Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan


           

Abdul QoharSejarah telah mengukir dalam tinta emas proses perjuangan nabi Muhammad SAW sebagai kaum “reformis” yang tangguh dan sukses, proses tersebut mengalami dialektika ideologis biologis yang sangat panjang dan melelahkan. Dimulai dengan dakwah secara sembunyi-sembunyi sampai pada akhirnya terang-terangan, bukan hanya kaum kafir Quraisy yang memusuhi akan tetapi justru paman (Abu Jahal) beliau yang menjadi penghalang utama.

            Ketika dakwah yang dilakukan di Makkah sudah pada titik klimaks, yang berujung pada upaya kaum kafir untuk membunuh nabi, maka beliau diperintahkan untuk hijrah (pindah) ke Yastrib (Madinah) guna melebarkan sayap perjuangan dan memekikkan kalimat syahadat. Di madinah nabi mendapat respon positif untuk menancapkan pondasi keimanan. Disinilah awal terjadinya akulturasi budaya dan irama antara kaum Muhajirin (Makkah) dengan kaum Anshor (Madinah) untuk selanjutnya berkolaborasi menyusun strategi dan imajinasi dalam memperkokoh kalimat tauhid dan mengekspresikannya kepada dunia. Kemudian pada kondisi yang sempurna nabi bersama sahabatnya kembali ke mekkah melanjutkan dakwahnya secara terang-terangan untuk mengajak kembali ke jalan yang benar.

            Dari sekilas pintas historis nabi di atas, akan kita kaji bersama mengapa nabi hijrah? Dan saya akan mencoba meneropong pertanyaan tersebut dari sudut pendidikan dengan metode Quantum Learning-Teaching yang dipelopori oleh Bobbi De Porter, dia berpendapat “Untuk mempersiapkan mentalitas dan mengembangkan nalar kreatifitas, seseorang harus keluar dari Zona Aman”, Zona Aman adalah suatu daerah yang sudah dapat kita “jinakkan”, artinya segala aktifitas yang kita sendiri sudah mampu menghadapinya sehingga kita perlu mengembangkan aktifitas tersebut yang lebih menantang, misalkan setelah kita mampu menjadi pengurus rayon, kita harus tertantang dengan menjadi pengurus komisariat, untuk selanjutnya penasaran menjadi pengurus cabang, koordinator cabang sampai pengurus besar, tidak menutup kemungkinan ditingkatkan pada level negara dan dunia Internasional.

            Dalam dunia pendidikan konsep ini sangat mempengaruhi keberanian seseorang dalam mendalami disiplin keilmuan yang berbeda atau lintas keilmuan, dan pada akhirnya akan terjadi perpaduan keilmuan yang komperehensif dan kaaffah, sehingga akan muncul pemikiran-pemikiran yang berani dan cerdas.

            Dan keberanian nabi dalam menentukan sikap dan pilihan untuk hijrah dari makkah, ditinjau dalam konsep ini adalah pilihan yang tepat. Seandainya nabi tidak keluar dari Mekkah, maka pengalaman dan kekuatannya tidak akan bertambah. Setelah nabi bisa menaklukkan Makkah, ekspansi maupun ekspedisi untuk mengislamkan dunia luar pun dimulai, hal ini berarti nabi telah menambah zona aman dalam perjuangannya.            Konsep keluar dari zona aman tersebut dapat kita ambil hikmahnya untuk menentukan langkah atau strategi yang tepat dalam mengembangkan karir kita di masyarakat, selanjutnya maukah kita keluar dari zona aman kita masing-masing??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: