Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan


Seandainya dunia mempertanyakan, siapa garda revolusi Indonesia terdepan dilapangan maka pasti dengan lantang aku jawab MAHASISWA ( Syafi’ )

Kalau ada yang bertanya siapa yang menjadi bintang lapangan tahun 1998, saya tidak ragu untuk menjawab; MAHASISWA ( Arif Budiman )

M.Syafi’uddin Tohier  – Mahasiswa adalah insan intelektual yang menempuh pendidikan jenjang tertinggi, sehingga dengan menyandang status tersebut maka mahasiswa dituntut peran dan fungsinya dalam mengawal perubahan bangsa kearah yang lebih baik. Dewasa ini banyak menjadi perdebatan mengenai peran dan fungsi mahasiswa, ada yang berpandangan bahwa mahasiswa mempunyai posisi dan peran strategis, ada pula yang berpendapat bahwa posisi mahasiswa tidaklah penting sedangkan peranan mereka hanya hanyalah sebagai alat atau pembantu bagi kekuatan yang sesungguhnya. Posisi dan peran mahasiswa yang dimaksudkan adalah mahasiswa merupakan bagian dari kaum intelektual dan intelektual-teknokrat yang dilatih bukan saja untuk menggantikan posisi mereka dikemudian hari tetapi juga melakukan dan mengawal perubahan (the agent of change).

Terlepas dari perdebatan devinitif tersebut, yang pasti setiap mahasiswa dan seluruh civitas akademika di universitas mempunyai 3 tanggungjawab yang biasa kita sebut tri dharma perguruan tinggi. Secara implisit tridharma tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya yang utun berkecimpung didunia akademik belaka(academic an sich) meskipun hal itu menjadi keharusan bahwa mahasiswa harus mempunyai pengetahuan kualitatif di kampusnya. Tetapi selain hal itu mahasiswa masih mempunyai 2 dharma yang di tuntut untuk bisa terealisasikan dan yang pasti peran yang amat penting yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat. Penelitian bagi penulis mempunyai arti yang luas, yang menuntut mahasiswa mempunyai kepekaan(sense) dan kekuatan analisa (power analyzies). Dengan sense itu mahasiswa tidak akan keluar dari tanggungjawab sosialnya, sehingga mahasiswa akan terus berjalan dalam koridor-koridor gerakan sosial(limite social movement). Setelah ruh gerakan itu mengakar dalam diri mahasiswa maka selanjutnya diperlukan kekuatan analisa baik sosial,ekonomi,budaya,politik dan agama. Dengan power analyzies maka gerakan mahasiswa akan kuat dan tidak akan terombang-ambing isu dan politik yang terjadi. kalaupun hal itu telah dapat dilakukan mahasiswa tidak akan ada artinya jika tidak dapat ditransformasikan dalam kehidupan masyarakat, ini sebagai dharma ketiga pengabdian masyarakat.

Tuntutan peranan mahasiswa yang begitu besar didasarkan pada dua kekuatan utama pendorong gerakan mahasiswa, pertama ilmu pengetahuan(seperti uraian diatas) kedua, idealisme yang lazimnya menjadi ciri mahasiswa. Sebagai entitas masyarakat yang bebas dan tidak terikat oleh struktur kekuasaan maka secara otomatis mahasiswa terlepas dari kepentingan-kepentingan politik dalam negara. Kombinasi antara kebebasan struktural dengan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang cita-cita ideal masyarakat yang tertuang dalam ideologi memungkinkan mahasiswa mempunyai sikap idealisme.(Arbi Sanit,1999). Ideologi berisi tatanan nilai yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pedoman untuk kehidupan bersama dalam rangka meraih harapan mereka, yang secara khusus mengacu pada perangkat cita-cita tentang kehidupan masyarakat dan negara yang tersusun secara alamiah atau dirancang secara sistemik dalam rangka memenuhi kebutuhan warganya. Dalam hal ini cita-cita mayarakat ideal yang diharapkan PMII adalah masyarakat yang mandiri mempunyai kekuatan (posisioning power) dalam permasalahan bangsa.

Dalam membentuk negara yang kuat dan demokratis, diperlukan 3 hal yang penyangga utama yang berkausalistik diantaranya.pertama state, kedua privat publik, dan ketiga civil society. Khusus membincang civil society`maka kita akan dihadapkan pada realitas bahwa kita masih belum dapat melaksanakan konsep civil society.civil society (terlepas dari perdebatan epistemologinya) berarti penguatan peran dan kemandirian masyarakat dalam bernegara. Penguatan civil society harus diupayakan dengan jalan, pertama menciptakan kebebasan berpendapat bagi setiap warganya. masyarakat harus disediakan tempat beradu gagasan dalam rangka eksplorasi hak-haknya yang dalam bahasa gerakan kita dering disebut dengan free market of ideas. Kedua, peningkatan sumber daya masyarakat. Dengan meningkatnya sumber daya masyarakat akan berimplikasi pada kualitas dirinya dan menunjang kemandirian dalam kehidupannya.

Menurut jurgen habermas, arah pembangunan civil society harus dimulai dari pemberdayaan individu ataupun kolektif sehingga mampu melakukan transaksi wacana dan praksis politik tanpa mengalami distorsi atau kekhawatiran-kekhawatiran. Ini artinya juga masyarakat sipil juga bisa berarti ruang dimana masyarakat mempunyai akses sepenuhnya terhadap semua kegiatan publik. Tapi permasalahanya sekarang adalah seberapa besar peran masyarakat dalam menentukan kegiatan publiknya atau seberapa banyak akses yang didapatkan masyarakat publik?. Hampir semua kebijakan atas publik, masyarakat kita tidak memperoleh akses yang besar dalam menyuarakan aspirasinya dalam rangka tranformasi hak-haknya. Disinilah letak ruh gerakan mahasiswa yang harus dijadikan mainstream gerakan.

Melihat realitas, maka selayaknyalah mahasiswa mulai menata kembali pilihan gerakannya. karena sisi lain mahasiswa sebagai kaum intelektual dan generasi penerus bangsa, mahasiswa mempunyai tanggungjawab sosial dalam mengawal perubahan sosial(agent of sosial control). Pengabdian kita pada pembangunan sosial kemasyarakatan akan menciptakan masyarakat kita menjadi bangsa yang kuat dan mandiri. Dalam oraganisasi kita(baca, PMII) hal itu menjadi pilihan paradigma gerakan yang harus selalu termanifestasikan dalam setiap langkah dan gerakan kita. Disetiap forum diskusi menyangkut tanggungjawab kita sebagai mahasiswa, menjadi bahan ghazwah al-fikr dan movement caracter institusion. Seandainya kita sebagai kader pergerakan keluar dan mengingkari hal itu maka PMII tidak segan menganggap kader tersebut “laisa min al-PMII “.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: