Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan

_20171017_161110.JPGPasuruan – Usai melakukan advokasi krisis air di Kabupaten Pasuruan, PMII se-Pasuruan sudah Aksi Galang Dana serentak (05-08/10/2017) hingga Aksi Penyampaian aspirasi dilakukan, pagi (17/10/2017).

Aksi yang diawali di depan kantor DPRD Kab. Pasuruan, tidak mendapat respon penuh dari pihak birokrat. Faktanya, dalam aksi tersebut hanya mendapat tanggapan dari perwakilan anggota DPRD Kab. Pasuruan dan masih belum ada kejelasan terkait langkah strategis untuk menanggulangi bencana tersebut.

“Tidak ada unsur apapun dari pimpinan dan anggota dewan untuk tidak memenuhi aspirasi kalian. Sebenarnya penanggulangan bencana ini sudah terjadwal, namun saat ini Pimpinan dan anggota dewan sedang dinas di luar. Dan aspirasi kalian ini akan kami sampaikan kepada beliau, dan insyaAllah akan segera ditanggapi” papar sekretaris komisi 1 DPRD Kab. Pasuruan tersebut.

Seusai dari Kantor DPRD Kab. Pasuruan, Aksi damai dilanjut di depan Kantor Bupati Kab. Pasuruan. Disela-sela aksi berlangsung, Sahabat/i PMII mendapatkan izin dari pihak aparat untuk bertemu dan audiensi dengan pihak Pemerintah daerah, yang diwakili oleh Pengurus Cabang dan Ketua Komisariat se-Pasuruan. Namun, dalam pertemuan ini tidak ditangani langsung oleh bapak Irsyad Yusuf Bupati Pasuruan.

“Ada dana 40 milyar dari hasil sumber air Umbulan yang diturunkan oleh Pemerintah pusat, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pompa air di Kec. Lumbang dan daerah sekitarnya yang mengalami krisis air. Kesepakatan ini sudah diresmikan oleh Pemerintah daerah Pasuruan. Dan di bulan Oktober sampai Desember nanti dipastikan sudah ada perkembangan terkait pembangunan. Untuk proyek jangka panjangnya tahun 2018 sampai 2019, pemerintah daerah akan melakukan reboisasi sumber air Umbulan dan Banyubiru agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Pasuruan”, ungkap Sahabati Cenul selaku Korlap. Penyampaian ini berdasarkan hasil audiensi dengan perwakilan Pemerintah daerah bapak Nanang (Asisten 1), Kepala Dinas Cipta Karya, Kepala BPBD Pasuruan, dan Dinas Sosial.

Dirasa kurang puas dengan keputusan yang diperoleh dari staf Pemerintah daerah, sahabat/i PMII se-Pasuruan melanjutkan aksinya di depan Pendopo Kab. Pasuruan. Dengan harapan bapak Bupati dapat merespon langsung permasalahan ini di hadapan Sahabat/i PMII se-Pasuruan. Tapi kekecewaan terulang kembali, bapak Bupati Irsyad Yusuf sedang tidak berada di rumah dinasnya. Dari berbagai orasi yang disampaikan oleh perwakilan Komisariat, berharap agar bapak bupati untuk segera melakukan langkah strategis dalam permasalahan ini. “Kami berharap dalam waktu dekat ini bapak Bupati menjawab aspirasi yang kami sampaikan, jika tidak kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi untuk mengulang aksi ini di Kabupaten Pasuruan” tutur M. Ainul Yaqin selaku orator mewakili PMII Komisariat Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan.

Iklan

Purwosari – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Karakter kelas XII di Madrasah Aliyah Darut Taqwa Sengonagung mulai hari selasa-kamis 10-12 Oktober 2017.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai simbolis kontrak kerjasama Madrasah Aliyah Darut Taqwa Sengonagung dengan Pengurus Komisariat PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan. Kontrak Kerjasama yang terikat sampai tahun 2022 tersebut, diresmikan pada saat penutupan kegiatan Pendidikan Karakter kelas XII di Ruang kelas XII IPA 2 mewakili Muhammad Imam Tantowi selaku Ketua Komisariat PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan dan Bapak M. Ali, M.Pd.I selaku Kepala Madrasah Aliyah Darut Taqwa Sengonagung.

Atas dasar tujuan yang telah disepakati, kegiatan ini diupayakan untuk menambah wawasan belajar siswa-siswi kelas XII dan dapat menginspirasi untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pengurus Komisariat PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan yang telah bersedia menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Karakter kelas XII ini, dan kami harap pengalaman dan wawasan yang ditranformasikan oleh Sahabat/i PMII, menjadi motivasi kepada siswa-siswi MA. Darut Taqwa Sengonagung untuk tetap semangat dalam belajar dan mampu meniru jejak-jejak perjuangannya nanti” ucap Abdul Qohar selaku WaKa Kesiswaan MA. Darut Taqwa Sengonagung.

Adapun materi-materi yang dipelajari dalam kegiatan tersebut: 1. Ke-YUDHARTA-an, 2. Analisis Diri dan Strategic Planning, 3. Analisis Sosial dan Revolusi Mental Santri, 4. Narkoba, 5. Jihad melawan korupsi, 6. Bedah film Sang Kiyai.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga akan ditindak lanjuti dengan adanya follow up 2 minggu sekali setelah kegiatan usai. “Kegiatan ini akan kami tindak lanjuti dalam 2 minggu sekali dalam satu bulan, untuk menekuni lebih jauh terkait materi yang telah disampaikan” pungkas Muhammad Ainul Yaqin selaku Pemateri Analisis sosial dan Revolusi mental santri.DSC_1513.JPG Read the rest of this entry »

Mengikuti perubahan situasi ekososbud hari ini, masalah disintegrasi Bangsa pun terlihat semakin pelik. Konflik-konflik sudah sangat nyata, dan semakin marak. Persitiwa-peristiwa yang menunjukkan perpecahan antar sesama anak bangsa ditenggarai menguatnya semangat fundamentalisme dan radikalisme.

Menyikapi situasi dan kondisi ini, generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) turut mengambil langkah kongkrit dengan mengadakan Parade Kebangsaan. Parade Kebangsaan tersebut dikemas dalam Kunjungan Kasih ke beberapa Pesantren di Jawa Timur dan Studi Wilayah tentang Gerakan Radikalisme dan Fundalisme. Kegiatan ini berlangsung pada 2 – 6 Oktober 2017.

Kunjungan Kasih diawali di Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin, 2 Oktober 2017. Kedatangan GMKI yang diwakili oleh Arnold L. Panjaitan, Korwil V Pengurus Pusat GMKI, diterima hangat oleh Pengasuh dan Pendiri Pondok Pesantren Ngalah, K.H. M. Sholeh Bahruddin. Selain itu, rekan organisasi Kelompok Cipayung, PMII Komisariat Ngalah Pasuruan turut hadir dalam acara tersebut.

Arnold L. Panjaitan menegaskan, Kegiatan Kunjungan Kasih seperti ini adalah usaha untuk menerobos sekat dan meningkatkan keterbukaan serta keharmonisan antar lintas Agama. Bhinneka Tunggal Ika mengharuskan seluruh elemen bangsa agar mebuka diri dan memahami satu sama lain. Ini akan mempermudah gerak langkah bersama dalam menghindarkan cengkraman egosentris yang melaahirkan radikalisme, fundamentalisme dan intolerasnsi. Karena kebaikan bersama di dalam persatuan dan kesatuan bangsa ada harga mati.

Juga, pada kesempatan tersebut, K.H. M. Sholeh Bahruddin yang adalah salah satu tokoh penggerak perdamaian antar agama di Jawa Timur, menekankan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah jati diri dan harga diri bangsa Indonesia. Sehingga perjuangan untuk merawat dan menjunjung Bhinekka Tunggal Ika tidak akan mengenal kata henti. Ulama yang penuh dengan kesahajaan dan kesederhanaan ini menambahkan, jika relasi sesama manusia harus dialaskan pada ‘lemek’ cinta dan kasih sayang. Tidak ada gunanya hidup jikalau tidak mengabdi untuk perwujudan perdamaian.

Melalui dialog urun pikir tentang polemik bangsa, serta diskusi berkaitan budaya inklusif di internal Islam dan Kristen yang diadakan hari ini,  simpul perdamaian di Indonesia, terkhusus di Jawa Timur akan semakin erat, lanjut aktivis gerakan yang mengkordinatori GMKI di Jawa Timur, Bali dan NTT ini.

Selain dialog dan urun pikiran, rombongan GMKI diajak untuk berkeliling dan mengamati kehidupan di dalam Pondok Pesantren yang mengangkat jargon pluralisme dan inklusivitas ini. Rombongan GMKI terlihat sangat menikmati keramahan dalam interkasi yang ditunjukkan oleh seluruh warga Pesantren.

GMKI sangat terinspirasi dengan kehidupan Pesantren yang damai, egaliter dan harmonis. GMKI berterima kasih banyak kepada pihak Pesantren Ngalah, Pasuruan. Semoga semakin banyak santri-santri hebat yang dilahirkan di Pesantren ini, tutup Arnold Panjaitan.l

 

05/01/2017

Bismillahirahmannirrahim.

Salam Pergerakan!!!

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Bismillahirahmannirrahim.
Inilah saat yang dinantikan. Pengumuman  pemenang Lomba Cipta Puisi PMII Komisariat Ngalah Pasuruan

Sebelumnya kami ingin menyampaikan beberapa hal.

  1. Sebelumnya kami ingin menyampaikan beberapa hal. Terima kasih untuk seluruh peserta atas puluhan puisi yang sudah masuk. Alhamdulillah. Sungguh terima kasih. Kalian adalah pemenang karena telah berani berkarya dan mempublikasikannya.
  2. Terima kasih untuk untuk sahabat ddan sahabati yang telah menginfokan lomba ini.
  3. Terima kasih untuk Tim ANBU Ngalah yang telah membantu penjurian.
  4. Mohon maaf jika banyak kekurangan dalam penyelenggaraan lomba kali ini. Semoga tidak kapok, terus semangat berkarya.
  5. Kami sudah melakukan peniliaan sesubjektif mungkin, namun tentu tak ada yang sempurna selain-Nya. Yang tidak terpilih bukan berarti jelek, hanya kurang beruntung dan masih banyak kesempatan yang akan datang.

Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.

Ini dia urutannya:

Pemenang Juara 1 : Aslakhatuz Zuhriyah peserta dari Rayon Guevara PMII Komisariat Ngalah Pasuruan dengan judul puisiSuatu Hari Nanti”
Pemenang Juara 2 : Siti Zulaikhah dengan judul puisi peserta dari Rayon Guevara PMII Komisariat Ngalah Pasuruan dengan judul puisi “Karakter Bangsa atas Peran Ibunda”
Pemenang Juara 3 : Zahro Nur Maulida Komisariat Pancawahana Pasuruan dengan judul puisi “Selembar Kertas Biru Nila”

Dan  dari puluhan peserta berikut yang termasuk 10 peserta terbaik:

  1. Canda Ayu Pitara dari PMII Rayon Tarbiyah Komisariat IAIS Syarifuddin dengan Judul Puisi
  2. Muhammad Zulham Pratama peserta dari PMII Rayon Jaka Tingkir Komisariat Ngalah Pasuruan
  3. Khoiron peserta dari PMII Rayon Einstein Komisariat Ngalah Pasuruan
  4. Nur Rizky Amania peserta dari PMII Rayon Einstein Komisariat Ngalah Pasuruan
  5. Riatiningsih peserta dari PMII Rayon fakultas Ilmu Budaya Komisariat Jember
  6. Siti Kholifah peserta dari PMII Komisariat Merdeka Pasuruan
  7. Putri Lailatun Nuzul peserta dari PMII Rayon Guevara Komisariat Ngalah Pasuruan
  8. Indah Maulidiyah peserta dari PMII Rayon Guevara Komisariat Ngalah Pasuruan
  9. Uswatun Hasana peserta dari PMII Rayon Jaka Tingkir Komisariat Ngalah Pasuruan
  10. Inayatul Karima peserta dari PMII Rayon Jaka Tingkir Komisariat Ngalah PasuruanSelamat bagi para pemenang dan Para Peserta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atas hasil karya indahnya.

Terimakasih dan teruslah berkarya,,

Pengambilan hadiah pemenang dan pengiriman e-sertifikat akan dibagikan hari minggu tanggal 15 januari 2017, Pembagian hadiah Tropy dan Uang Tunai bertempat di Komisariat Ngalah Pasuruan dalam kegiatan Sarasean dengan tema “Esensi Kualitas Perempuan dan Masa Depan Bangsa“. info lebih lanjut hubungi 085606528249.

Sekali bendera dikibarkan hentikan ratapan dan tangisan, mundur satu langkah adalah sebuah penghianatan, tangan terkepal dan maju ke muka.

Salam Pergerakan!!!

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-34-36

LINDUNGI DIRI, KELUARGA DAN MASYARAKAT DARI HIV DAN AIDS SERTA MARI PEDULI ODHA

Nongkojajar, Dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS Se-Dunia, Puluhan Mahasiswa dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan menggelar Aksi Damai di pasar Nongkojajar pada hari kamis (01/12/2016)

Aksi tersebut di lakukan dengan membagi massa menjadi empat kelompok, terdiri dari satu kelompok pusat yang berada di tengah-tengah pertigaan pasar Nongkojajar dan tiga kelompok lainnya masing-masing kelompok yang dikorninatori oleh kader-kader PMII Ngalah.

  • Di kelompok pertama yang bepusat di tengah-tengah pasar Nongkojajar Ketua Komisariat PMII Ngalah yaitu sahabat Afiful Karim zain, sahabat Agus Hisbullah sebagai Korlap dan sahabat/i lainnya yang bertugas orasi dan membaca puisi berada di tengah-tengah pertigaan pasar Nongkojajar dengan membawa tulisan-tulisan dalam spanduk berisikan “stop HIV / AIDS untuk indonesia yang lebih baik”, “Jauhi Pnyakitnya bukan Orangnya”, kami tidak takut berteman dengan ODHA dan tulisan-tulisan lainya kemudian mereka melakukan sosialisasi dengan berorasi tentang himbauan kepada Masyarakat untuk melindungi dirinya dan keluarga akan HIV/AIDS dan peduli pada ODHA kemudian membaca beberapa puisi tentang HIV/AIDS.
  • Di kelompok kedua sahabat Ainul Yakin di arah jalan menuju Malang,
  • Di kelompok ketiga sahabat Dede Oktamara di arah menuju Malang,
  • Serta di kelompok keempat sahabati Uswatun Hasana di arah menuju Bromo, kemudian empat kelompok tersebut berpencar turun berjalan menuju pasar di tiga bagian arah tadi, untuk membagikan pita merah dan selebaran berisi tentang pemahaman bahaya, pencegahan HIV/AIDS dan kepedulian terhadap ODHA kepada para pengguna jalan, penjual, para pengunjung pasar, para siswa-siswi dan guru di lembaga sekolah di dekat pasar.

Ketika hujan turun sahabat Agus Hisbullah memberikan motivasi kepada seluruh peserta aksi untuk tetap bersemangat, tertib, dan menjaga keamanan lalu lintas. “Sahabat-sahabati PMII, walaupun saat ini turun hujan, namun jangan sampai melunturkan semangat kita untuk beraksi” ujar sahabat Agus Hisbullah atau yang biasa akrab disapa sahabat Bugis”. Dari ucapan tersebut membuat semangat para peserta aksi semakin berkobar dan tidak menghalangi antusias mereka dalam melakukan aksi tersebut. Sahabat Bugis mengatakan bahwa “penularan HIV dan AIDS disebabkan oleh seks bebas, penggunaan jarum suntik yang kurang steril, penyalagunaan narkoba, dan lain sebagainya”.

Kemudian ketua Komisariat PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan mengatakan, “kami menghimbau kepada seluruh warga Nongkojajar untuk berhati-hati dan mencegah dari HIV/AIDS serta mari Kita tetap peduli dengan ODHA, karena ODHA juga manusia yang mempunyai hak yang sama untuk hidup seperti kita”. Jelas Sahabat Ahmad Afiful Karim Zain tersebut.

Dalam orasi tersebut berisi himbauan terhadap Masyarakat untuk berhati-hati terhadap serangan HIV/AIDS yang semakin hari semakin meningkat dan cara mencegahannya serta himbauan untuk peduli pada ODHA dengan tidak mendiskriminasinya karena mereka berhak hidup dan berinteraksi sosial seperti manusia lainya.

Catatan Aksi oleh Uswatun Hasana (Kader Putri PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan).

Galeri Foto Aksi:

Tangan Terkepal dan Maju Kemuka. Salam Pergerakan

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-34-33

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-34-31

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-34-35

Jpeg

PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan bersama Jaringan Lintas Agama Pasuruan, Gelar Aksi turun Jalan untuk peringati Hari toleransi Internasional. Aksi ini diselenggarakan bersama oleh Jaringan lintas agama Pasuruan yang terdiri dari  Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) Jaringan GUSDURian Pasuruan, Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) “Hosanna”, Stapa Center, PK PMII  Pancawahana Bangil, dan Kelenteng  Tjoe Tik Kiong di Perempatan Taman Dayu, sabtu sore (26/11/2016).

“Puluhan peserta aksi Berbondong-Bondong membagikan sebuah Stiker yang bertuliskan “Semakin Tinggi ilmu seseorang Maka, Semakin Besar Rasa Toleransinya” Kata-Kata tersebut mengutip perkataan dari Bapak Pluralisme (GusDur).” Ungkap Achmad Thoifur Arief selaku peserta aksi di tengah kesibukannya.

Peserta juga membagikan selembaran “Peringatan Hari Toleransi Internasional 2016” kepada para pengguna jalan dengan bertujuan agar semua elemen masyarakat mengerti betapa pentingnya hidup bertoleran dan Menjadi salah satu sarana untuk menciptakan pemahaman antar perbedaan yang ada. “Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi” qoute Gus Dur dalam selembaran tersebut.

“Kami berharap, semakin menguatnya rasa toleransi di kalangan pemuda dan Jalinan silaturrahmi pemuda lintas agama dan budaya semakin menguat. Seperti kata Gus Dur, bahwa Toleransi tidak cukup hanya menjadi wacana, harus menjadi kegiatan nyata. Maka, aksi bersama kami kemarin sore, adalah bagian dari menambah pengalaman kebersamaan lintas agama dan budaya.” Pungkas Makhfud syawaludin selaku penanggung jawab Aksi Kegiatan tersebut.

Tidak berhenti disitu, aksi dilajutkan dengan performance di pameran budaya 2016 di Taman Dayu. “Kami berkesempatan tampil dan menyanyikan lagu Pluralisme bersama-sama dengan judul Pray For The Peace Of Humanity. Kemudian dilanjut pembacaan puisi-puisi bertajuk toleransi oleh Sahabat Muhammad Muzamar Zamzami dan Sahabati Nur Rizky Amania dari PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan dengan diiringi musik dari Pendeta Otniel Rossa Setiawan dibantu Yovi Ade Irawan.” Tambah Dede Octamara selaku Sekretaris Komisariat PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan tersebut.

Penulis: Tim Pena Ngalah