Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan


Chandra Wilwatikta Pandaan-Pasuruan adalah lokasi yang telah disepakati oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) sebagai tempat dilaksanakannya Muspimnas (Musyawarah Pimpinan Nasional) PMII pada 14-16 Desember 2006. Terlepas dari tendensi politik dibalik keputusan PB PMII menempatkan Muspimnas 2006 di jawa timur khususnya kabupaten Pasuruan, ada beberapa hal yang perlu kita cermati bersama karena sebagai kader PMII selayaknya kita memberi penilaian terhadap “petinggi PMII” dengan harapan kontribusi kita sebagai kader PMII membawa perubahan pada diri PMII dimasa yang akan datang. Dus, apa yang telah terjadi di arena muspimnas oleh sebagian kalangan dinilai bahwa PMII semakin kehilangan jati diri dan citranya.

Muspimnas di Pasuruan kali ini mengambil tema “Bergerak Bersama Menuju Tata Dunia Baru Yang Damai dan Berkeadilan”. Muspimnas adalah istilah teknis berdasarkan konstitusi PMII yang merupakan forum tertinggi dibawah Kongres dengan agenda utamanya yaitu merumuskan dan menetapkan ketetapan-ketetapan organisasi serta menetapkan peraturan-peraturan organisasi. Sebagai forum tertingi setelah kongres secara garis besar akan mengagendakan 4 hal, pertama, strategi networking dan strategi pengembangan organisasi. Kedua, strategi pengembangan kaderisasi, ketiga, peraturan-peraturan organisasi dan keempat, rekomendasi. Dalam perhelatan akbar inilah strategi dan langkah organisasi PMII masa datang dalam menghadapi pertarungan global (global fighting) akan ditentukan, dalam bentuk peraturan-peraturan internal organisasi maupun yang berupa kebijakan yang menyangkut external organisasi. Oleh karena itu ekskalasi dan eksistensi PMII mendatang bergantung pada keberhasilan PMII dalam membaca realitas global yang tentu saja dengan pisau kritisnya dan mentranformasikannya kedalam organisasi berupa peraturan dan ketetapan tersebut.

Sebagaimana yang telah terjadwal dalam schedule acara, hari pertama adalah penekanan kepada peguatan wacana kader PMII dengan para pakar dibidangnya( input pakar) kaliber nasional dan bahkan internasional dengan harapan akan membuka cakrawala wacana baru bagi kader PMII sehingga hal ini akan menambah kadar analisis kritis kader terhadap realitas. Sebagai mandataris kongres maka PB mempunyai tanggungjawab terhadap pengembangan kapasitas kader melalui tranformasi wacana aktual. Apa yang termaktub sebagai tanggungjawab mandataris kongres ternyata hal ini sangat kontradiktif dengan realitas di arena muspimnas karena sesi input pakar jika dinilai secara matematis, hanya 30% terlaksana. Seharusnya input pakar diisi oleh tokoh-tokoh besar yang memungkinkan kader PMII dapat berdialektika dengan mereka-baca;nasum-ternyata nasum yang diharapkan tidak dapat menghadiri acara seperti sahabati mutia hatta dan dan sahabat/i nasum yang lainnya. Dan bahkan sahabat yang kita kagumi dan kita serap pemikirannya Abdurrahman Wahid tidak dapat mengikuti acara.

Implikasi dari persoalan itulah yang mengakibatkan peserta muspimnas 2006 kali ini banyak yang berhamburan di arena chandra wilawatikta. Sebenarnya patut kita sayangkan acara yang seharusnya dapat meningkatkan kualitas ulul albab-nya kader PMII ternyata hanya sebagai ajang rekreasi (karena penulis tidak dapat menemukan kata yang pas untuk mengkilaskan kondisi pada saat itu) bagi para petinggi PMII. Lalu apa yang dilakukan oleh PB PMII kita pada saat itu, berkeliling lokasi (karena chandra wilwatikta memang dekat dengan area hijau) dengan “menikmati” gemerlapnya? Apakah PB Lengah dengan menyandang statusnya dan melupakan bahwa mereka menaungi ratusan ribu kader, tersebar di seluruh wilayah indonesia yang sebenarnya menunggu komando untuk segera bangkit demi bangsa indonesia yang sedang terpuruk disemua dimensi kehidupan masyarakatnya?

Ada dua hal yang perlu kita coba pikirkan bersama, pertama aspek internal organisasi dan kedua aspek eksternal organisasi. Aspek internal organisasi meliputi sistem dalam organisasi (software organization). Bila hal ini disebabkan oleh lemahnya sistem pengkaderan PMII di dalam membina dan mendistribusikan kadernya pada sruktural organisasi maka jelaslah sistem kita harus direkontruksi sehingga kader PMII benar-benar menjadi kader yang intelektual dan profesional sehingga kader yang menempati posisi pada level struktural adalah cermin kader yang ulul albab. Tetapi bila hal ini adalah kegagapan struktural PMII terhadap gesekan PMII dengan aktor-aktor politik yang mengakibatkan “pejabat” PMII terlena dengan arus kepentingan mereka, maka kita harus introspeksi diri kita karena bagaimanapun juga mereka adalah kader yang kita distribusikan menempati struktural organisasi. Sehingga dimasa mendatang (in the future) sebelum kader PMII menempati posisi struktural harus di screening dengan kualifikasi yang ketat, sehingga level struktural adalah cermin kualitas kader yang beriman, berilmu, cakap dan bertanggungjawab terhadap ilmu pengetahuannya.

Kedua adalah akibat eksternal organisasi, pengaruh globalisasi (global influence) yang mengahantui kehidupan mayarakat di seluruh dunia dengan cengkramannya sampai kepelosok desa dan bahkan “menghilangkan” batas negara atau masalah yang menghimpit bangsa kita seperti korupsi, reideologi bangsa dan sebagainya. Apabila hal ini yang mengakibatkan terpuruknya kader PMII sehingga kehilangan citra dan jati dirinya maka kader PMII secara nasional harus meningkatkan progresifitasnya memperkaya wacana yang aktual, penguatan atas pemihakan kita kepada rakyat yang terhegemoni oleh struktural sehingga mempertegas sikap oposisi kita kepada negara.

Sebagai kader harapan bangsa, selayaknyalah kita kader PMII mempersiapkan diri demi menyongsong masa depan bangsa indonesia yang lebih baik, bangsa yang kuat akan persatuannya, bangsa yang besar akan keanekaragamannya, bangsa yang maju akan ilmu pengetahuan dan teknologinya, bangsa yang makmur dengan memberi keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Maka mampukah kita mewujudkan hal tersebut bila kita terlena dan hanya mementingkan hal-hal yang menyenangkan pribadi kita?[Muhammad Syafiuddin Tohir]

Comments on: "MUSPIMNAS’06 : Ajang “REKREASI PETINGGI PMII”" (2)

  1. baik bos

  2. asslkum kaum intelek muda indonesia….mas/mbk yg ada dstuh khususna yang jdi pengurus pmii, mau tanya bagaimana cara bergabung pd organisasi ini, sbenernya apa tujuan inti dri organisasi PMII trsebut?? saya dri mhsiswa UPN jatim.Trimakasih Lez di e-mail Gheroparker@yahoo.co.id

    wasalam kum,,,,,,,,,,,,
    tetep semangat dan terus berjuang!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: