Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan

IMG-20171110-WA0044.jpgPurwosari – Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November, PMII Rayon Jaka Tingkir Universitas Yudharta Pasuruan gelar Lantunan Do’a untuk Pahlawan dalam kegiatan RTL MaPABa Raya ke-XX di gedung perkuliahan Universitas Yudharta Pasuruan, Jum’at 10/11/2017.

Kegiatan yang dimotori oleh puluhan kader dan anggota PMII Rayon Jaka Tingkir yang notabanenya adalah Mahasiswa Fakultas Agama Islam terlaksana dengan baik dan begitu khidmat. Bagaimanapun juga, kemerdekaan ini telah kita gapai atas jasa para Pahlawan yang telah mendahului kita. Kegiatan Do’a bersama untuk para Pahwalan ini diupayakan untuk meningkatkan jiwa spiritualitas para Kader PMII khususnya PMII Rayon Jaka Tingkir dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pahlawan.

Do’a bersama terasa begitu sakral dan sekaligus membuka RTL Perdana PMII Rayon Jaka Tingkir tersebut. “Harapan diadakannya RTL (Rencana Tindak Lanjut) setelah MaPABa, agar Sahabat/i anggota baru lebih mendalami ilmu yang sudah berikan ketika MaPABa, selain materi saja yang telah kita dapatkan di MaPABa agar diimplementasikan dengan praktek-praktek yang real” Ujar Sahabat Sihabudin selaku Ketua Rayon Jaka Tingkir dengan penuh harap.

DSC_1806.JPGTidak hanya itu, kegiatan ini juga diakhiri dengan pemotretan Foto seluruh anggota PMII Rayon Jaka Tingkir untuk pengadaan Kartu Tanda Anggota.

(Naya)

Iklan

IMG-20171029-WA0022.jpgPasuruan – Event Book Fair 2017 dengan tema “Membangun generasi cerdas” yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan ditutup dengan acara bedah buku “Surau Kami PMII”, Minggu 29/10/2017.

Acara yang diketahui berlangsung mulai Jum’at 27/10/2017 lalu berjalan dengan lancar dan ramai akan pengunjung. Selain itu, acara ini juga diisi dengan rentetan acara seperti bedah buku, yang salah satunya yaitu bedah buku Surau Kami PMII.

Buku antologi puisi pergerakan yang ditulis oleh Kader dan Alumni PMII Pasuruan ini merupakan buku antologi puisi PMII pertama di Indonesia.

Menariknya, acara bedah buku ini, diawali dengan pembacaan puisi yang langsung ditampilkan oleh penulis buku tersebut. Diketahui sejumlah nama, Qibti Ismail dengan judul puisinya Aku Tak Takut Tersesat, Khoiril-Diterik Mentari, Bagus Sulistyawan-Katakan Tidak, A. Afiful Karim-Bara Bintang Sembilan, Yovi Ade Irvan M.-Janji Kami, dan A. Thoifur Arif-Amanah Suci.

Dalam bedah buku puisi pergerakan ini, Makhfud Syawaludin bercerita ketertarikannya untuk menyusun buku tersebut. Karena menurutnya sangat menarik jika PMII Pasuruan yang mayoritas kadernya sangat berpotensi dalam menulis, mampu mencatatkan sejarah pembukuan Puisi Pergerakan pertama di Indonesia.

“Kami terinspirasi oleh Kader dan Alumni PMII Pasuruan yang pandai dalam menulis Puisi. Dan ini akan menjadi coretan sejarah PMII Pasuruan dalam membukukan Puisi Pergerakan pertama di Indonesia. Dari sekian banyak puisi yang ditulis dalam buku ini, menceritakan tentang cinta dan bangga berproses di PMII”.

Terdapat 4 Narasumber dalam acara bedah buku puisi pergerakan ini, 1. Makhfud Syawaludin (Penyusun), 2. Hasan Bashori (Salah satu penulis), 3. M. Rochim (Pemuda Pasuruan), 4. Dian (Karang Taruna Kab. Pasuruan). Dan dengan pemandu acara M. Ainul Yaqin (Kader PMII Ngalah) .

“Kita tidak selamanya di PMII, tapi selamanya kita akan berkhidmat pada PMII, dengan munculnya karya puisi di buku ini, merupakan bentuk khidmat kita pada PMII” tutur Rochim Domisioner Ketua Umum PC. PMII Pasuruan 2013-2014.

DSC_1577Pasuruan – Setelah sosialisasi Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi dilakukan pada 18/10/2017, PMII Pasuruan gaet pertemuan kedua Workshop Administrasi untuk pembentukan Tim Penyusun dan rancangan buku saku PMII Pasuruan di sekretariat PMII Komisariat Pancawahana Bangil, rabu 25/10/2017.

Dalam kegiatan ini, Sahabat Yovi selaku Sekretaris Umum PC. PMII Pasuruan mengatakan “Kegiatan Workshop Administrasi ini kita agendakan dalam 4 pertemuan, dengan rincian: 1. Sosialisasi PPTA (Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi), 2. Pembentukan Tim Penyusun buku saku PMII Pasuruan, 3. Pembuatan KTA (Kartu Tanda Anggota) PMII se-Pasuruan secara serentak, 4. Pembuatan website gratis”.

Sejumlah nama yang telah disepakati sebagai Tim Penyusun buku saku PMII Pasuruan Yovi Ade Irvan Maulana (PC. PMII Pasuruan), Muhammad Ainul Yaqin (PMII Komisariat Ngalah), Ahmad Kholil (PMII Komisariat Salahuddin), Nurul Qomariyah (PMII Komisariat Pancawahana), Febriana (PMII Komisariat Pancawahana), M. Syafi’i (PMII Komisariat Al-Yasini), Nur Kholis (PMII Komisariat Merdeka), Muchamad Saifudin (PMII Komisariat Tarbiyah) dan Selamet (PMII Komisariat Dewantara).

Sementara dalam kurun waktu 10 hari kedepan Tim Penyusun akan melakukan pencarian sumber data sebagai bahan penyusunan buku tesebut.

“Selain itu, segera dilakukan juga pembuatan KTA di seluruh tingkatan pengurus PMII se-Pasuruan sampai 10/11/2017 nanti” pungkas Sahabat Yovi.

_20171017_161110.JPGPasuruan – Usai melakukan advokasi krisis air di Kabupaten Pasuruan, PMII se-Pasuruan sudah Aksi Galang Dana serentak (05-08/10/2017) hingga Aksi Penyampaian aspirasi dilakukan, pagi (17/10/2017).

Aksi yang diawali di depan kantor DPRD Kab. Pasuruan, tidak mendapat respon penuh dari pihak birokrat. Faktanya, dalam aksi tersebut hanya mendapat tanggapan dari perwakilan anggota DPRD Kab. Pasuruan dan masih belum ada kejelasan terkait langkah strategis untuk menanggulangi bencana tersebut.

“Tidak ada unsur apapun dari pimpinan dan anggota dewan untuk tidak memenuhi aspirasi kalian. Sebenarnya penanggulangan bencana ini sudah terjadwal, namun saat ini Pimpinan dan anggota dewan sedang dinas di luar. Dan aspirasi kalian ini akan kami sampaikan kepada beliau, dan insyaAllah akan segera ditanggapi” papar sekretaris komisi 1 DPRD Kab. Pasuruan tersebut.

Seusai dari Kantor DPRD Kab. Pasuruan, Aksi damai dilanjut di depan Kantor Bupati Kab. Pasuruan. Disela-sela aksi berlangsung, Sahabat/i PMII mendapatkan izin dari pihak aparat untuk bertemu dan audiensi dengan pihak Pemerintah daerah, yang diwakili oleh Pengurus Cabang dan Ketua Komisariat se-Pasuruan. Namun, dalam pertemuan ini tidak ditangani langsung oleh bapak Irsyad Yusuf Bupati Pasuruan.

“Ada dana 40 milyar dari hasil sumber air Umbulan yang diturunkan oleh Pemerintah pusat, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pompa air di Kec. Lumbang dan daerah sekitarnya yang mengalami krisis air. Kesepakatan ini sudah diresmikan oleh Pemerintah daerah Pasuruan. Dan di bulan Oktober sampai Desember nanti dipastikan sudah ada perkembangan terkait pembangunan. Untuk proyek jangka panjangnya tahun 2018 sampai 2019, pemerintah daerah akan melakukan reboisasi sumber air Umbulan dan Banyubiru agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Pasuruan”, ungkap Sahabati Cenul selaku Korlap. Penyampaian ini berdasarkan hasil audiensi dengan perwakilan Pemerintah daerah bapak Nanang (Asisten 1), Kepala Dinas Cipta Karya, Kepala BPBD Pasuruan, dan Dinas Sosial.

Dirasa kurang puas dengan keputusan yang diperoleh dari staf Pemerintah daerah, sahabat/i PMII se-Pasuruan melanjutkan aksinya di depan Pendopo Kab. Pasuruan. Dengan harapan bapak Bupati dapat merespon langsung permasalahan ini di hadapan Sahabat/i PMII se-Pasuruan. Tapi kekecewaan terulang kembali, bapak Bupati Irsyad Yusuf sedang tidak berada di rumah dinasnya. Dari berbagai orasi yang disampaikan oleh perwakilan Komisariat, berharap agar bapak bupati untuk segera melakukan langkah strategis dalam permasalahan ini. “Kami berharap dalam waktu dekat ini bapak Bupati menjawab aspirasi yang kami sampaikan, jika tidak kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi untuk mengulang aksi ini di Kabupaten Pasuruan” tutur M. Ainul Yaqin selaku orator mewakili PMII Komisariat Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan.

Purwosari – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Karakter kelas XII di Madrasah Aliyah Darut Taqwa Sengonagung mulai hari selasa-kamis 10-12 Oktober 2017.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai simbolis kontrak kerjasama Madrasah Aliyah Darut Taqwa Sengonagung dengan Pengurus Komisariat PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan. Kontrak Kerjasama yang terikat sampai tahun 2022 tersebut, diresmikan pada saat penutupan kegiatan Pendidikan Karakter kelas XII di Ruang kelas XII IPA 2 mewakili Muhammad Imam Tantowi selaku Ketua Komisariat PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan dan Bapak M. Ali, M.Pd.I selaku Kepala Madrasah Aliyah Darut Taqwa Sengonagung.

Atas dasar tujuan yang telah disepakati, kegiatan ini diupayakan untuk menambah wawasan belajar siswa-siswi kelas XII dan dapat menginspirasi untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pengurus Komisariat PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan yang telah bersedia menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Karakter kelas XII ini, dan kami harap pengalaman dan wawasan yang ditranformasikan oleh Sahabat/i PMII, menjadi motivasi kepada siswa-siswi MA. Darut Taqwa Sengonagung untuk tetap semangat dalam belajar dan mampu meniru jejak-jejak perjuangannya nanti” ucap Abdul Qohar selaku WaKa Kesiswaan MA. Darut Taqwa Sengonagung.

Adapun materi-materi yang dipelajari dalam kegiatan tersebut: 1. Ke-YUDHARTA-an, 2. Analisis Diri dan Strategic Planning, 3. Analisis Sosial dan Revolusi Mental Santri, 4. Narkoba, 5. Jihad melawan korupsi, 6. Bedah film Sang Kiyai.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga akan ditindak lanjuti dengan adanya follow up 2 minggu sekali setelah kegiatan usai. “Kegiatan ini akan kami tindak lanjuti dalam 2 minggu sekali dalam satu bulan, untuk menekuni lebih jauh terkait materi yang telah disampaikan” pungkas Muhammad Ainul Yaqin selaku Pemateri Analisis sosial dan Revolusi mental santri.DSC_1513.JPG Baca entri selengkapnya »

Mengikuti perubahan situasi ekososbud hari ini, masalah disintegrasi Bangsa pun terlihat semakin pelik. Konflik-konflik sudah sangat nyata, dan semakin marak. Persitiwa-peristiwa yang menunjukkan perpecahan antar sesama anak bangsa ditenggarai menguatnya semangat fundamentalisme dan radikalisme.

Menyikapi situasi dan kondisi ini, generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) turut mengambil langkah kongkrit dengan mengadakan Parade Kebangsaan. Parade Kebangsaan tersebut dikemas dalam Kunjungan Kasih ke beberapa Pesantren di Jawa Timur dan Studi Wilayah tentang Gerakan Radikalisme dan Fundalisme. Kegiatan ini berlangsung pada 2 – 6 Oktober 2017.

Kunjungan Kasih diawali di Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin, 2 Oktober 2017. Kedatangan GMKI yang diwakili oleh Arnold L. Panjaitan, Korwil V Pengurus Pusat GMKI, diterima hangat oleh Pengasuh dan Pendiri Pondok Pesantren Ngalah, K.H. M. Sholeh Bahruddin. Selain itu, rekan organisasi Kelompok Cipayung, PMII Komisariat Ngalah Pasuruan turut hadir dalam acara tersebut.

Arnold L. Panjaitan menegaskan, Kegiatan Kunjungan Kasih seperti ini adalah usaha untuk menerobos sekat dan meningkatkan keterbukaan serta keharmonisan antar lintas Agama. Bhinneka Tunggal Ika mengharuskan seluruh elemen bangsa agar mebuka diri dan memahami satu sama lain. Ini akan mempermudah gerak langkah bersama dalam menghindarkan cengkraman egosentris yang melaahirkan radikalisme, fundamentalisme dan intolerasnsi. Karena kebaikan bersama di dalam persatuan dan kesatuan bangsa ada harga mati.

Juga, pada kesempatan tersebut, K.H. M. Sholeh Bahruddin yang adalah salah satu tokoh penggerak perdamaian antar agama di Jawa Timur, menekankan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah jati diri dan harga diri bangsa Indonesia. Sehingga perjuangan untuk merawat dan menjunjung Bhinekka Tunggal Ika tidak akan mengenal kata henti. Ulama yang penuh dengan kesahajaan dan kesederhanaan ini menambahkan, jika relasi sesama manusia harus dialaskan pada ‘lemek’ cinta dan kasih sayang. Tidak ada gunanya hidup jikalau tidak mengabdi untuk perwujudan perdamaian.

Melalui dialog urun pikir tentang polemik bangsa, serta diskusi berkaitan budaya inklusif di internal Islam dan Kristen yang diadakan hari ini,  simpul perdamaian di Indonesia, terkhusus di Jawa Timur akan semakin erat, lanjut aktivis gerakan yang mengkordinatori GMKI di Jawa Timur, Bali dan NTT ini.

Selain dialog dan urun pikiran, rombongan GMKI diajak untuk berkeliling dan mengamati kehidupan di dalam Pondok Pesantren yang mengangkat jargon pluralisme dan inklusivitas ini. Rombongan GMKI terlihat sangat menikmati keramahan dalam interkasi yang ditunjukkan oleh seluruh warga Pesantren.

GMKI sangat terinspirasi dengan kehidupan Pesantren yang damai, egaliter dan harmonis. GMKI berterima kasih banyak kepada pihak Pesantren Ngalah, Pasuruan. Semoga semakin banyak santri-santri hebat yang dilahirkan di Pesantren ini, tutup Arnold Panjaitan.l