Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan

UNTUKMU IBU


Wahyuni-Entah sejak kapan ibu itu memiliki hari peringatan atas segala aktifitasnya dan perannya. Tapi yang jelas meski tidak pada hanya di waktu hari ibu, kita pun tetap mempunyai kewajiban untuk memberikan haknya, jika tidak salah dalam kajian ilmu taisirul kholaq bahwa hak orangtua adalah “taat ikhlas” untuknya. Cukup berat juga hak itu harus kita persembahkan, karena pada tingkat “taat” saja kita ini sudah pontang-panting (hati ini terkadang grundhel), apalagi “taat ikhlas”. Kesadaran taat ikhlas itu dapatlah kita raih jika dalam urat saraf ini mulai menyadari, menyaksikan segala af’al orang tua untuk anak-anaknya, bagaimana putaran putaran pikiran orangtua untuk menjaga amanat tuhan yang namanya anak, keilmuan yang implementatif itulah yang mungkin kemudian bisa menjawab untuk melakukan itu, lalu rasakan betapa orangtua itu selalu merasakan lelah untuk anak-anaknya. Kesadaran taat ikhlas juga harus dilihat dalam segala apa yang diharpakan oleh orangtua, ketika harapan-harapannya adalah keluar dari konstitusi syari’ah, maka bolehlah kita turut serta meluruskan hal-ihwalnya.

Pada rangkaian orang tua itu kita pasti mengenal sosok seorang ibu dan juga ayah, keduanya adalah sosok idola identifikasi bagi seluruh buah hatinya, meski pada akhirnya terkadang ada juga anak itu juga berjalan sesuai dengan pengalaman pengetahuannya. Tak ubahnya jika kita revew menyaksikan sejarah kenabian Ibrohim Kholilulloh, bahwa dia melakukan pencarian tuhan yang itu amat jauh berbeda dengan Tuhan ayahnya (Azar), bukankah yang dilakukan oleh nabi Ibrohim ini adalah pengalaman keilmuan yang akhirnya mendapatkan hidayah dari Sang Maha Benar (Dzat yang maha kuasa Robbul ‘izzati), sebaliknya kita juga menyaksikan kedurhakaan Kan’an pada ayahnya nabi Nuh alaihisssalam. Bicara orangtua memanglah tidak lepas dari ayah dan ibu, walaupun kita juga mengenal istilah bahwa orang tua ada tiga ; 1). orang tua yang melahirkan kita (ayah ibu), 2). orangtua yang mengambil kita (hubungan mushoharoh yaitu mertua), 3). orangtua yang mendidik jiwa kita (para guru kita). 

Sekarang kita akan lebih focus menyampaikan pada orangtua kita yang selalu kita sebut “ibu”. Mungkin antara ayah dan ibu pasti ada ketidak sama-an, cenderung banyak yang bilang seorang ibu itu kalem-kalem, kebanyakan perannya banyak dalam rumah, sering bertemu dengan anak-anaknya. Kalau kita mengingat lagi ketika ibu itu sedang mengandung buah hatinya, dilukiskan dalam khazanah keilmuan bahwa ibu mengandung itu dengan merasakan “wahnan ‘ala wahnin” cukup susah dan melelahkan, setelah anak-anaknya lahir ibu juga semakin susah, karena dia sibuk merawat anaknya yang sama sekali belum bisa melakukan apa apa, setelah anaknya bisa berkembang dan bisa berjalan ibu juga tambah semakin susah, bagaimana anak ini bisa diarahkan sesuai alur peta agama, pengetahuan, semakin besar anaknya, orangtua juga sepertinya tidak henti merasakan kepayahan untuknya. Bisa jadi ibu itu adalah orangtua yang paling dekat dengan anak-anaknya (kemungkinan dikarenakan rahimnya yang telah menjadi tempat gendongannnya), maka ibu itu juga harus mempunyai wawasan untuk menjadi satu jembatan bagi pendidikan anank-anaknya. Juga dapat dirasakan bahwa ibu itu adalah guru pertama manusia, tentu kita mengerti dengan istilah tirakat, begitulah ibu juga selalu melakukan itu sebagai bentuk manifestasi pendidikan masih dalam kandungan.

Dalam kesusahan, kepayahan dan keletihan, kita ini sebagai anak sepertinya tidak pernah mendengar keluh kesahnya sedikitpun, namun sebaliknya kita ini selalu merintih atas segala permintaan permintaan kita. Disadari olehnya memang seberat apapun, itu adalah amanat Tuhan, bahwa untuk menumbuhkembangkan anak yang sehat jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang tangguh karena bekal agama dan pengetahuan yang lain, demi harapan itu, ibu selalu rela melakukan hal-hal yang kalu diukur itu cukuplah berat, demi amanat Tuhan itulah, begitu besar peran ibu (orangtua) untuk seluruh buah hatinya. Sampai sampai kalau kita mencermati, ternyata ibu itu tidak ada berhentinya untuk melakukan aktifitas, baik yang mempunyai aktifitas dalam rumah ataupun luar rumah, kesemuanya dengan tangguh beliau kerjakan. Sebetulnya cukup kompleks hal-hal yang dilakukan oleh seorang ibu, mulai dari hal pendidikan, tentunya ketika anak-anaknya masih kecil pendidikan dasar itu disampaikan oleh seorang ibu, lalu pada putaran-putaran ekonomi, ibu itu adalah bisa dibilang orang yang men”tashorrrufkan” nafkah yang telah diberikan oleh seorang ayah, dalam men’tashorrufkan nafkah itupun, ibu juga harus bersikap adil untuk segala kebutuhan (pendidikan, biaya hidup, juga kebutuhan insindental yang lain), juga belum lagi pekerjaan pekerjaan ringan dalam rumah.

Mungkin ini hanya gambaran yang amat kecil bagaimana peran ibu, yang jelas ibu itu sudah merasakan kesakitan sejak mulai mengandung anak-anaknya, tidak pernah kita ini merasakan kesedihannya, karena bibirnya selalu tersenyum jika bertemu dengan anak-anaknya, do’anya tiada henti yang selalu dipanjatkan untuk kesuksesan dan kebahagiaan anak anaknya, cermin cermin ibu seperti ini sudah merata pada semua ibu kita, dan itu sudah kita saksikan dengan jelas nyata.

Kita mungkin harus berani melatih diri untuk bisa beramal sholeh, paling tidak salah satu indicator kita telah bersikap baik kepada orangtua adalah dengan terus mendoakan dan yang menjadikan itu adalah amal yang terus mengalir.

 

 

Ibu, semua ini kusadari agar aku dapat barokah ibu,

Supaya jalan hidupku tidak keliru,

Aku selalu mengerti ibu, karena ibu selalu mengerti aku,

Ibu,sekarang aku bisa kuat,

Karena ibu telah singgah di hatiku

Tapi aku sering bikin gaduh,

Maafkan aku ibu, jika aku belum bisa menenangkan keresahanmu.

Comments on: "UNTUKMU IBU" (10)

  1. Hallo
    Selamat malam
    PMII

  2. Salam Kenal Buat
    1. Lukman Hakim
    2. Hafidz Rosyidi
    3. Hasan Bashori
    4. Temen2 PMII Lainnya

  3. PMII Ngalah terus Berjaya

  4. selamat buat Hafidz Rosyidi Atas tepilihnya jadi Panwaslu

  5. Assalamualaikum ya akhi

  6. PMII So JOSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSH!!!!!

  7. udah ya aku capek nulis ini
    tidak ada inspirasi lagi buat nulis
    boleh gak aku kasih artikel
    kalo gak boleh ya gak papa
    kalo boleh hubungi aku ya
    di masarifkabunan@telkom.net ato atiuyp@gmail.com ato ariftiuyp@yahoo.com
    ato kamu bisa liat lebih lengkap di http://www.arifkabunan.multiply.com
    aku tunggu lho

  8. Kepada
    Yth
    PMII Komisariat Ngalah
    di Jl. Pesantren Ngalah
    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Salam silaturrohmi semoga sahabat-sahabati sehat selalu serta sukses dalam menjalani aktifitas sehari-hari. amin.

    Sehubungan dengan jasa-jasa yang telah diberikan oleh PMII Komisariat Ngalah selama 4 tahun terhitung mulai tahun 2004-sekarang, maka kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap perangkat yang ada di PMII yang telah memberi pencerahan baik akademik maupun non akademik
    saya menyadari bahwa di dalam masa ketika jadi milis disana saya masih banyak kekurangan, akan tetapi meskipun aku uda tidak lagi exis di sana tapi aku selalu mendukung apa aja yang engkau lakukan.

    Demikian surat ini aku buat, apabila ada kesalahan aku mulai pertemuan hingga perpisahan, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga PMII Komisariat Ngalah.

    Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: