Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan


Syaifuddin Su’adi – Hari ini tepatnya Rabu 9 januari 2008, seluruh umat Islam dipenjuru dunia memperingati salah satu hari yang dimulyakan, yaitu hari peringtan hijrahnya nabi Mukhmmad Saw yang dikenal dengan tahun baru hijriyah. Tahun baru hijriyah ini merupakan peringatan hijrahnya nabi Mukhmmad SAW dari kota Mekkah al-Mukarromah menuju kota Madinah al Munawwaroh. Di kalangan umat Islam tahun baru hijriyah ini biasanya diperingati dengan berbagai kegiatan seperti pengajian agama, diskusi, seminar dan pengkajian keislaman lainnya. Dalam prinsipnya peringatan-peringatan tersebut hanyalah bagaimana kegiatan-kegiatan itu bisa mempunyai nilai tambah bagi penyelenggara khususnya peningkatan rasa ketaqwaan kepada Alloh SWT. Dan jangan sampai peringatan-peringtan itu hanya sekedar rame-rame dan hura-hura yang hasilnya malah menyimpang jauh dari esensi tahun baru hijriyah tersebut.

Peristiwa hijrah Rosululloh dan para sahabatnya yang telah ditetapkan oleh kholifah Umar bin Khottob r.a sebagai tahun Islam dan sudah diperingati setiap tahun oleh umat Islam selama berab-abad lamanya, bukan sekedar perayaan dan peringatan seremonial semata. Tapi peristiwa besar yang menyimpan makna perjuangan dahsyat dan telah mengorbankan beribu-ribu syuhada’ ini memiliki nilai-nilai, hikmah dan falsafah tertentu bagi umat islam kapanpun dan dimanapun berada.

Penetapan hijrah Rosullulloh saw dan para sahabatnya sebagai awal tahun Islam mempunyai alasan yang cukup bermakna berdasarkan sejarah perjuangan dan perkembangan agama Islam. Sejarah membuktikkan bahwa melalui hijrah itulah kekuatan Islam mulai nampak nyata dan kokoh. Kita semua tahu bahwa sejarah perjuangan dakwah Rosul sebelum hijsrah ke Madinah ketika masih berada di kota Mekkah sangat memprihatinkan. Setiap hari banyak yang dianiaya, diteror bahkan tak jarang yang dibunuh. Melihat keadaan demikian Rosululloh mulai tak tega sampai pada suatu hari beliau  berinisiatif untuk untuk berhijrah agar bisa melaksanakan ibadah dalam keadaan aman dan selamat dari penganiayaan orang kafir dan musrikin.

 Dalam sejarah terhitung tiga kali nabi dan para sahabat berhijrah sebelum hijrah terakhir ke Kota Madinah. Pertama dan kedua  nabi dan para sahabat hijrah ke negri Habasyah dan yang ketiga ke negri Thoif. Dalam hijrah ketiga itu malah tambah tidak menuai kesuksesan, seluruh kaum muslimin diusir hingga kembali ke kota Mekkah dalam keadaan yang lebih memprihatinkan. baru setelah mendapat perintah hijrah selanjutnya dari Alloh ke Kota Madinah barulah Umat Islam menemukan titik terang dan inilah awal kebangkitan umat Islam.   

Sejarah telah membuktikan bahwa peristiwa hijrah nabi Mukhammad SAW dan para sahabatnya dari kota Mekkah menuju kota madinah menggambarkan kekuatan keimanan dan semangat jihad yang membara kaum muslimin. Meskipun seluruh kaum muslimin pada waktu itu hidup dan menjalani ibadah selalu dalam tekanan, teror, ancaman pembunuhan bahkan blokade ekonomi yang menyebabkan kemelaratan yang memprihatinkan, tetapi dengan landasan iman dan taqwa yang didasari semangat jihat yang membara semua umat Islam rela mengorbankan apapun yang dimiliki tidak terkecuali nyawa hanya untuk menegakkan agama Islam dan mendapatkan ridho Alloh SWT. Sungguh semangat jihad yang tidak akan pernah tertandingi oleh generasi kapanpun.

Hijrah selain dimaknai dengan berpindah dari tempat yang satu menuju tempat yang lain juga bisa diartikan berpindah dari keterpurukan dan keterbelakangan menuju kemajuan. Selain itu hijrah juga bisa diartikan bergerak menuju perubahan. Bergerak menuju perubahan inilah yang sering kita lekatkan dengan makna pergerakan. Pertanyaannya sekarang adalah  mengapa pergerakan kita saat ini jarang bisa membuat perubahan?.

Jika kita mengaca pada pergerkan atau hijrah yang telah dilakukan oleh Rosul dan para sahabatnya tentunya kita akan tahu titik lemah pergerakan kita saat ini. Semangat jihat yang membaralah yang telah membuat pergerakan nabi dan para sahabatnya menuai kesuksesan. Semangat jihat ini pulalah yang membuat nabi dan para sahabatnya memiliki jiwa militansi yang pantang menyerah dalam berjuang dan rela berkorban demi kemajuan. Sekarang mari kita lihat bersama apakah semangat berjuang ini ada pada darah pergerakan kita. Jawabannya mungkin ada atau mungkin juga tidak. Melemahnya semangat juang inilah yang menyebabkan kita krisis kader militan yang mau dan mampu berkorban tanpa pamrih dan pantang menyerah demi terciptanya perubahan yang dicita-citakan. Hilangnya semangat juang ini juga membuat pergerakan kita menjadi pergerakan yang sarat akan pamrih dalam berjuang menggapai kesuksesan. Akankah keadaan ini kita pertahankan sahabat…. jawaban ada ditangan kita masing-masing. Jika kita ingin terus menerus pergerekan ini mandul tanpa perubahan maka mari kita teruskan mencari kesenangan pribadi masing-masing. Tetapi jika kita masih peduli dengan nasib orang dan lingkungan disekitar kita serta sadar akan tanggung jawab kita sebagai agent perubahan, maka mari kita bersama-sama kepalkan tangan dan maju kemuka, pantang menyerah dan maju tak gentar membela yang benar. Bersama kita berjuang, bersama pula kita mencapai kesuksesan. Semangatlah sahabat-sahabatku jayalah pergerakanku!

 

                                                                                     

 

                                                                                                              Malam yang sunyi, 9 januari 2008 

 

Comments on: "Memaknai Tahun Baru Hijriyah" (2)

  1. Seorang prgerakan hrs respon suatu kgiatan islam. Di kalangan umat Islam tahun baru hijriyah ini biasanya diperingati dengan berbagai kegiatan seperti pengajian agama, diskusi, seminar dan pengkajian keislaman lainnya. Dalam prinsipnya peringatan-peringatan tersebut hanyalah bagaimana kegiatan-kegiatan itu bisa mempunyai nilai tambah bagi penyelenggara khususnya peningkatan rasa ketaqwaan kepada Alloh SWT.Jika kita mengaca pada pergerkan atau hijrah yang telah dilakukan oleh Rosul dan para sahabatnya tentunya kita akan tahu titik lemah pergerakan kita saat ini. Semangat jihat yang membaralah yang telah membuat pergerakan nabi dan para sahabatnya menuai kesuksesan. Semangat jihat ini pulalah yang membuat nabi dan para sahabatnya memiliki jiwa militansi yang pantang menyerah dalam berjuang dan rela berkorban demi kemajuan. Sekarang mari kita lihat bersama apakah semangat berjuang ini ada pada darah pergerakan kita. Jawabannya mungkin ada atau mungkin juga tidak. Melemahnya semangat juang inilah yang menyebabkan kita krisis kader militan yang mau dan mampu berkorban tanpa pamrih dan pantang menyerah demi terciptanya perubahan yang dicita-citakan. Hilangnya semangat juang ini juga membuat pergerakan kita menjadi pergerakan yang sarat akan pamrih dalam berjuang menggapai kesuksesan. Akankah keadaan ini kita pertahankan sahabat…. jawaban ada ditangan kita masing-masing. Jika kita ingin terus menerus pergerekan ini mandul tanpa perubahan maka mari kita teruskan mencari kesenangan pribadi masing-masing. Tetapi jika kita masih peduli dengan nasib orang dan lingkungan disekitar kita serta sadar akan tanggung jawab kita sebagai agent perubahan, maka mari kita bersama-sama kepalkan tangan dan maju kemuka, pantang menyerah dan maju tak gentar membela yang benar. Bersama kJika kita mengaca pada pergerkan atau hijrah yang telah dilakukan oleh Rosul dan para sahabatnya tentunya kita akan tahu titik lemah pergerakan kita saat ini. Semangat jihat yang membaralah yang telah membuat pergerakan nabi dan para sahabatnya menuai kesuksesan. Semangat jihat ini pulalah yang membuat nabi dan para sahabatnya memiliki jiwa militansi yang pantang menyerah dalam berjuang dan rela berkorban demi kemajuan. Sekarang mari kita lihat bersama apakah semangat berjuang ini ada pada darah pergerakan kita. Jawabannya mungkin ada atau mungkin juga tidak. Melemahnya semangat juang inilah yang menyebabkan kita krisis kader militan yang mau dan mampu berkorban tanpa pamrih dan pantang menyerah demi terciptanya perubahan yang dicita-citakan. Hilangnya semangat juang ini juga membuat pergerakan kita menjadi pergerakan yang sarat akan pamrih dalam berjuang menggapai kesuksesan. Akankah keadaan ini kita pertahankan sahabat…. jawaban ada ditangan kita masing-masing. Jika kita ingin terus menerus pergerekan ini mandul tanpa perubahan maka mari kita teruskan mencari kesenangan pribadi masing-masing. Tetapi jika kita masih peduli dengan nasib orang dan lingkungan disekitar kita serta sadar akan tanggung jawab kita sebagai agent perubahan, maka mari kita bersama-sama kepalkan tangan dan maju kemuka, pantang menyerah dan maju tak gentar membela yang benar. Bersama kita berjuang, bersama pula kita mencapai kesuksesan. Semangatlah sahabat-sahabatku jayalah pergerakanku!ita berjuang, bersama pula kita mencapai kesuksesan. Semangatlah sahabat-sahabatku jayalah pergerakanku!IHIJRAH ING KUOSO->ANUTAN ROSULLOH S.A.W–>ISLAM,ALQUR”AN&HADIST–>MONUNGSO SERTA MAHASISWA UTK PERGERAKAN(1 kepaltangandan maju kemuka…….slm pergerakan …hidup PMII….HIDUP……………100X

  2. that is good

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: