Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan

Kaderisasi Putri Ngalah


Wachyuni – Entah berapa kali saya pribadi sering brebes mili ketika ingat kalau dulu kader putri PMII Ngalah itu sering kali berkumpul, walau hanya sekedar guyonan, yang lanjutnya dapat membentuk rapatan barisan untuk menyolidkan kondisi struktural. Namun akhir-akhir ini belum lagi kujumpai hal-hal semacam itu, kuharap ini bukan hanya sekedar kenangan, akan tetapi kenangan yang bisa diwariskan. Hari ini kesekian kalinya saya silaturrohim ke Ngalah, dan melihat saat ini kader putri lagi disibukkan dengan ngaji di pesantren.

Mungkin ini adalah harapan yang tersimpan jauh di hirupan benak nafas PMII yang membesarkan saya, dalam kado ultah-nya PMII yang ke 47, dan umur Pergerakan Mahasiswa Islam Komisariat Ngalah yang kurang lebih sewindu.

Terkadang memang perlu kita menengok ke belakang untuk melihat sekilas bagaimana kondisi dulu, agar kondisi saat ini lebih bisa dipandang dan tercium aroma wangi gerakan serta pemikirannya.

Unik sekali sebetulnya kalau kita telaah kritis bahwa sisi letak kondisi PMII Ngalah yang berada di wilayah pesantren besar, akan tetapi masih memberikan ruang waktu untuk bergerak aktif implementatif di organisasi, lebih-lebih di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, karena secara tidak langsung gerakan Islam Indonesia adalah sejalan dengan arah tujuan pondok pesantren itu sendiri, juga nilai-nilai aswaja dan NDP yang sebagai rumusan dasar yang tidak bisa ditawar lagi adalah bagian dari hal ihwal prilaku Kanjeng Romo Al Mukarrom As-Syaikh Al-Haj Muhammad Sholeh Bahruddin Kalam selaku pendiri, penggerak dan pengasuh pondok pesantren Ngalah.

Kondisi pesantren yang katanya membikin serimpet langkah kader putri mungkin sedikit banyak kita akui, akan tetapi dalam hal ini kita tidak boleh memandang sebelah mata, karena ngomong soal pesantrennya begitulah pendidikannya, disamping selesai sekolah ya ngaji di serambi-serambi, lalu disamping mereka ngaji, keluar masuk pesantren santri harus sungkem sama pengasuh, ya kadang-kadang boleh keluar, kadang-kadang juga tidak boleh. Sedangkan santri putri itu juga anggota, kader, bahkan fungsionaris PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

Dalam kilas pandang mata saya saat ini, kader putri PMII Ngalah lagi gak enak dewe, mereka lagi perasaan yang itu adalah bisa dinilai stereotiph. Lagi tidak pede dengan bajunya sendiri, mudah-mudahan ini bukan su’udzon saya, hanya analisa riil yang terbangun menjadi opini saja kali????????? Oke lah kita memang menggunakan etika pesantren dalam melaksanakan hal apapun, namun etika pesantren itu bukan etika yang pasif, akan tetapi etika yang dituntut aktif mengoperasionalkan organ kita sebagai hamba dan kholifah. Kalau saja organ kita sebagai manusia tidak difungsikan, dalam hal ini adalah akal pikir kita yang tidak boleh tidur, bagaimana kemudian cita-cita luhur PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) akan terbangun, bagaimana kemudian teori gender partisipatoris menjadi wujud nyata, lha wong kita menganggap etika pesantren itu adalah nopo terose pimpinan. Perlu dibedakan juga sikap tawadzu’ sama sikap optimis, kalau terhadap semua memang kita mempunyai sangu tawadzu’ untuk melangsungkan dan melanggengkan nilai hak asasi manusia yang paling asasi, karena tawadzu’ itu adalah kita menghormati yang besar dan menyayangi minoritas, bagaimanapun yang punya jabatan itu sudah selayaknya dihormati, soal yang dilakukan dan yang dibicarakan adalah benar salah, itu adalah manusiawi yang tidak keluar dari lingkaran kurang dan lebih, begitu juga sebaliknya yang tua, yang punya jabatan tinggi, yang mempunyai massa banyak harus memberi perlindungan bagi mereka yang minoritas, menuntun langkah mereka yang kurang mengerti bagi siapa saja yang mengerti, mengajak mereka yang tidak bisa aktif bagi siapa saja yang aktif buangngnget!!!!!. Baju yang dipakai adalah kekeluargaan, karena dalam sikap kekeluargaan inilah akan timbul sikap saling menghormati kekurangan dan kelebihan, ini adalah nilai yang tersirat dari sikap tawadzu’, bukan sikap pesimistis yang membelenggu. Akan tetapi menyadari peran serta posisi yang proporsional dan profesional.

Maka dalam hal ini peran kader putri juga harus disadari, bagaimana celah waktu untuk bisa dimanfaatkan di organisasi, selain kegiatannya adalah mengaji. Meluangkan waktu di organisasi juga tidak boleh hanya sekedar ditafsiri aktif mampir di base camp komisariat, namun jauh dari itu pikiran mereka harus menjadi keseimbangan gerakan. Masak santri putri itu kadang kena lebel langkahnya serimpet terus pikiran mereka juga ikut serimpet, kalau gini bisa malu ketua komisariat dan senior-seniornya bahkan pengasuh pondok pesantrennya. Ya keseimbangan pendidikan santri itu kan sudah lebih daripada yang tidak mondok, gitu masak masih saja males berfikir, diskusi, ngatur strategi????? Lha wong sudah biasa tiap harinya sekolah macam-macam, dan ngaji kitab yang macam-macam kajiannya.

Oke lah kader putri PMII Ngalah, ini bukan ngledek, namun kiprah aktif secara jasad dan rohani itu sudah dinantikan. Kita ini jangan menganggap bahwa saat sudah ada di base camp komisariat itu sudah keaktifan kita, jauh dari itu hal yang tersirat harus disadari secara konprehensif dan esensial bahwa ketika mampir dimanapun kita berkumpul dengan bagian warga PMII dimanapun, kapanpun, bagaimanapun, kita masih segar berfikir untuk melangsungkan langkah PMII, ya biarpun itu di serambi masjid PP. Ngalah, selain tabarukan juga ngomong keilmuan.

Organisasi itu sudah kita kenal cukup lama, baik tujuan, makna organisasi itu sendiri, bahkan kita ini sudah nglenthek yang namanya organisasi dan unsur-unsurnya, jelas dalam organisasi itu kita melangkahnya menggunakan pijakan konstitusi, kebijakan, permusyawaratan, keputusan, maka jelas di organisasi itu tidak berjalan dengan perasaan. Perasaan dan hati diperlukan untuk saling menghargai perbedaan, mencari titik tengah ketika terjadi ketidak seimbangan, lapang hati saat ide kita tidak di setujui. Cobalah mengerti bahwa organisasi itu adalah belajar menempa hidup, maka begitulah hidup, mungkin kita sudah matang secara teory bahwa hidup itu cukup warna warni, apalagi pelaku kehidupannnya. Karena dalam organisasi kita mempunyai tujuan bersama yang sama, sedang pelaku organisasinya adalah tidak sama, maka dalam hal ini konstitusilah yang kita pegang dalam berjalan bersama, tidak kemudian yang sesuai dengan karakter atau yang bisa sabar menyikapi karakter diri kita yang bisa diajak jalan bersama. Menjadi pelaku organisasi yang semacam ini tidaklah mudah, cenderung memang kita ini senang dengan fungsionaris organisasai yang sejalan, namun lagi-lagi jangan memandang sebelah mata, bahwa ternyata setiap manusia itu mempunyai kelebihan yang berbeda, dan dalam keberbedaan itulah akan timbul kelengkapan langkah menuju tujuan yang diharapkan bersama dalam organisasi.

Begitu juga dalam perbedaan laki-laki dan perempuan, kita juga tidak bisa menggebyah uyah bahwa perempuan itu pikirannya glethek ae, atau sebaliknya bahwa laki-laki itu sak karepe dewe ae, kesemuanya adalah memilki kelebihan dan kekurangan yang bisa diakomodir menjadi kesempurnaan bersama. Inilah barangkali yang dimaksud gender partisipatoris yang ditemukan teorinya oleh mantan ketua KOPRI PMII “Khofifah Indar Parawansah”.

Kenapa kita ini harus optimis bahwa meskipun komisariat kita ini adalah bernaung di pondok pesantren tetap harus harus konstruktif???? Lagi-lagi kita ini jangan buta sejarah, dan buta peta, bahwa tubuh segar PMII ini tidak pernah lepas dari yang namanya pesantren, embrio besar PMII itu ya pesantren, makanya PMII itu juga harus membesarkan pesantren secara kualitas, kuantitas, profesionalisme humanis, biar tidak ngisin-ngisini pengasuh pondok pesantrennya. Meski kadang orang-orang PMII itu bukan santri tapi guru-guru mereka adalah Kyai, itu sama saja santri, hanya saja gak pernah mondok, kalau kita bikin antisipasi yang bergengsi “mosok yang mondok kalah dengan yang gak mondok”.

Beginilah mungkin yang bisa ditulis untuk menggelitik segala apa yang terjadi di segala aktifitasnya, ini adalah dalam rangkah ulang tahun PMII yang ke 47 untuk kader putri Ngalah. Semogalah ……. Bersemi tunas tunas PMII.

Comments on: "Kaderisasi Putri Ngalah" (13)

  1. yo wes aku ngomong seng apik wahe, soale aku wingi kenek kritik ?? jarene ngomonge gak oleh seng nyeleneh
    PMII JOOSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS
    WES A LEGO TAH ATI NE

  2. oh iyo iki teros di pantau tah, aku lho gak wero lek iki teros di delok

  3. inilah kami wahai PMII
    satu angkatan dan satu jiwa
    putera bangsa bebas merdeka
    tangan terkepal dan maju kemuka

  4. Wachyuni – Entah berapa kali saya pribadi sering brebes mili ketika ingat kalau dulu kader putri PMII Ngalah itu sering kali berkumpul, walau hanya sekedar guyonan, yang lanjutnya dapat membentuk rapatan barisan untuk menyolidkan kondisi struktural. Namun akhir-akhir ini belum lagi kujumpai hal-hal semacam itu, kuharap ini bukan hanya sekedar kenangan, akan tetapi kenangan yang bisa diwariskan. Hari ini kesekian kalinya saya silaturrohim ke Ngalah, dan melihat saat ini kader putri lagi disibukkan dengan ngaji di pesantren.

    Mungkin ini adalah harapan yang tersimpan jauh di hirupan benak nafas PMII yang membesarkan saya, dalam kado ultah-nya PMII yang ke 47, dan umur Pergerakan Mahasiswa Islam Komisariat Ngalah yang kurang lebih sewindu.

    Terkadang memang perlu kita menengok ke belakang untuk melihat sekilas bagaimana kondisi dulu, agar kondisi saat ini lebih bisa dipandang dan tercium aroma wangi gerakan serta pemikirannya.

    Unik sekali sebetulnya kalau kita telaah kritis bahwa sisi letak kondisi PMII Ngalah yang berada di wilayah pesantren besar, akan tetapi masih memberikan ruang waktu untuk bergerak aktif implementatif di organisasi, lebih-lebih di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, karena secara tidak langsung gerakan Islam Indonesia adalah sejalan dengan arah tujuan pondok pesantren itu sendiri, juga nilai-nilai aswaja dan NDP yang sebagai rumusan dasar yang tidak bisa ditawar lagi adalah bagian dari hal ihwal prilaku Kanjeng Romo Al Mukarrom As-Syaikh Al-Haj Muhammad Sholeh Bahruddin Kalam selaku pendiri, penggerak dan pengasuh pondok pesantren Ngalah.

    Kondisi pesantren yang katanya membikin serimpet langkah kader putri mungkin sedikit banyak kita akui, akan tetapi dalam hal ini kita tidak boleh memandang sebelah mata, karena ngomong soal pesantrennya begitulah pendidikannya, disamping selesai sekolah ya ngaji di serambi-serambi, lalu disamping mereka ngaji, keluar masuk pesantren santri harus sungkem sama pengasuh, ya kadang-kadang boleh keluar, kadang-kadang juga tidak boleh. Sedangkan santri putri itu juga anggota, kader, bahkan fungsionaris PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

    Dalam kilas pandang mata saya saat ini, kader putri PMII Ngalah lagi gak enak dewe, mereka lagi perasaan yang itu adalah bisa dinilai stereotiph. Lagi tidak pede dengan bajunya sendiri, mudah-mudahan ini bukan su’udzon saya, hanya analisa riil yang terbangun menjadi opini saja kali????????? Oke lah kita memang menggunakan etika pesantren dalam melaksanakan hal apapun, namun etika pesantren itu bukan etika yang pasif, akan tetapi etika yang dituntut aktif mengoperasionalkan organ kita sebagai hamba dan kholifah. Kalau saja organ kita sebagai manusia tidak difungsikan, dalam hal ini adalah akal pikir kita yang tidak boleh tidur, bagaimana kemudian cita-cita luhur PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) akan terbangun, bagaimana kemudian teori gender partisipatoris menjadi wujud nyata, lha wong kita menganggap etika pesantren itu adalah nopo terose pimpinan. Perlu dibedakan juga sikap tawadzu’ sama sikap optimis, kalau terhadap semua memang kita mempunyai sangu tawadzu’ untuk melangsungkan dan melanggengkan nilai hak asasi manusia yang paling asasi, karena tawadzu’ itu adalah kita menghormati yang besar dan menyayangi minoritas, bagaimanapun yang punya jabatan itu sudah selayaknya dihormati, soal yang dilakukan dan yang dibicarakan adalah benar salah, itu adalah manusiawi yang tidak keluar dari lingkaran kurang dan lebih, begitu juga sebaliknya yang tua, yang punya jabatan tinggi, yang mempunyai massa banyak harus memberi perlindungan bagi mereka yang minoritas, menuntun langkah mereka yang kurang mengerti bagi siapa saja yang mengerti, mengajak mereka yang tidak bisa aktif bagi siapa saja yang aktif buangngnget!!!!!. Baju yang dipakai adalah kekeluargaan, karena dalam sikap kekeluargaan inilah akan timbul sikap saling menghormati kekurangan dan kelebihan, ini adalah nilai yang tersirat dari sikap tawadzu’, bukan sikap pesimistis yang membelenggu. Akan tetapi menyadari peran serta posisi yang proporsional dan profesional.

    Maka dalam hal ini peran kader putri juga harus disadari, bagaimana celah waktu untuk bisa dimanfaatkan di organisasi, selain kegiatannya adalah mengaji. Meluangkan waktu di organisasi juga tidak boleh hanya sekedar ditafsiri aktif mampir di base camp komisariat, namun jauh dari itu pikiran mereka harus menjadi keseimbangan gerakan. Masak santri putri itu kadang kena lebel langkahnya serimpet terus pikiran mereka juga ikut serimpet, kalau gini bisa malu ketua komisariat dan senior-seniornya bahkan pengasuh pondok pesantrennya. Ya keseimbangan pendidikan santri itu kan sudah lebih daripada yang tidak mondok, gitu masak masih saja males berfikir, diskusi, ngatur strategi????? Lha wong sudah biasa tiap harinya sekolah macam-macam, dan ngaji kitab yang macam-macam kajiannya.

    Oke lah kader putri PMII Ngalah, ini bukan ngledek, namun kiprah aktif secara jasad dan rohani itu sudah dinantikan. Kita ini jangan menganggap bahwa saat sudah ada di base camp komisariat itu sudah keaktifan kita, jauh dari itu hal yang tersirat harus disadari secara konprehensif dan esensial bahwa ketika mampir dimanapun kita berkumpul dengan bagian warga PMII dimanapun, kapanpun, bagaimanapun, kita masih segar berfikir untuk melangsungkan langkah PMII, ya biarpun itu di serambi masjid PP. Ngalah, selain tabarukan juga ngomong keilmuan.

    Organisasi itu sudah kita kenal cukup lama, baik tujuan, makna organisasi itu sendiri, bahkan kita ini sudah nglenthek yang namanya organisasi dan unsur-unsurnya, jelas dalam organisasi itu kita melangkahnya menggunakan pijakan konstitusi, kebijakan, permusyawaratan, keputusan, maka jelas di organisasi itu tidak berjalan dengan perasaan. Perasaan dan hati diperlukan untuk saling menghargai perbedaan, mencari titik tengah ketika terjadi ketidak seimbangan, lapang hati saat ide kita tidak di setujui. Cobalah mengerti bahwa organisasi itu adalah belajar menempa hidup, maka begitulah hidup, mungkin kita sudah matang secara teory bahwa hidup itu cukup warna warni, apalagi pelaku kehidupannnya. Karena dalam organisasi kita mempunyai tujuan bersama yang sama, sedang pelaku organisasinya adalah tidak sama, maka dalam hal ini konstitusilah yang kita pegang dalam berjalan bersama, tidak kemudian yang sesuai dengan karakter atau yang bisa sabar menyikapi karakter diri kita yang bisa diajak jalan bersama. Menjadi pelaku organisasi yang semacam ini tidaklah mudah, cenderung memang kita ini senang dengan fungsionaris organisasai yang sejalan, namun lagi-lagi jangan memandang sebelah mata, bahwa ternyata setiap manusia itu mempunyai kelebihan yang berbeda, dan dalam keberbedaan itulah akan timbul kelengkapan langkah menuju tujuan yang diharapkan bersama dalam organisasi.

    Begitu juga dalam perbedaan laki-laki dan perempuan, kita juga tidak bisa menggebyah uyah bahwa perempuan itu pikirannya glethek ae, atau sebaliknya bahwa laki-laki itu sak karepe dewe ae, kesemuanya adalah memilki kelebihan dan kekurangan yang bisa diakomodir menjadi kesempurnaan bersama. Inilah barangkali yang dimaksud gender partisipatoris yang ditemukan teorinya oleh mantan ketua KOPRI PMII “Khofifah Indar Parawansah”.

    Kenapa kita ini harus optimis bahwa meskipun komisariat kita ini adalah bernaung di pondok pesantren tetap harus harus konstruktif???? Lagi-lagi kita ini jangan buta sejarah, dan buta peta, bahwa tubuh segar PMII ini tidak pernah lepas dari yang namanya pesantren, embrio besar PMII itu ya pesantren, makanya PMII itu juga harus membesarkan pesantren secara kualitas, kuantitas, profesionalisme humanis, biar tidak ngisin-ngisini pengasuh pondok pesantrennya. Meski kadang orang-orang PMII itu bukan santri tapi guru-guru mereka adalah Kyai, itu sama saja santri, hanya saja gak pernah mondok, kalau kita bikin antisipasi yang bergengsi “mosok yang mondok kalah dengan yang gak mondok”.

    Beginilah mungkin yang bisa ditulis untuk menggelitik segala apa yang terjadi di segala aktifitasnya, ini adalah dalam rangkah ulang tahun PMII yang ke 47 untuk kader putri Ngalah. Semogalah ……. Bersemi tunas tunas PMII.

  5. hallo selamat malam

  6. Manusia adalah mahluk sosial, disamping Sandang, pangan, dan Papan sebagai kebutuhan utamanya, maka sebagai mahluk sosial manusia membutuhkan untuk berkomunikasi diantara sesamanya sebagai kebutuhan utamanya untuk dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
    Maka mulailah manusia mencari dan menciptakan sistem dan alat untuk saling berhubungan tersebut, mulai dari melukis bentuk (menggambar) di dinding gua, isyarat tangan, isyarat asap, isyarat bunyi, huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet.

  7. Professional Certification Program (PCP)

    lSuatu Program yang memberikan keahlian professional dan

    pengakuan international dalam waktu 1 – 2 tahun

    l

    Artikel Lainnya (High Information Training )

    Professional Application Developer

    lSiswa akan dibekali dengan kemampuan untuk memahami logika dalam pemrograman dan menggunakan bahasa pemograman untuk membuat software aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

    lMasa Studi : 1 Tahun Akademik
    lPeluang Kerja : Professional Programmer, Applicantion Developer, IT Development Staff

    Daftar Mata Kuliah

    Professional System Administrator

    lSiswa akan dibekali beragam ilmu tentang merancang suatu jaringan computer di suatu perusahaan. Dengan berfokus kepada Microsoft Windows Server, para siswa juga akan mempelajari bagaimana mengatasi trouble shooting dalam jaringan perusahaan dan bagaimana cara menangani dan memelihara network computer perusahaan tersebut.

    lMasa Studi : 1 Tahun Akademik
    lPeluang Kerja : System Administrator, Network Administrator, System Integrator, IT Support Staff

    Daftar Mata Kuliah

    Professional Graphic Design
    lSiswa dipersiapkan sebagai desainer grafis yang siap terjun dalam dunia kerja. Siswa akan dibekali dengan program dasar sehingga siswa mampu menghasilkan desain dengan konsep sesuai dengan market yang dituju. Program ini mengkombinasikan antara teknis desain grafis dan bisnis.

    lMasa Studi : 1 – 2 Tahun Akademik
    lPeluang Kerja : Animator, Photo Editor, Advertising, Audio-Visual Editor, Art & Creative, Graphic Designer

    Daftar Mata Kuliah

    Professional IT Accounting
    lSiswa akan dibekali pelatihan sertifikasi profesional untuk memasuki dunia bisnis. Sebagai awalan dalam bidang administrasi perusahaan, sangatlah penting bagi siswa untuk memahami konsep utama administrasi dan akutansi. Program ini juga mempersiapkan dasar yang kuat dengan berbagai macam praktek untuk bekal siswa memasuki dunia nyata

    lMasa Studi : 1 Tahun Akademik
    lPeluang Kerja : Administration Officer, Assistant Accountant, Warehouse Administrator, Purchasing Officer, Book-keeper

    Daftar Mata Kuliah

    Informasi Pendaftaran
    Waktu Kuliah : Kelas Siang dan Kelas Sore
    Kuliah dimulai 10 September 2007
    Perioda Pendaftaran
    Gelombang I
    Pembelian Formulir dan Pendaftaran USM : 5 Maret 2007 – 13 Juli 2007
    Pelaksanaan Ujian Saringan Masuk (USM) : 14 Juli 2007
    Gelombang II
    Pembelian Formulir dan Pendaftaran USM : 18 Juli 2007 – 24 Agustus 2007
    Pelaksanaan Ujian Saringan Masuk (USM) : 25 Agustus 2007

    Fasilitas
    Sertifikat Internasional dari Microsoft
    Kurikulum Asli Microsoft
    Maksimum jumlah peserta per kelas adalah 25 orang
    Tempat Terbatas
    Ruang Komputer ber AC
    1 Orang menggunakan 1 Komputer

    Informasi : promosi@itenas.ac.id

  8. 25 September 2006 (08.00 WIB) – 14 Oktober 2006 (18.00 WIB)

    Lokasi:

    Masjid Itenas

    Penyelenggara:

    Keluarga Muslim Itenas

    Penjelasan:

    KMI Itenas mengadakan kegiatan GEMA RAMADHAN 1427 H dengan tema “Raih Cinta Dengan Nikmat Beribadah, Gali Hati Dengan Iman Yang Sejati Dan Penuh Arti Mengharapkan Ridho Ilahi” Nama dan Betuk Kegiatan :

    Acara Rutin
    1. Ta’jil 2. Tarawih 3. Obrolan Menjelang Berbuka 4. Bazar
    Acara Insidental
    1 Semarak Bulan Ramadhan (Tabligh Akbar) 2. Ifthor on the road 3. Buka bareng adik asuh + mabit
    Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu pelaksanan setiap hari selama bulan Ramadhan 1427 H dari tanggal 25 September – 13 Oktober 2006
    Menghadirkan : – Ustadz Muhammad Sobirin, S. Pd. – Ebith Beat A – Edcoustic + Javanue – Syafaq
    Agenda Terkini
    Bursa Kerja 2006/2007
    9 Januari 2007
    Oleh: Biro Kemahasiswaan & Alumni
    Gema Ramadhan 1427 H
    25 September 2006
    Oleh: Keluarga Muslim Itenas
    M-ITENAS ENGINE TUNE UP
    9 Desember 2006
    Oleh: Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin
    Juli 2007
    Bulan Lalu Sekarang Bulan Depan
    Mi Sen Sel Ra Ka Ju Sa
    1 2 3 4 5 6 7
    8 9 10 11 12 13 14
    15 16 17 18 19 20 21
    22 23 24 25 26 27 28
    29 30 31 1 2 3 4

    Agenda untuk tanggal :
    Silahkan pilih tanggal di atas
    Anda dapat melihat daftar agenda berdasarkan tanggal tertentu dengan memilih salah satu tanggal di kalender bagian atas yang mengandung link agenda.
    Tentang Situs IniKredit TimSangkalan ^Atas
    © 2005-2007 Institut Teknologi Nasional. Indonesia (ID). Seluruh hak cipta dilindungi.
    Itenasweb! mengacu kepada standar W3C: XHTML · XML · CSS
    Pencarian informasi oleh .

    Web ini digerakkan oleh
    Itenasweb.CMS dan Mic86.ITW.

  9. Gus Fuad Pimpin Pagar Nusa
    Sabtu, 21 Juli 2007 08:59:27

    [CyberPMII, Jakarta] KH Fuad Anwar (Gus Fuad) akhirnya memimpin Pengurus Pusat Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa (IPSNU PN) untuk periode 2007-2012. Dalam pemilihan yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (21/7) kemarin, dia berhasil mengungguli Suharbillah dengan 64 suara. Sedangkan Suharbillah sendiri hanya meraih 42 suara. 6 suara dari total 112 suara dinyatakan tidak sah.

    Komentar (0) Selengkapnya

    Surabaya Pusat Penampungan illegal logging
    Jum’at, 20 Juli 2007 07:05:30

    [CyberPMII, Jakarta] Menteri Kehutanan MS Kaban benar-benar sudah gerah melihata banyaknya kasus illegal logging di Indonesia. Menurutnya, Surabaya kini menjadi sebagai pusat penampungan kayu hasil pembalakan liar yang terbesar di Indonesia.

    Komentar (0) Selengkapnya

    NU ‘Perang’ terhadap Pembalakan Liar
    Jum’at, 20 Juli 2007 06:55:50

    [CyberPMII, Jakarta] Nahdlatul Ulama (NU) tak bisa memandang remeh masalah kerusakan lingkungan akibat pembalakan hutan secara liar (illegal logging). Untuk itu, organisasi terbesar di Indonesia itu akan terus mengkampanyekan ‘perang’ terhadap pembalakan liar). Komitmen tersebut terungkap dalam National Meeting dan Workshop bertajuk “Sinergi Pengelolaan Hutan Lestari dan Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Desa Hutan Berbasis Multistakeholders” di Hotel Santika, Jakarta, Jumat (20/7).

    Komentar (0) Selengkapnya

    Interpelasi Lapindo Dijegal Bamus DPR
    Kamis, 19 Juli 2007 22:09:11

    [CyberPMII, Jakarta] Berdalih Reses, Tunda Rapat Paripurna.

    Kekalahan telak kembali harus diterima para interpelator lumpur Lapindo. Kemarin rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR memutuskan menunda pembacaan usul interpelasi, yang seharusnya dilakukan hari ini, menjadi 21 Agustus.

    Komentar (2) Selengkapnya

    Kiai Hasyim Kumpulkan Tokoh Nasionalis
    Kamis, 19 Juli 2007 07:37:44

    [CyberPMII, Jakarta] Pro dan kontra soal amandemen UUD 45 ditanggapi serius oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Untuk itu, organisasi terbesar di Indonesia itu, Kamis (19/7) kemarin mengumpulkan tokoh-tokoh nasioanal yang pedulu terhadap UUD 45 dan konstitusi di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat.

    Komentar (0) Selengkapnya

    PBNU Ragu Arab Saudi Larang Garuda
    Kamis, 19 Juli 2007 07:31:02

    [CyberPMII, Jakarta] Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tidak percaya bila pemerintah Arab Saudi melakukan pencekalan terhadap maskapai penerbangan Garuda. Untuk itu, tidak perlu ada upaya untuk memboikot ibadah haji segala.
    Komentar (0) Selengkapnya

    PBNU-Pemerintah Bahas Kehutanan dan Lingkungan Hidup
    Selasa, 17 Juli 2007 19:54:12

    [CyberPMII, Jakarta] Kerusakan hutan dan lingkungan hidup menjadi perhatian serius Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pasalnya, berbagai musibah yang akhir-akhir ini menimpa bangsa Indonesia tak dapat lepas dari ulah tangan manusia yang masih gemar menebang serta merusak hutan dan lingkungan sekitar.

    Komentar (0) Selengkapnya

    Petani Tembakau Sumenep Resah
    Selasa, 17 Juli 2007 08:01:57

    [CyberPMII, Sumenep] petani madura, khususnya Sumenep, khawatir dengan hujan yang sudah tiga hari mengguyur tembakau mereka sejak sabtu siang.

    Tembakau yang sudah sampai satu bulan masa tanam dikhawatirkan akan rusak. Permintaan pasar (tonase) tahun ini meningkat (lihat data). Meski di satu sisi, hal itu akan meningkatkan harga tembakau pada panen tahun ini, hujan yang tak henti mengguyur akan merugikan mayoritas petani.

    Komentar (0) Selengkapnya

    Menag : Indonesia Bisa Tunda Kirim Jamaah Haji
    Selasa, 17 Juli 2007 05:24:15

    [CyberPMII, Jakarta]
    Merasa sama-sama punya kepentingan besar, tampaknya pemerintah Indonesia tidak ambil pusing atas kemungkinan Arab Saudi mengikuti jejak Uni Eropa (UE). Indonesia akan tangguhkan pengiriman jamaah haji.

    Komentar (0) Selengkapnya

    Maskapai Indonesia Dilarang Terbang ke Arab
    Selasa, 17 Juli 2007 05:10:21

    [CyberPMII, Jakarta]
    Arab Saudi kemungkinan akan mengikuti langkah Uni Eropa melarang seluruh maskapai penerbangan Indonesia terbang ke negaranya. Rencana pelarangan ini sudah disampaikan pemerintah Arab Saudi melalui surat kepada pemerintah Indonesia.

    Komentar (1) Selengkapnya

    ——————————————————————————–

    « Sebelumnya | Selanjutnya »

    08 Juni 2007 03:03:17
    Menggiring Arus: Model Gerakan PMII di Era Neoliberal

    Lihat arsip

    Selasa, 10 Juli 2007
    HIMBAUAN KEPADA PC/PKC SE-INDONESIA
    Rabu, 06 Juni 2007
    Pernyataan Sikap tentang Lebanon
    Rabu, 06 Juni 2007
    MENGGUGAT TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
    Sabtu, 19 Mei 2007
    MANIFESTO ISLAM INDONESIA PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
    Lihat Arsip

    « Juli 2007 »
    M S S R K J S
    1 2 3 4 5 6 7
    8 9 10 11 12 13 14
    15 16 17 18 19 20 21
    22 23 24 25 26 27 28
    29 30 31

    18 Juli 2007 01:32:25
    TNI, antara Pretorian dan Profesional

    10 Juli 2007 03:50:44
    KOMISI PEMILIHAN UMUM & PEMILU 2009

    06 Juli 2007 07:35:44
    Aristokrasi Demokrasi

    05 Juli 2007 05:33:05
    Pembangunan Politik di Negara baru (Pasca Kolonial)

    04 Juli 2007 01:21:25
    KPUD BANGKA BELITUNG KEMBALIKAN UANG NEGARA 6,5 MILYAR

    Lihat arsip

    Yakinkah Anda DCA (Defence Cooperation Agreement) Disusun Dengan Sunggu-sungguh Memperimbangkan Kedaulatan NKRI ?

    ——————————————————————————–
    Yakin
    Tidak Begitu Yakin
    Tidak Yakin
    Tak mau tau

    ——————————————————————————–
    Lihat Hasil

    Anda pengunjung ke : 60.823

    Lambaga Teknologi dan Informasi
    Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
    Jl. Salemba Tengah No. 57A, Jakarta Pusat
    Telp./ Fax.: +62 21 3920047

    © Januari 2007. All rights reserved. LTI PB PMII

  10. [CyberPMII] Pendahuluan
    Sejarah kehadiran militer (baca-TNI) Indonesia, tentu tidak terpisahkan dari realitas politik yang meyertainya. Apalagi menurut Morris Janowitj[1] bahwa karakteristik militer Indonesia . digolongkan pada ”tentara pembebasan nasional”. Karena keberadaannya berdasar atau bertumpu pada keberadaan laskar-laskar perjuangan rakyat Indonesia yang berjuang untuk melahirkan serta mempertahankan kemerdekaan. Kemudian dalam proses selanjutnya militer mengambil dan memainkan peran sekaligus fungsi strategis dalam membangun kekuasaannya di percaturan politik Indonesia hingga kini.
    Peran dan fungsi militer dalam politik Indonesia memang bermula pada 17 Oktober 1952 yaitu ketika militer menuntut Presiden Soekarno untuk membubarkan parlemen dan sepenuhnya mengambil alih kekuasaan pemerintahan.[2] Atas tuntutan dari militer tersebut yang oleh Soekarno direspon pada upaya membentuk Dewan Nasional pada Mei 1957, dimana dalam struktur keanggotaan Dewan Nasional tersebut merupakan representasi dari berbagai golongan dan wakil-wakil secara fungsional, termasuk di dalamnya wakil dari pejabat militer.

    Komentar (1) Selengkapnya

    KOMISI PEMILIHAN UMUM & PEMILU 2009
    Selasa, 10 Juli 2007 03:50:44

    [CyberPMII] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk lima anggota Tim Seleksi KPU dengan Keputusan Presiden Nomor 12/2007 tanggal 25 Mei 2007 (kompas, 4 Juni 2007). Tim tersebut bekerja membantu presiden untuk menyeleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU). Calon yang terpilih setelah melalui tahapan-tahapan seleksi, kemudian ditetapkan menjadi anggota KPU yang akan bertugas antara lain menyelenggarakan pemilu anggota DPR, DPD, DPRD, serta pemilu presiden dan wakil presiden pada tahun 2009. Tugas dimaksud secara jelas tertera dalam Pasal 8 (ayat 1 & 2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu.

    Dalam penyelenggaraan pemilu terdapat tiga hal penting yang menjadi tugas KPU, yaitu: Pertama, Pemutahiran data pemilih sebelum penetapan daftar pemilih. Terkait dengan itu, pemutahiran data pemilih memang dapat dilakukan melalui verifikasi data kependudukan yang sudah ada pada Biro Pusat Statistik (BPS) di kabupaten/kota. Namun akurasi data pemilih seringkali bermasalah, karena itu verifikasi data kependudukan yang ada pada BPS di kabupaten/kota hanya sebagai pedoman untuk membimbing petugas pendata pemilih. Dengan demikian KPU perlu menurunkan petugas khusus hingga tingkat RT/RW untuk mendapatkan data pemilih yang akurat, tentunya harus berkordinasi dengan aparat kelurahan/desa serta ketua RT/RW.
    Komentar (1) Selengkapnya

    Aristokrasi Demokrasi
    Jum’at, 06 Juli 2007 07:35:44

    [CyberPMII] Proses transisi demokrasi yang tengah berjalan di negeri ini, sejak reformasi politik 1998 lalu, oleh beberapa kalangan ditengarai tengah menjurus kepada apa yang disebut sebagai aristokrasi demokrasi. Tengaranya tampak beberapa elit politik acapkali mengaitkan dirinya dengan silsilah leluhurnya. Proses sristokrasi ini, dilakukan oleh para elit politik untuk mendapatkan dukungan pemilih atas dasar silsilah atau darah biru yang mengalir dalam dirinya.

    Komentar (4) Selengkapnya

    Pembangunan Politik di Negara baru (Pasca Kolonial)
    Kamis, 05 Juli 2007 05:33:05

    [CyberPMII] Pembangunan Politik bagi negara-negara baru yang muncul setelah tahun 1945-an menjadi pemikiran tersendiri, dimana keberadaannya secara politis tidak dapat terpisah pada proses perubahan-perubahan dan kepentingan politik global, terutama pada kepentingan “ideologisasi” pembangunan politik dari Negara kapitalis dan tuntutan kepada arah perubahan menuju pemerintahan yang demokratis. Juga terhadap pemaknaan kedaulatan negara baru yang independent, yang menjalankan kekuasaan politiknya tanpa intevensi dari pengaruh-pengaruh luar, tentu pada upaya memaknai negara sebagai bangunan kebangsaan yang kokoh.

    Komentar (2) Selengkapnya

    KPUD BANGKA BELITUNG KEMBALIKAN UANG NEGARA 6,5 MILYAR
    Rabu, 04 Juli 2007 01:21:25

    [CyberPMII] JIka ada hal-hal positif yang dilakukan oleh elit pemerintah, barangkali apa yang dilakukan oleh KPUD Bangka Belitung ini dapat di jadikan contoh. Saat oknum-oknum pejabat melakukan pemborosan dana anggaran, KPUD Bangka belitung justru menyederhanakan pembelanjaan logistic dalam pelaksanaan Pilkada sehingga KPUD Bangka Belitung dapat mengembalikan uang sisa anggaran sebesar 6,5 Milyar dari total anggaran Pilkad sebesar 23 Milyar Rupiah.
    Komentar (0) Selengkapnya

    Evaluasi Sembilan Tahun Desentralisasi dan Otonomi
    Selasa, 03 Juli 2007 10:36:07

    [CyberPMII] Kini, reformasi Indonesia sudah berjalan sembilan tahun. Reformasi tersebut terkait erat dengan berakhirnya kekuasaan rezim Orde Baru dan munculnya rezim demokrasi, yang secara formal ditandai dengan terselenggaranya pemilu demokratis 1999.

    Komentar (0) Selengkapnya

    “Berangkat dari Bawah: Sebuah catatan kecil terhadap “konsep ‘Paradigma’”
    Selasa, 03 Juli 2007 05:09:21

    [CyberPMII]
    Sahlul Fuad

    Suatu hari seorang mahasiswa berbincang dengan seorang alumni aktivis Pergerekan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Rupanya mahasiswa itu juga aktivis PMII. Mulanya dari obrolan tentang kegiatan PMII, berlanjut pada sebuah pertanyaan yang menggelitik, “Apa problem yang dihadapi PMII sekarang?” lalu terlontar jawaban singkat, “Ketidakkompakan, jalan sendiri-sendiri.” Sang senior sontak bertanya, “Sudah berapa usia PMII sekarang?” “47 tahun, pak.” jawabnya. “Berarti masalah yang dihadapi oleh PMII sejak empat puluh tahun yang lalu tidak bergeser sampai sekarang,” jawabnya.

    Sekilas gambaran di atas menyimpan sebuah pesan bahwa apa yang dibicarakan oleh tradisi kader PMII saat ini belum berkembang dibanding dengan yang dialami oleh kader PMII saat lalu. Persoalan PMII adalah persoalan orang-orang yang di dalamnya. Bukan PMII-nya. Karena PMII memang bukan mahluk hidup. Ia bukan pohon yang bisa tumbuh tinggi menjulang. Bukan pula hewan yang bisa berkembang biak. Tidak pula berpikir, karena ia bukan manusia. Ia adalah simbol yang bisa mengikat banyak orang untuk menyelesaikan pelbagai persoalan yang “ditemukan”. “Ditemukan” karena masalah itu lahir sejak dulu kala. Bukan “muncul” karena baru hadir. Persoalannya “mafhum mukhalafah” kata PMII sudah dianggap sebagai mahluk hidup yang bisa bergerak, tumbuh, dan berkembang. Fenomena apakah ini?
    Komentar (5) Selengkapnya

    Islam, Kependudukan Dan Lingkungan Hidup – Menatap
    Senin, 25 Juni 2007 03:47:40

    [CyberPMII] Pada saat ini, Dunia Islam tengah dicengkam oleh dua masalah hebat, yaitu ledakan kependudukan dan merosotnya secara drastis lingkungan hidup bangsa-bangsa yang mendiaminya. Kecuali di satu dua buah negara, negeri-negeri dengan jumlah besar penduduk beragama Islam masih dihadapkan kepada angka rata-rata kenaikan penduduk lebih 3% tiap tahun, bahkan masih ada yang angka rata-ratanya 4% ke atas. Bukan hanya itu, sejumlah pemimpin negeri-negeri tersebut, termasuk kepala-kepala pemerintahannya, justru mengambil sikap mengabaikan keluarga berencana (KB) dan dengan sengaja membawa bangsa-bangsa yang mereka pemimpin kepada acuan kenaikan rata-rata sangat besar hingga tahun 2000 nanti. Malaysia menginginkan melipatgandakan jumlah penduduknya menjadi lima kali lipat dalam dua sampai tiga dasawarsa mendatang. Mesir tidak berhasil membendung kenaikan jumlah penduduk, dengan konsentrasi penduduk dan jumlah sangat tinggi di daerah perkotaan (terutama dua kota besar Cairo dan Alexandria). Nigeria didera oleh ketidakmampuan menembus batas-batas kesukuan untuk membatasi kenaikan jumlah penduduk dalam angka rata-rata sangat tinggi. Hanya di Indonesia, Tunisia dan Bangladesh dapat dicapai hasil cukup menggemberikan, yaitu sekitar 2% kenaikan jumlah penduduk tiap tahunnya.

    Komentar (0) Selengkapnya

    EKONOMI ISLAM: Baru Sebuah Impian Dan Utopia
    Senin, 25 Juni 2007 03:41:16

    [CyberPMII] Terus terang, saya selama ini masih melihat gagasan `Ekonomi Islam` sebagai sesuatu yang serius. Bagi saya, gagasan itu belum beranjak dari utopia semula perekonomian berskala luas yang mampu mensejahterakan kehidupan warga masyarakat,melalui perangkat-perangkat dan mekanisme lengkap, yang membedakannya secara total dari perekonomian lain yang telah dikenal saat ini, kapitalisme dan sosialisme.
    Komentar (0) Selengkapnya

    Peranan Islam, Adat Dan Tradisi Intelektual MinangkabauDalam Kehidupan Berbangsa
    Senin, 25 Juni 2007 03:34:25

    [CyberPMII] Tidak dapat disangkal tradisi intelektual Minangkabau memegang peranan sangat penting dalam kehidupan bangsa kita selama paroh pertama abad ini. Hal itu dapat dilihat dalam sumbangan yang diberikan para budayawan, cendikiawan dan pemikir yang berasal dari ranah Minang dalam hampir semua bidang kehidupan. Hadirnya sastra prosa Indonesia modern ditandai oleh roman Siti Nurbaya. Bentuk pantun dalam puisi kita mengalami kematangan di tangan para penyair Minang. Pemikiran filosofis kita banyak dipengaruhi oleh perdebatan dan pertukaran pikiran para penulis esei dari daerah tersebut. Demikian pula pemikiran ideologis dari berbagai orientasi, dari yang Islamistik seperti dikembangkan M. Natsir hingga yang sosialistik dari Syahrir dan kerakyatan dari Tan Malaka, jelas merupakan alur-alur yang dirambah orang-orang Minang.

    Komentar (0) Selengkapnya

    ——————————————————————————–

    « Sebelumnya | Selanjutnya »

    08 Juni 2007 03:03:17
    Menggiring Arus: Model Gerakan PMII di Era Neoliberal

    Lihat arsip

    Selasa, 10 Juli 2007
    HIMBAUAN KEPADA PC/PKC SE-INDONESIA
    Rabu, 06 Juni 2007
    Pernyataan Sikap tentang Lebanon
    Rabu, 06 Juni 2007
    MENGGUGAT TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
    Sabtu, 19 Mei 2007
    MANIFESTO ISLAM INDONESIA PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
    Lihat Arsip

    « Juli 2007 »
    M S S R K J S
    1 2 3 4 5 6 7
    8 9 10 11 12 13 14
    15 16 17 18 19 20 21
    22 23 24 25 26 27 28
    29 30 31

    18 Juli 2007 01:32:25
    TNI, antara Pretorian dan Profesional

    10 Juli 2007 03:50:44
    KOMISI PEMILIHAN UMUM & PEMILU 2009

    06 Juli 2007 07:35:44
    Aristokrasi Demokrasi

    05 Juli 2007 05:33:05
    Pembangunan Politik di Negara baru (Pasca Kolonial)

    04 Juli 2007 01:21:25
    KPUD BANGKA BELITUNG KEMBALIKAN UANG NEGARA 6,5 MILYAR

    Lihat arsip

    Yakinkah Anda DCA (Defence Cooperation Agreement) Disusun Dengan Sunggu-sungguh Memperimbangkan Kedaulatan NKRI ?

    ——————————————————————————–
    Yakin
    Tidak Begitu Yakin
    Tidak Yakin
    Tak mau tau

    ——————————————————————————–
    Lihat Hasil

    Anda pengunjung ke : 60.827

    Lambaga Teknologi dan Informasi
    Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
    Jl. Salemba Tengah No. 57A, Jakarta Pusat
    Telp./ Fax.: +62 21 3920047

    © Januari 2007. All rights reserved. LTI PB PMII

  11. Pendidikan adalah kata yang tepat untuk menggambarkan ironi maha besar negeri ini, bagaimana tidak, pendidikan sebagai sebuah investasi sumber daya manusia, disepakati oleh semua pihak menjadi sebuah garapan yang sangat penting sampai-sampai UUD’45 mengamanatkannya dengan jelas dan gamblang bahwa pendidikan menjadi hak semua warga negara dan menjadi kewajiban negara dalam menyelenggarakannya.

    Namun disisi lain kita sangat prihatin dengan kenyataan yang ada di dunia pendidikan Indonesia, dimana ada pergeseran pada tingkatan sikap politik, konsep berpikir/paradigma pemerintah berkaitan dengan kurikulum pendidikan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan pasar. Realitas ini semakin merisaukan ketika dipamerkan fakta-fakta obyektif di lapangan (realitas dunia pendidikan nasional) sebagai dampak ikutan dari kebijakan ini.

    Belum terealisasinya anggaran pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi, menjadi salah satu penyebab lambatnya upaya mencerdaskan bangsa secara merata yang dilakukan oleh pemerintah, dimana masih banyak sesama kita yang belum berkesempatan untuk mengenyam pendidikan, namun ada kesenjangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan, kalaupun sudah berkesempatan untuk menikmati bangku pendidikan, namun ada kesenjangan tingkat kelayakannya antara satu sekolah dengan sekolah yang lain, bahkan antara satu daerah dengan daerah yang lain. Kalau mau jujur, ada kontradiksi antara kebijakan wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah dan sikap politik pemerintah dalam menyediakan anggaran pendidikan (20% dana APBN) dan kebijakan komersialisasi pendidikan melalui BHMN dan BHP yang berdampak pada pendidikan hanya dapat dinikmati oleh keluarga yang mampu secara ekonomi.

    Transparansi pengelolaan anggaran pendidikan juga penting untuk dibedah guna mengetahui seberapa jauh kepedulian pemerintah kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Pertanyaan kritisnya adalah, berapa persenkah dari 20% alokasi anggaran pendidikan yang langsung dimanfaatkan untuk operasionalisasi pendidikan? Dan berapa persen dari anggaran tersebut yang dikelola DIKNAS dan swasta dengan alasan peningkatan kualitas infrastruktur yang sangat berpeluang korup?

    Wajah lain dari dunia pendidikan kita adalah hadirnya lembaga-lembaga pendidikan (yang didukung pemerintah) yang tidak mempertimbangkan potensi sumber daya lokal, hal ini berdampak pada tidak meratanya kesejahteraan ekonomi.

    Dunia pendidikan bermutu yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan status murid dan letak geografis harus ditopang oleh terjaminnya kesejahteraan dosen dan guru, hal ini penting karena ini berbanding lurus dengan konsentrasi guru yang menjadi elemen penting dalam upaya mencapai tujuan mulia pendidikan.

    Ketika kecerdasan bangsa menjadi mimpi yang hendak digapai untuk mendongkrak martabat bangsa di mata dunia, maka pendidikan merupakan satu-satunya pintu masuk untk menggapai mimpi itu. Sejauh pengamatan kami sebagai kelompok muda kritis bangsa ini, realitas permasalahan diatas adalah potret pendidikan kita, untuk itu kami yang tergabung dalam kelompok mahasiswa “Menggugat tanggung jawab negara dalam penyelenggaraan pendidikan” di bangsa tercinta ini, menuntut:

    1. Tolak komersialisasi pendidikan
    2. Realisasi anggaran pendidikan 20%
    3. Pemerataan pendidikan bermutu
    4. Pendidikan berbasis sumber daya lokal
    5. Transparansi anggaran pendidikan
    6. Stop Politisasi pendidikan
    7. Tolak kekerasan di dunia pendidikan
    8. Tingkatkan kesejahteraan guru dan dosen

    Demikian tuntutan kami, kepada semua pihak yang terkait kami menuntut untuk secepatnya merealisasikan tuntutan tersebut.

    PB HMI, PB PMII, PP GMKI, PP PMKRI,
    PP HIKMAHBUDHI, PP KMHDI, PP GMNI

  12. iki selain arief gak ada to…….
    lha mbok sekli2 di promosikannn

  13. kowe ojo meneg wae PMII bergerak………….
    cari kontra posisi shabatttttttttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: