuh terhadap non muslim tanpa alasan yang dibenarkan agama dan negara, sebagaimana tertera dalam hadits Nabi:

عَنْ ابْنِ عُمَرو قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا فِىْ غَيْرِكُنْهِهِ حَرَّمَ اللهُ عَليَـْهِ الْجَنَّةَ (الجامع الصغير ص : 177)

Nabi bersabda; “Barang siapa yang telah membunuh non muslim tanpa alasan yang benar maka Allah benar-benar melarang baginya masuk surga”. (HR. Ibnu Umar dalam kitab Jami’us Shaghir hal. 177

Dalam hal ini nabi seringkali mengingatkan mereka akan tercelanya perbuatan penganiayaan terhadap non muslim sebagaimana dalam hadits lain disebutkan:

عَنْ عَبْدِ الله بن عُمَرُو قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَتَلَ مُعَاهِدًا لَمْ يَرَحْ رَاِئحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيـُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةٍ أَرْبَعِيْنَ عَامَا (سنن ابن ماجة: ج 2 ص 97

Dari Abdullah bin Umar, nabi bersabda “Orang yang membunuh non muslim maka dia tidak pernah merasakan bau harumnya surga padahal bau harum surga itu sudah bisa dirasakan baunya dari jarak perjalanan empat puluh tahun” (Sunan Ibnu Majah, juz 2 hal.97)

Perlindungan Pada Tempat-Tempat Ibadah.

Selain melindungi non muslim Nabi Muhammad juga melindungi tempat-tempat ibadah mereka melalui firman Allah dengan bentuk larangan merusak, membakar apalagi sampai menghancurkan tempat ibadah berbagai agama sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj : 40 Juz 17;

(yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali Karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Do’a Bersama Antar Umat Beragama

Berkumpul melakukan do’a kepada Tuhan yang Maha Esa secara berbersama-sama antar umat beragama Kristen,Katholik, Islam, Hindu, Budha dan konghuchu menurut pandangan agama Islam adalah diperbolehkan bahkan di sunnahkan (sangat dianjurkan) dengan tujuan memohon untuk mendapatkan hidayan (petunjuk), pertolongan dan menjalin hubungan baik didunia serta bermanfaat demi kamaslahatan (Kebaikan) umat bahkan untuk mencegah timbulnya kemadlratan (dampak negatif) yang tidak diinginkan. Hal ini disebutkan dalam kitab al-Jamal Juz II hal. 119, Kitab Tafsir Munir, Juz I hal 64 dan Kitab Bujairomi ala al-Khotib, Juz IV hal 235;

وَالْوَجْهُ جَوَازُ التَّأْمِيْنِ بَلْ نَدْبَهُ إِذَا دَعَا لِنَفْسِهِ بِالْهِدَايَةِ وَلَنَا بِالنَّصْرِ مَثَلاً (الجمال ج: 2 ص: 119)

Menurut salah satu pendapat, boleh mengamini do’anya non muslim, bahkan sunnah jika ia berdo’a agar dirinya mendapatkan (Hidayah) petunjuk dan kita mendapat pertolongan (al-Jamal, Juz II hal. 119).

وَثَانِيْهَا (المُخَالِطَةُ) المُبَاشَرَةُ بِالْجَمِيْلِ فِيْ الدُّنْيَابِحَسَبِ الظَّاهِرِ وَذَالِكَ غَيْرُ مَــمْنُوْعٍ (تفسير المنير ج :1 ص: 63)

Yang kedua tidak dilarang bergaul (dengan non muslim) dengan pergaulan yang baik di dunia

(Tafsir Munir, Juz I hal 64)

اَمَّا مَعَاشِرَتُهُمْ لِدَفْعِ الضَّرَرِ يَحْصُلُ مِنْهُمْ اَوْ جَلْبِ نَفْعٍ فَلاَ حُرْمَةَ فِيْهِ (البجيرمي على الخطيب ج:4 ص : 235)

Adapun bergaul dengan mereka (non muslim) untuk mencegah timbulnya suatu kemadlaratan (dampak Negatif) yang tidak di inginkan yang mungkin dilakukan oleh mereka, ataupun mengambil kemanfaatan dari pergaulan tersebut, maka hukumnya tidak haram/tidak dilarang

(Bujairomi ala al-Khotib, Juz IV hal 235).

Pluralisme

Plural secara bahasa berarti majemuk, sedangkan secara istilah adalah merupakan corak masyarakat yang berbinneka tunggal ika. Yaitu masyarakat yang terdiri dari beraneka ragam suku, bangsa dan budaya. Keberadaan ini dapat dipahami sebagaimana dalam al-Qur’an;

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat : 13)

Nuansa pluralistik cukup mengakar di negara kita, terutama di pulau jawa, karena adanya dakwah kultural yang dikembangkan oleh para wali dengan memasukkan budaya lokal dan hindu dalam kegiatan-kegiatan ritual seperti halnya gending, wayang golek dan lain sebagainya.

Pasuruan, 15 April 2008

KH. M. SHOLEH BAHRUDDIN

Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah

Comments on: "Tasyakuran: Kiai Sholeh Dakwah di Mimbar Gereja" (1)

  1. Assalam muallaikum..

    Sungguh menyejukkan tulisan Bapak.. saya yang Non Muslim sangat menghargai Islam dan Nabi Muhammad SAW dengan kepribadian yang Mulia.. dan saya juga sempat aktiv dengan saudara2 saya yang Muslim membantu anak yatim, sumbangan ke Masjid2.. sungguh indah
    Saya percaya Uwukuwah itu baik sekali.. Sekali lagi salam hormat saya buat Bapak….
    Selamat menunaikan ibadah Puasa

    Waalaikum salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: