Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan


Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jam’iyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun juga. Setiap warga NU adalah warga Negara yang mempunuyai hak-hak politik yang dilindungi undang-undang. Di dalam hal warga NU menggunakan hak-hak politiknya, harus dilakukan dengan secara bertanggungjawab dan mampu mengembangkan musyawarah dan mufakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi bersama (Naskah Khittah NU butir 8 alinea 6).

Sebagai organisasi pergerakan yang lahir dari rahim NU dan selalu menjaga independensinya, dalam menghadapi agenda politik Pemilu, pilpres, pilgub, dan pilkada menyerukan kepada warga nahdliyin (Jam’iyah dan Jama’ah) agar tetap menjaga originalitas organisasi dengan tujuan untuk menghormati atau rasa tawadlu’ kepada Fundings Father-NU, oleh karena itu perlu kita pahami bersama-sama bahwa :

  1. NU ibarat rumah bagi kita.
  2. Partai politik merupakan mobil/kendaraan keluarga sebagai sarana untuk menghantarkan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dan kepentingannya guna mencapai pada tujuan dan cita-cita keluarga.
  3. Banyak jenis kendaraan yang dipakai oleh keluarga diantaranya Golkar, PDIP, PPP, PKB, PKNU, PNI, Demokrat, dan lain sebagainya.
  4. Namun perlu diingat bahwa selama pergi membawa mobil agar berhati-hati jangan sampai terjadi kecelakaan apalagi sampai meninggal diperjalanan, dan diusahakan kembali kerumah bergabung bersama keluarga dalam keadaan selamat.
  5. Orang akan menilai aneh jika ada keluarga yang pergi mengendarai rumah sebagai mobilnya, bukan menggunakan mobil sebagai kendaraannya.
  6. Sekali mobil tetap mobil, sekali rumah tetap rumah dan rumah jangan sampai dijual.

Dan akhirnya mari kita sukseskan Pemilihan Gubernur, Pemilihan Kepala Daerah 2008 dengan bersih, sehat, aman, dan damai demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  

Gubuk Maya PMII Ngalah, 4 Maret 2008

Comments on: "Gerakan Hati Nurani dan Gambaran Pemahaman Politik Keluarga Nahdlatul Ulama’ (NU)" (2)

  1. pmii bukan lembaga produsen fatwa, kalau serius ya real actionnya dunk

  2. NU dibikin Babak belur oleh punggawa-punggawanya.
    Kalu pak hasyim dulu gak nyalon capres pasti sekarang gus ipul mau disuruh mundur oleh pak hasyim dari anshor sebagai konsekwensi maju di pilgub jatim.
    Kalau dulu pak hasyim gak makai kantor PW,PC,MWC dan ranting-ranting NU se-Indonesia untuk nyimpan poster dan stiker kampanye Mega-Hasyim tentu sekarang PC,MWC, dan ranting-ranting gak kenal opo iku dodolan politik
    ayo kita dukung Kontrak jamiyah PCNU sejatim!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: