Zona Aktualita dan Transformasi Idea Pergerakan

(Seputar Progress Report Kepanitiaan Base Camp Permanen Ngalah)

Temu Alumni, Sillaturrahmi Alumni, Laporan Proggress Report Panitia Pembangunan Kantor, dan Potong Tumpeng (31 Juli 2016)

Temu Alumni, Sillaturrahmi Alumni, Laporan Progress Report Panitia Pembangunan Kantor, dan Potong Tumpeng (31 Juli 2016)

 

Oleh: Makhfud Syawaludin*

A. Pengantar Yang Sama, Menggapai Hasil Yang Berbeda

Warisan tekad penggerak PMII Ngalah terdahulu, tanpa ada katalisatornya pun akan sampai pada generasi penggerak selanjutnya. Mengapa itu bisa terjadi? Hemat saja, bahwa PMII mengajarkan kita semua untuk berpikir bebas, bertanggungjawab, visioner, dan tidak mengenal menyerah. Bersyukur sekali bahwa sampai hari ini, tekad penggerak PMII Ngalah terus terwariskan dengan rantai silaturrahmi yang tetap terjaga dan beberapa kali mengilhami generasinya. Satu contoh adalah Gagasan Base Camp Permanen PMII Ngalah.

Sepengetahuan penulis, Gagasan tersebut diimplementasikan untuk pertama kalinya di periode komisariat 2002-2003, yakni saat ketua komisariat PMII Ngalah adalah Sahabat Ahmad Marzuqi dan yang mendapatkan mandat sebagai Ketua Panitianya adalah Sahabat M. Dayat. Hingga tahun 2012, terbesit sebentar dalam diri penulis untuk menggagas Base Camp Permanen. Besitan itu disambut baik waktu itu oleh Sahabat Amang Fathurrohman (Ketua Komisariat 2000-2001). “Golek tanah wes, cilik-cilik, nanti bangun gubuk-gubuk begitu.” Ujarnya.

Penulis tidak pernah melakukan survey, dan kalaupun disurvey, penulis yakin bahwa semua masa akan memikirkan sebuah Base Camp permanen tersebut. Hingga akhirnya, Sahabat A. Afiful Karim Zain menyelenggarakan pertemuan alumni saat pelantikannya (24 Januari 2016) di Aula Pancasila UYP, satu hasilnya adalah implementasi gagasan Base Camp Permanen PMII Ngalah tersebut. Berawal dari itulah, Heri Sutiro selaku Ketua II menggelar pertemuan alumni yang berfokus pada tindak lanjut pertemuan tersebut. Tepat saat Gerhana Matahari (9 Maret 2016) di Base Camp PK PMII Ngalah (kontrakan), berhasil membentuk kepanitiaan pembangunan kantor PMII Ngalah. (Kepanitiaan bisa di lihat di pmiingalah.wordpress.com dengan judul: Jilid I: Catatan Gagasan & Implementasi Base Camp Permanen PK PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan).

Selanjutnya, bagaimanakah perjalanan kepanitiaan tersebut? Masih berjalankah? Sejauh mana perjalanannya? Apa hasilnya selama ini? Dan masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan. Setidaknya, gagasan tersebut sudah menggelinding layaknya bola salju yang akan terus membesar. Sedikit bocoran, sampai tanggal 14 September 2016, Donatur sudah mencapai 51 Kader & 38 Alumni (total, 89 Donatur). Berdasarkan data tersebut, akan terkumpul dana sebesar Rp. 24.050.000. Selebihnya, Pasti ada jalan. Kita yakin itu.

 

Gambar I: Data Donatur Alumni

i

 

Gambar II: Data Donatur Kader

ii

 

Gambar III: Grafik Donatur Alumni & Kader

iii

B. Berbagai Teknis Kepanitiaan Suksesi Kantor Pergerakan

Pembagian tugaspun menjadi rentetan dead line yang harus dikerjakan oleh kepanitiaan. Mulai pembuatan proposal, stempel kepanitiaan, rapat-rapat kepanitiaan, survey tanah, dan menjemput alumni & kader sebgai donaturnya. Pertama, pembuatan proposal terkendala terkait Desain Bangunan Kantornya. Yang pada akhirnya, menggunakan desain ala photoshop. Stempel, alhamdulillah, sudah jadi. Survey tanah pun sudah beberapa kali dilakukan, meskipun belum menemukan titik terangnya, tidak jadi persoalan. “Sembari mencari tanah, kita mengumpulkan dana juga.” Keputusan rapat 9 maret 2016 tersebut. Yang pasti, Tanah diusahakan dekat dengan Kampus Yudharta dan harganya pas (sesuai pasar).

Hampir lupa, rapat-rapat berjalan dan terbantu dengan pembuatan Group Khusus WhatApps bernama “TIM ANBU NGALAH”, hanya beranggotakan 11 Kader & Alumni PMII Ngalah. Pembahasan dalam group lebih terfokus, koordinasi serius dan valid, namun sesekali humor pun terjadi. Selanjutnya menjemput Alumni & Kader untuk menjadi Donatur pun dilakukan. “Coba buat formulir online juga.” Gagas Sahabat M. Dayat selaku Ketua SC Kepanitiaan Pembangunan Kantor PMII Ngalah tersebut. Akhirnya, Penulis belajar otodidak di google dan berhasil membuat formulir online tersebut. (Bagi yang belum mengisi, silahkan klik link ini: https://goo.gl/forms/mlttkxNBxJmzgxHJ2 )

Ketika hendak merekap data form online yang masih sebanyak 21 donatur (27 April 2016), penulis mencoba menggunakan cara tradisional. Untungnya, Sahabat Wahyu Hidayatullah sebagai seorang programer, tidak tega dan mengambil alih rekap tersebut. Sejak saat itulah, Sahabat Wahyu menjadi Koordinator Data di kepanitiaan. Dalam beberapa menit saja, data sudah rapi dan dalam presentasinya yang mengagumkan membuat penulis yakin dan bersemangat. Bahwa, gagasan Base Camp Permanen ini akan semakin nyata. Selain itu, untuk kali pertama, PMII Ngalah akan mempunyai data base Alumni & Kader secara online.

Kepanitiaan juga menyiapkan form offline untuk mengakses Kader & Alumni yang tidak memilih mengisi formulir donatur secara online. Pada posisi inilah, kepanitiaan mengalami progress yang lambat. Evaluasi perihal itu disampaikan pada Temu Alumni & Silaturrahmi Alumni PMII Ngalah (31 Juli 2016), hingga menghasilkan salah satu rekomendasinya adalah sosialisasi program door to door harus dimaksimalkan. Hingga saat ini, mencapai kata maksimal masih kelelahan di tengah jalan. Namun, bukan berarti kepanitiaan diam, berbagai upaya sudah dilakukan. Setidaknya, setiap bulan akan ditargetkan 2-3 alumni yang akan dikunjungi.

Selain rekomendasi tersebut, ada bantuan pendataan alumni wilayah kampus akan dikoordinir langsung oleh M. Dayat dan wilayah MA, SMK, dan SMA dipegang oleh Abdur Rohman Amin. Beberapa minggu ini, kepanitiaan akan melakukan kunjungan dengan Beliau berdua terkait progressnya dan apa yang perlu ditindaklanjuti. Kemudian menjaga ritme kaderisasi yang lebih baik juga diperbincangkan dalam forum tersebut. Dalam forum tersebut, juga menambah kekuatan program ini, yang mana beberapa alumni (yang sebelumnya tidak) hadir dan memberikan sumbangsihnya terhadap transportasi kepanitiaan, baik lewat pembuatan selebaran dan penyetoran struk BBM.

Selanjutnya, kepanitiaan mencoba untuk menambah personil dalam pengambilan dan sosialisasi. Alhamdulillah, selalu saja ada Alumni dan Kader yang mau membantu. Hingga saat ini, kepanitiaan masih terus berbenah melalui group TIM ANBU Ngalah tersebut. Masukan-masukan dari kader dan alumni sangat kami tunggu baik saat bertemu dan melalui media sosial (group WA PMII Ngalah dan IKAPMII Ngalah, Group BBM PMII Ngalah, FB PMII Ngalah & Group Forum Diskusi PMII, serta akun twitter @PMIINgalahUYP ). Pada intinya, program ini adalah program bersama. Penulis tidak bisa menulis semuanya, inti dari tulisan ini hanya satu saja. “Percaya dan Berusaha Bersama”.

 

C. Hasil Kerja Kepanitiaan, Bukan Tanpa Kegagalan

Setelah narasi-narasi perjuangan di atas, saatnya gambar-gambar hasil perjuangan kepanitiaan program pembangunan kantor PMII Ngalah kami tampilkan. Diantaranya yaitu: 1). Persentase Pendapatan dari 89 Donatur, 2). Grafik Pertumbuhan Donasi, 3). Rekap Harian Kas, 4). Sumbangan Tidak Mengikat, dan 5). Kas Transportasi Kepanitiaan.

Sebelum itu, Donasi yang masuk di kepanitiaan sebesar Rp. 6.697.000.

 

Gambar IV: Rekapitulasi Umum

iv

 

Gambar V: Persentase Pendapatan dari 89 Donatur

v

 

Gambar VI: Grafik Pertumbuhan Donasi

vi

 

Gambar VII: Rekap Harian Kas

vii

 

Gambar VIII: Sumbangan Tidak Mengikat

viii

 

Gambar IX: Kas Transportasi Kepanitiaan

Bulan Agustus Keanitiaan sudah menyetorkan struk BBM sebesar Rp. 150.000. Bila lancar, kas transportasi akan bertambah sebesar nominal tersebut. Adapun Bulan September diusahakan juga sebanyak itu.

Bulan Agustus Keanitiaan sudah menyetorkan struk BBM sebesar Rp. 150.000. Bila lancar, kas transportasi akan bertambah sebesar nominal tersebut. Adapun Bulan September diusahakan juga sebanyak itu.

 

Dari hasil yang dicapai kepanitiaan, bukan tanpa kegagalan. Misalnya saja soal penarikan donasi, masih ada beberapa alumni yang tidak mau memberikan donasinya sampai ada lokasi tanah yang jelas, meragukan keseriusan kepanitiaan, “ayo kita tunjukkan keseriusan kita.” Ujar Ahmad Thoifur Arif selaku Sekretaris Panitia dan Ketua Komisariat Ngalah 2011-2012 tersebut. Kemudian janji-janji yang pasti ditepati entah kapan, dan lain sebagainya. Itu semua bukanlah halangan bagi kepanitiaan. Hemat panitia, “kita jalani saja sesuai keputusan rapat alumni, mencari tanah sambil mencari dana.” Ujar M. Ismail selaku Bendahara Kepanitiaan. Bahkan, panitia lapangan yang dikomandoi oleh M. Irfan Badri akan menghimpun kisah lucu, sedih, dan menarik saat menghubungi donatur dan mengambil donasi. (tunggu saja, akan terbit di web ini juga kok).

 

D. Penutup

Ini hanya bagian dari janji dan keseriusan kepanitiaan dalam melaporkan kinerjanya sebagai bentuk akuntabilitasnya terhadap Kader & Alumni PMII Ngalah. Semoga, apa yang tertulis ini dapat memberikan kepercayaan semua pihak atas keseriusan kepanitiaan. Mohon Maaf dan Terima Kasih.

“Sekali bendera dikibarkan, hentikan ratapan dan tangisan. Mundur satu langkah adalah penghianatan. SALAM PERGERAKAN.”

 

*Ketua Panitia dan bisa dihubungi di 081252375148

ffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff1 copy

A. Semacam Pengantar: Indonesia, NU, dan PMII

Semenjak PMII dideklarasikan di Surabaya (17 April 1960), hingga saat ini PMII terus mengalami perkembangan secara kualitas dan kuantitas para anggota, kader-kader, dan pendistribusian alumninya semakin hari semakin menempati posisi-posisi yang strategis. Tercatat PMII memiliki 200 lebih cabang di seluruh Indonesia dan anggotnya mencapai ribuan. Itu artinya, keberadaan PMII mendapatkan tempat dihati para mahasiswa dan dipercaya sebagai alumninya PMII. Sebagai organisasi ideologis, PMII diyakini sebagai tempat belajar. Misalnya mengajarkan pendewasaan dalam berpikir, memilih tindakan, matrikulasi waktu, sekaligus mengantarkan kepada sekelompok pemuda-pemuda yang mempunyai semangat juang tinggi terhadap Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PMII telah dianggap sebagai organisasi penyebar toleransi, penegak keadilan, dan tunas-tunas perdamaian di Nusantara. Tidak heran saat Harlah PMII Ke-55 di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, Jumat (17/4/2015), Presiden Jokowi mempercayakan kepada PMII untuk pembentengan Radikalisme Agama yang sudah menyerang kaum muda Indonesia. Pada Hakikatnya, kepercayaan atas PMII hanyalah sebagian kecil peran dan tujuan PMII itu ada. “Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.” (AD BAB IV Pasal 4).

Sebelumnya pleno PB IKA PMII soal instruksi/saran bahwa PMII sudah saatnya (harus) kembali ke NU (Jakarta: 18 Maret 2015), tidak terkabulkan saat PB PMII secara Resmi menolak untuk Menjadi Banom NU. Keputusan PB PMII tersebut sirna saat Hasil Muktamar Ke-33 NU di Jombang (1-5 Agustus 2015), PMII telah menjadi Banom NU untuk menangani mahasiswa-mahasiswa NU di seluruh Indonesia. Pada proses sidang komisi tersebut, pihak PB PMII sudah memberikan argumentasi agar tidak menjadi banon struktural di NU, hasilnya PMII hanya bisa menjadi penonton dalam sidang tersebut. Namun, PMII masih bisa menegaskan dengan setuju atau tidak atas hasil Muktamar tersebut pada Kongres PMII mendatang. Yang jelas, PMII dalam Anggaran Dasar (AD) BAB III Pasal 3 bersifat Independen. Namun, hasil Kongres ke-10 PB PMII tetap Independen namun dalam berhubungan dengan NU ditegaskan dengan istilah Interdepedensi.

Penegasan hubungan interdepedensi didasarkan pada pemikiran-pemikiran, yakni a). Interdepedensi PMII-NU ditempatkan dalam konteks keteladanan ulama (pewaris Nabi) dalam kehidupan keagamaan dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, b). Adanya ikatan kesejarahan PMII-NU. Bagaimana pun, mayoritas warga PMII berasal dari NU, secara langsung maupun tidak, akan mempengaruhi perwatakan PMII secara umum, c). Adanya kesamaan paham keagamaan PMII-NU. Sama-sama mengembangkan Islam Aswaja (Tawassuth, I’tidal, Tasamuh, Tawazun, dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar) serta menganut pola pikir, pola sikap, dan pola tindak secara selektif, akomodatif, dan integratif (sesuai prinsip dasar almuhafadatu Alal Qadimis Shalih Wal Akhzdu Biljadi al Aslah), d). Adanya kesamaan persamaan kebangsaan, yakni Islam Indonesia, dan e). Adanya persamaan kelompok sasaran, yakni masyarakat kelas menengah kebawah.

Kembali kepada logika sederhana bahwa PMII, akan tetap menjadi Banom NU, meskipun bukan Banom Struktural. Seandainya menjadi Banom Struktural, bukan menjadi persoalan substansi. Namun, ketika PMII tidak lagi mengamalkan NDP, tidak ber-PKT, tidak memahami Aswaja sebagai Manhaj, hilang ruh intelektualitas organiknya, kemudian hanya dibibir soal dzikir, fikir, dan amal saleh, itu lah yang sebenarnya harus dikhawatirkan oleh kita selaku Kader-Kader PMII, termasuk di Pasuruan. Meskipun kemungkinan akan menjadi Banom Struktural NU, PMII diberbagai daerah sudah memiliki kantor sendiri, bahkan itu tidak menyiutkan nyali dan semangat PMII untuk membangun kantor sendiri, seperti yang dilakukan oleh PK (Pengurus Komisariat) PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan.

B. Usulan dari Kader, Alumni Mendukung

PMII Ngalah bagian dari Pengerak PC (Pengurus Cabang) PMII di Pasuruan, terbukti bahwa semenjak lahirnya PMII Ngalah pada tahun 1999 sampai 2016, 4 kader PMII Ngalah menjadi Ketua Umum Cabang, lebih dari 5 menjadi Sekretaris Umum Cabang serta menempati posisi-posisi strategis dalam kepengurusan yang lainnya. PK PMII Ngalah juga mempunyai 3 Rayon dan satu-satuya komisariat di Pasuruan yang memiliki Rayon, Pengurus Rayon (PR) Jaka Tingkir (Fakultas Agama Islam), PR Einstein (Fakultas Teknik dan Pertanian), dan PR Guevara (Fakultas sosial politik dan psikologi). Itu artinya, kaderisasi yang PK PMII Ngalah dilaksanakan dengan efektif dan serius. Namun, PK PMII Ngalah dalam beberapa kali evaluasi yang dilakukan oleh pengurus komisariat dan pengurus rayon serta beberapa alumni banyak terkendala belum permanennya kantor PK PMII. Kendalanya antara lain: a). Setengah tenaga kepengurusan energinya terkuras untuk mencari dana membayar kontrakan kantor, b). Semakin mahal dan sulitnya mencari kontrakan disekitar kampus Universitas Yudharta Pasuruan, c).  Tidak maksimal dan sering kehilangan dokumen-dokumen dan buku-buku bacaan pasca pindahan kantor, d). Menjadi semacam ketakutan untuk menjadi ketua komisariat dikarenakan bertanggungjawab membiayai kontrakan kantor, e). Kesusahan ketika pindahan tetapi belum mendapatkan kontrakan kantor, dan f). Terputusnya program kegiatan pengabdian dengan masyarakat sekitar saat pindah kantor.

Melihat kondisi seperti itu, pembangunan kantor PK PMII Ngalah bukan lagi penting, tetapi menjadi sebuah kebutuhan. Selain itu, keberadaan kantor PK PMII Ngalah (permanen) akan memberikan manfaat antara lain: a). Memastikan keberadaan kantor pada satu lokasi yang tetap, ketika tamu ataupun alumni tidak kebingunan ketika akan bersillaturrahmi, b). Kantor (diupayakan) dekat dengan kampus, mengingat banyak anggota dan kader PMII adalah santri Ponpes Ngalah, c). Dapat menjaga dan mengembangan perpustakaan pribadi milik PK PMII Ngalah, dan d). Berkurangnya beban kepengurusan dalam hal pendanaan, sehingga dapat digunakan untuk kederisasi dan program-program yang lebih efektif lainnya. Berdasarkan keterangan di atas, akhirnya pengurus PK PMII Ngalah dan Almuni memutuskan untuk bersama-sama mewujudkan adanya kantor PK PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan secara permanen (hasil pertemuan pengurus dan alumni saat pelantikan PK PMII Ngalah 2016-2017 pada hari Minggu, 24 Januari 2016 di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan).

Tidak berhenti disitu, PK PMII Ngalah melalui bidang II mengadakan Pertemuan Alumni untuk menindaklanjutinya. “Setidaknya dalam pertemuan tersebut terbentuklah kepanitiaan pengadaan Base Camp.” Ujar Heri Sutiro yang akrab dipanggil Heri Orituz selaku Ketua II PK PMII Ngalah dalam sambutan acara tersebut. (Minggu, 9 Maret 2016). Sebelumnya ide pengadaan kantor tersebut sudah pernah dilaksanakan, yakni saat masa kepemimpinan ketua komisariat Sahabat Marzuki dan Sahabat Dayat sebagai ketua panitianya. Akan tetapi, program tersebut berhenti dikarenakan beberapa hal. Alhamdulillah, akhirnya terbentuklah kepanitiaan yang mayoritas dikomandani para alumni-alumni sehingga diharapkan tidak menganggu kaderisasi pengurus komisariat. Adapaun susunan kepanitiaan yaitu:

Berikut adalah susunan kepanitiaannya yang terdiri dari Pelindung, Steering Committee, Badan Pengurus Harian, Pengolahan Data, Humas dan Pendanaan, serta Perencanaan Pembangunan. Pelindung terdiri dari: 1). Salamin, M.Pd., 2). Achmad Mubarak, M.Pd., 3). Sutrisno, S.Pd.I., 4). Amang Fathurrahman, M.Pd., 5). Jauharul Lutfi, 6). Saiful Ma’ruf, S.Pd.I., 7). Hambali, M.Si., 8). Masykur Edo, 9). Abdul Qohar, M.Pd.I., dan 10). Lutfi, MM. Kemudian Steering Committee yang pimpin oleh M. Dayat, M.Pd., anggotanya antara lain: 1). Achmad Marzuki, M.Pd.I., 2). Khoirul Anwar, ME., 3). Wahyuni, S.Pd.I., 4). Syafi’uddin Thohir, ST., 5). Khafidz Rosyidi, MT., 6). Muhlishin, S.Pd.I., 7). Achmad Idrus al-Hakim, 8). Zainal Akhwan, M.Kom., 9). Arif Hidayatullah, S.Sos., 10). Sucipto, MT., 11). Heri Sunarno, M.Kom., 12). Aminuddin, M. Kom., 13). Lukman Hakim, M. Kom., 14). Resdi Hadi Prayoga, M. Kom., 15). Anang Sholehuddin, M.Pd.I., 16). Achmad Ma’ruf, M.Pd.I., 17). Ahmad Nur Rohmatullah, M.Pd.I., 18). Abdurrahman Amin, S.I.Kom., 19). Syaifuddin, S.Pd.I., dan 20). Syihabuddin, S.Pd.I.

Selanjutnya Penanggung Jawab adalah Ketua Komisariat (A. Afiful Karim Z/2016-2017), Ketua Panitia Sahabat Makhfud Syawaludin, S.Pd.I., Sekretarisnya Sahabat A. Thoifur Arif, S.Sos., dan dibantu sebagai Bendahara adalah M. Ismail, S.Pd.I. “Selain menggalang dana, kita juga mengupayakan adanya data base kader dan alumni PMII Ngalah.” Ujar A. Thoifur Arif selaku Sekretaris Kepanitiaan dalam rapat internal kepanitiaan. Itulah yang mendasari diperlukan adanya TIM Khusus Data. Terpilihlah Sahabat Wahyu Hidayatullah, S.Kom. sebagai Koordinator dan Ahmad Tajuddin, S.Kom sebagai anggotanya.

Adapun devisi Humas dan Pendanaan di koordinatori oleh M Irfan Badri S.Pd.I. Anggotanya meliputi: 1). As’ad Zainuddin S.Sos., 2). Agus Saifullah ST., 3). Abdul Ghofar M.Pd.I., 4). M. Nizar ME., 5). Syaifuddin S.Kom., 6). Anisaus Sholihah, S.Psi., 7). Subadar, ST., 8). M. Qibti Ismail, S.Pd.I., Misbahus Sudur ST., 9). Aminullah S.Pd.I., 10). Nurul Qomariyah Sp., 11). M. Taufiq S.Pd.I., 12). M. Saiful Rizal S.Pd.I., 13). Afif Fuadi, S.Sos., 14). Taufiq. S.Kom, dan 15). Mahin A, S.Kom. Sedangkan devisi Perencanaan Pembangunan M Irsyad ST. Sebagai Koordinator dan dibantu beberapa anggota, yakni: 1). Lukman Hakim S.Pd.I., 2). Mahmud, S.Sos., 3). Abdul Jalil, S.Pd.I., 4). Asan Sazali, ST., dan 5). Nur Hadi, ST.

C. Tujuan, Target, dan Pendanaan

Kepanitiaan yang terbentuk belum mempunyai periode kepanitiaan. Namun, tetap mempunyai batasan waktu, bukan karena tidak ingin mengurusi lagi, hanya sebagai bagian dari kebersamaan dan belajar bersama, serta memperbarui semangat dalam mengimplementasikan gagasan pengadaan kantor permanen tersebut.

Adapun tujuan program pembangunan kantor PMII Ngalah sebagai berikut:

  1. Berdirinya kantor PMII Komisariat Ngalah secara permanen dan strategis
  2. Adanya pusat informasi dan pusat koordinasi yang berkelanjutan
  3. Mampu menata kebutuhan dasar organisasi dalam hal administrasi, pengarsipan, dan penyimpanan dokumen-dokumen
  4. Mewujudkan sentral studi bagi kader, anggota, dan masyarakat sekitar
  5. Memudahkan alumni untuk bersillaturrahmi dan konsolidasi dengan para pengurus dan anggota PMII
  6. Memudahkan dan mempererat hubungan komunikasi dengan organisasi-organisasi diluar PMII
  7. Sebagai tempat tinggal para pengurus komisariat dan rayon.
  8. Mempunyai data base alumni dan kader secara lengkap dan online

Selanjutnya target direncanakan sampai tahun 2022. Dengan rincian sebagai berikut: 1). Tahun 2016-2019 dapat membeli tanah (jangka pendek), 2). Tahun 2019-2021 dapat membangun kantor PMII (jangka menengah), dan 3). Tahun 2021-2022 dapat menata kantor dengan baik (jangka panjang). Untuk pendanaan pembangunan kantor PMII Ngalah melalui beberapa sumber, antara lain: 1). Iuran kader PMII Komisariat Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan. “Kader dan Anggota PMII dari tahun 2012-2015 sebanyak 200 Mahasiswa. Berdasarkan data tersebut, kami menargetkan 1 Mahasiswa menabung Rp 100.000 selama tahun 2016, sehingga dalam tahun 2016 dapat mengumpulkan dana sebanyak Rp 20.000.000.” Ujar A. Afiful Karim selaku ketua Komisariat Ngalah 2016-2017 dalam rapat bersama alumni tanggal 9 Maret 2016 tersebut. 2). Sumbangan alumni PMII Ngalah, 3). Bantuan instansi pemerintah atau swasta yang tidak mengikat, dan 4). Usaha-usaha lain yang halal dan tidak mengikat.

D. Penutup

Banyak hal yang belum ditulis dalam tulisan ini, itulah kenapa judulnya “Jilid I”. Hehehe. Semoga apa yang telah direncanakan mendapatkan Ridho Allah SWT. Amin.

Ditulis dan terlambat oleh Makhfud Syawaludin.

Dari Kiri: Amin (Moderator), Agus Sunyoto, Sakban Rosidi, dan Fadillah Putra

Dari Kiri: Amin (Moderator), Agus Sunyoto,                          Sakban Rosidi, dan Fadillah Putra

 

“Tuhan tidak perlu dibela, Dia sudah Maha Segalanya.

Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil.” (Gus Dur)

 

Oleh: Makhfud Syawaludin*

 

Adanya Agama dan Negara, harusnya menegakkan Kebajikan dan Keadilan

Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.” Kalimat dari Gus Dur tersebut, selayaknya sudah diarusutamakan. Berbuat kebajikan harus diutamakan, bukan hanya beragamanya. “Beragama saja tidak dipaksakan, lantas apa yang membuat penting kita beragama? Tujuan agama itu apa? Tujuan agama pada hakikatnya adalah bagaimana kita bisa berbuat baik dan adil. ‘Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung (QS. Ali Imran: 104)’.” Ujar Dr. Sakban Rosidi, M.Si., dalam kegiatan yang diselenggarakan kelompok Diskusi Ngaji Bareng di SMP Bhineka Tunggal Ika Sengonagung Purwosari Pasuruan (14/02/2016).

Kegiatan bertemakan “Bela Negara dalam Wacana Kontemporer” tersebut, Rosidi kemudian mempertanyakan, “Mengapa butuh Negara? Kalau tidak ada Negara, siapa yang menjamin hak-hak kita sebagai manusia?.” keberadaan Negara dipertanyakan eksistensinya dalam melakukan kebajikan dan keadilan itu sendiri. Bukan soal Negara tersebut harus Islam atau tidak, yang penting menegakkan keadilan dan kebajikan. “Ibnu Taimiyah dalam al-Hisbah fi al-Islam (1967) berani mengatakan bahwa negara yang adil –meskipun kafir- lebih disukai Allah daripada negara yang tidak adil –meskipun beriman. Dunia akan bertahan dengan keadilan meskipun tidak beriman, tetapi tidak akan bertahan dengan ketidakadilan meskipun Islam.” Tegas Sakban Rosidi selaku Sekretaris Eksekutif Universitas Islam Majapahit tersebut.

Berbicara soal kesunnahan Nabi Muhammad yang dijadikan kunci keberhasilan sebuah ruh beragama, Rosidi menganggapnya sebagai sebuah kesempitan pemahaman saja. “Soal sunnah Nabi, substansinya ada tiga, yaitu: a). Menghargai tradisi, bukan semata memakai atribut tradisi (sunnah arabi), b). Berperilaku yang baik, sebab Nabi Muhammad sebagai seorang penerima risalah. Misalnya al-Amin, jujur, dan lain-lain (sunnah muhammadi), dan c). Sunnah Nabi, yakni perilaku Muhammad setelah menerima wahyu dari Allah.” Terang Sakban Rosidi, selaku mantan aktifis PMII tersebut.

 

Islam Nusantara; Benteng NKRI dan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Kekerasan atas nama agama setidaknya jangan terlalu serius dianggap sebagai sebuah akar permasalahan. Berkemungkinan, radikalisme agama hanya merupakan cabang dari lingkaran konflik yang dikonstruk untuk kepentingan kejahatan yang lebih besar. “Isu perdebatan antar dan inter umat beragama, menjadi peluang suburnya kapitalisme.” Papar KH. Agus Sunyoto selaku penulis buku Atlas Walisongo dalam diskusi tersebut. Meski demikian, radikalisme agama tidak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Memperkuat pemahaman agama yang inklusif sekaligus bercengkrama dengan kebudayaan menjadi penting dan merupakan kebutuhan dalam beragama dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan saat ini. “Salah satu solusinya adalah kita harus menguatkan pemahaman agama dengan benar dan menjadikan kebudayaan atau kearifan lokal sebagai benteng persatuan.” Tegas Agus Sunyoto selaku ketua Lesbumi PBNU 2015-2020 tersebut.

Semenjak digulirkannya istilah “Islam Nusantara”, sebenarnya merupakan sebuah keberhasilan dalam mengawal Islam Ramah dalam arus internasional. Mengapa demikian, sebab “Islam Timur Tengah” bukan lagi menjadi kiblat satu-satunya dalam memandang dan memahami bagaimana agama Islam itu hidup dan berkembang. Selain itu, “Islam Nusantara” dapat memperkuat hubungan Islam dengan negara (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan tradisi keislaman yang ramah serta mengakomodasi tradisi lokal yang dianggap baik. “Islam Nusantara sama dengan NU/Nahdlatul Ulama setingkat dunia sebagai sebuah proses memperkuat tradisi kesilaman yang dijalankan umat Islam di Indonesia.” Ujar Agus Sunyoto, aktifis kelahiran Surabaya, 21 Agustus 1959 tersebut.

Bukannya mengedepankan NU, itulah faktanya. NU bukan lagi organisasi nasional, namun organisasi setingkat internasional. Dengan bergaungnya “Islam Nusantara”, telah “memperkuat tradisi NU dan memperkuat lokalitas” lanjut Agus Sunyoto. Ketika lokalitas mendapatkan kekuatan, Islam akan hidup dan berkembang seperti pada masa-masa para walisongo. Sebuah kehidupan Islam yang santun, ramah, toleran, dan sarat dengan nilai-nilai kebajikan. “Kalau Islam ingin dijadikan mencusuar nusantara dan dunia, tergantung bagaimana kita (Islam) melihat keberagaman.” Tegas Prof. H. Hariyono dalam Seminar dan Bahtsul Masail dengan tema “Islam Nusantara: Meneguhkan Moderatisme dan Mengikis Ekstrimisme dalam Kehidupan Beragama” yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur di Universitas Negeri Malang (13/02/2016).

 

Bela Negara dalam Paradigma Kritis Transformatif

Bela negara saat ini, dapat menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan kita bersama sebagaimana kita harus lebih kritis dalam memahaminya. Bisa saja dimungkinkan, bela negara hanya akan menjadi alat oleh negara atau militer untuk melakukan dominasi terhadap kehidupan warga negara atau masyarakat sipil. “Kita menghadapi banyak lawan dan kontestasi wacana, seperti globalisasi dan gerakan ultra kanan. Kemudian Isu (Bela Negara) adalah isu sensitif atau halus, bila sampai robek bisa kemana-mana.” Ujar Fadillah Putra, M.Si., M. PAff., selaku Ketua DRD (Dewan Riset Daerah) Kabupaten Pasuruan dalam kegiatan Ngaji Bareng yang didukung pula oleh Pondok Pesantren Ngalah Purwosari tersebut (14/02/2016).

Lebih lanjut, Fadillah Putra mengutarakan pertanyaan “Negera seperti apa yang harus dibela?” Inilah yang harus kita kritisi bersama. Sebab menurut Putra, perilaku negara dapat berbeda-beda selama ini, setidaknya terdapat empat kategorinya. “Perilaku negara ‘Pluralis’, negara hanya mengakomodasi semua kepentingan. Kemudian negara ‘Maxis’, negara didominasi kelompok mayoritas. Selanjutnya negara ‘Leviathan’, negara mempunyai kepentingan untuk mendominasi masyarakatnya. Terakhir, negara ‘Patriarkal’, negara didominasi oleh jenis kelamin tertentu.” Jelas Alumnus Universitas Texas USA tersebut.

Sebelumnya Ahmad Hidayatullah dalam diskusi rutinan “Ngabar” (Ngaji Bareng) di MI Darut Taqwa (08/02/2016), masih terselip sebuah keraguan. “Ada apa dan mengapa “Bela Negara” digaungkan saat ini? Akankah ini hanya bagian dari politik kekuasaan saja?” Tanya aktifis GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Pasuruan tersebut. Hingga pada akhir diskusi, keraguan akan adanya hidden agenda Bela Negara tidaklah menjadikan kita terbebas dari membela negara agar negara tetap memperjuangkan persatuan dan keadilan sosial. “Pemenangan wacana yang tepat bagaimana Bela Negara menjadi penting untuk digalakkan, agar implementasi Bela Negara benar-benar substansial.” Ujar Abdurrahman Amin selaku ketua MATAN (Mahasiswa Ahlut Thariqah) Pasuruan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Makhfud Syawaludin dalam diskusi rutinan “Ngabar” (08/02/2016), beranggapan bahwa gagasan Bela Negara merupakan sebuah Manhaj al-Fikr atau sebuah Paradigma Berpikir. Argumentasi tersebut diilhami dari buku “Jawaban dari Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari Pasuruan” untuk kegiatan Konferensi Ulama Thariqah dalam rangka Bela Negara, NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 Harga Mati di Pekalongan (15-17/01/2016). “Bela Negara merupakan sebuah Manhaj al-Fikr, yakni dengan empat prinsipnya memupuk semangat religius (Ruh al-Tadayyun), memupuk dan menumbuhkan semangat nasionalisme (Ruh al-Wathaniyah), memupuk semangat pluralitas (Ruh al-Ta’addudiyah), dan memupuk semangat humanitas (Ruh al-Insaniyah).” Ujar Makhfud Syawaludin selaku Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Yudharta Pasuruan tersebut. Secara lebih sederhana menurut Fadillah Putra, dengan kita berparadigma kritis juga termasuk bela negara. “Melawan Negara yang tidak adil, termasuk Bela Negara.” Tegas anggota Averroes Community tersebut (14/02/2016).

Tektualitas pasal 27 ayat 3 dalam UUD 1945 adalah setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Dalam konteksnya, entah apa yang harus kita dahulukan, melawan radikalisme agama kah? Atau kita hanya terjebak dalam memperdebatkan kebenaran atas agama tertentu? Mungkin kah melawan kapitalisme dan kemiskinan didahulukan? Atau mungkin saja melawan korupsi dan narkoba yang lebih didahulukan? Bisa jadi ada permasalahan lain yang lebih penting untuk diselesaikan. Singkatnya, Negara harus hadir sebagai sebuah kekuatan dalam membela ketidakadilan dan menegakkan kebajikan. Bila tidak demikian, melawan dan mengajak Negara membela ketidakadilan dan menegakkan kebajikan adalah bagian dari “Bela Negara”. Setidaknya itu lah yang mereka dan penulis sebut sebagai sebuah “Bela Negara”. (MakhfudSy).

*Penulis adalah aktifis PMII Pasuruan dan Jamaah Ngabar (Ngaji Bareng) di Republik Ngalah.

struktur komisariat ngalah 2013-2014

STRUKTUR PENGURUS PMII KOMISARIAT NGALAH

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

MASA IBADAH 2013-2014

KETUA KOMISARIAT

1.irfan( Muhammad Irfan Badri )

SEKRETARIS UMUM

2.amin  ( Muhammad Aminullah )

BENDAHARA

3.acis  (Akhlis Nur Rofiqah)

WAKIL SEKRETARIS

WAKIL BENDAHARA

Ketua Bidang I

4.tewol

(M.Syaifudin Anwar)

Ketua Bidang II

SAM_1041

(M Qibti Ismail)

Ketua Bidang III

5.erur

(Munawaroh Erur)

A. Bidang Pengkaderan dan Pengembangan Wacana

A. Bidang Humas, OKP, LSM dan Alumni

A. Bidang Advokasi Perempuan

6.wahyu

1. Wahyu Hidayatuloh(Co)

7.alfani

1. Nuril Alfani(Co)

8.nia

1. Adnitur Risqiyah(Co)

2.Syaiful Anwar

2.Rozikin

2.Nurul Aini

3.Nur Hadi

3.Nasehk

B. Bidang Bakat Dan Minat

B. Bidang Kom Lintas Agama

SAM_1016

1.Ach Makrus (CO)

10.durotul

1.Durotun Muslikha(CO)

2.Hamrun Basri

2.Mustafidah

3.Bahrul Ulum

3.Dasunik

C. Pers Dan IT

kusairi

 1.Kusairi(CO)

2.Acmad Dhikri

PENGANTAR ADMINISTRASI PMII

Oleh: Ach. Thoifur Arif, S.Sos

 

Semacam pengantar

Salah satu faktor  yang sangat mempengaruhi keberhasilan dan keberadaan (eksistensi) dari aktifitas sebuah organisasi dalam mencapai tujuan (visi misi) organisasi adalah keberadaan peran administrasi. Maju dan mundurnya (baca;berkembang) sebuah gerakan organisasi, dapat dilihat sejauh mana administrasinya dijalankan. Selain itu juga, administrasi merupakan piranti mutlak yang diperlukan dalam sebuah organisasi dalam melakukan kegiatan sehari-harinya.

Kalau dilacak secara bahasa, kata administrasi berasal dari Yunani, yaitu “ad” dan “minister” yang berarti melayani atau membantu. Sedangkan dalam bahasa Inggris berasal dari kata “administration” yang berarti tata usaha. Dalam aktifitas keseharian, pengertian administrasi dapat dibedakan menjadi dua persepektif, yaitu:

–          Pengertian sempit: administrasi berarti ketatausahaan dan kesekretariatan

–          Pengertian luas: administrasi merupakan keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan.

Drs. The Liang Gie, menjelaskan bahwa administrasi adalah segenap rangkain penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama kelompok manusia untuk mencapai tujuan. Sehingga, dari pengertian diatas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa administrasi adalah keseluruahan proses kerjasama antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

PEDOMAN PENYELENGGARAAN TERTIB ADMINISTRASI (PPTA)

A. Latar Belakang

Keseluruhan dan kesatuan gerak organisasi tercermin antara lain pada sistem tertib administrasi yang diterapkan oleh organisasi yang bersangkutan. Dalam upaya mewujudkan sistem administrasi yang dapat menunjang berjalannya mekanisme kerja organisasi di lingkungan PMII, maka diperlukan adanya seperangkat aturan sebagai usaha unifikasi aturan yang wajib dilaksanakan dan disosialisasikan terus menerus agar menjadi tradisi organisasi yang baik dan positif dalam rangka pelaksanaan program organisasi guna mencapai tujuan.

Kecuali untuk memelihara keutuhan dan kesatuan organisasi, adanya sistem administrasi itu juga untuk menegakkan wibawa organisasi dan disiplin organisasi bagi segenap organisasi bagi segenap anggota dan fungsionaris di seluruh tingkatan organisasi secara vertikal. Oleh kerena itu terbitnya Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi merupakan suatu jawaban aktual ditengah-tengah mendesaknya keperluan akan adanya pedoman yang berlaku secara Nasional di lingkungan PMII dari tingkat Pengurus Besar sampai Rayon.

B. Pengertian

Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi (PPTA) adalah serangkaian aturan mengenai penyelenggaraan organisasi dengan administrasi yang meliputi tertib kesekretariatan dan atribut organisasi yang berlaku tunggal untuk semua tingkatan organisasi PMII secara Nasional.

C. Tujuan

Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi (PPTA) bertujuan unutk :

–          Mempermudah upaya pembinaan, pengembangan dan pemantauan pelaksanaan administrasi disemua tingkatan organisasi PMII.

–          Menyelenggarakan pola sistem pengorganisasian pada bidang sekretariatan disemua tingkatan organisasi PMII.

–          Menegakkan wibawa dan disiplin organisasi serta menumbuhkan kesadaran, semangat dan kegairahan berorganisasi di kalangan anggota.

D. Sasaran

Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi (PPTA) memiliki sasaran sebagai berikut :

–          Terwujudnya suatu aturan tunggal organisasi dibidang administrasi yang baru dan berlaku secara nasional.

–          Terpeliharanya nilai, jiwa dan semangat kebersamaan dalam memperkokoh keutuhan, persatuan organisasi serta displin dan wibawa organisasi.

E. Landasan

–          Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

–          Peraturan Organisasi tentang Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi (PPTA) hasil Muspimnas 2009 di Manado.

F. Pedoman Umum

1)   Surat

 

Yang dimaksud dengan surat di dalam pedoman ini adalah sarana komunikasi timbal balik yang mengandung pesan-pesan resmi organisasi yang tertulis diatas kertas yang khusus diperlukan untuk kepentingan tersebut. Ketentuan surat-surat yang berlaku dan dapat dijadikan sarana komunikasi itu harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

 

a)   Sistematika Surat

Surat menyurat resmi organisasi dengan sistimatika sebagai berikut :

(1) Nomor surat, disingkat No.

(2) Lampiran surat, disingkat Lamp.

(3) Perihal surat, disingkat Hal.

(4) Si alamat surat, “Kepada Yth dst”.

(5) Kata pembukaan surat. “Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

(6) Kalimat Pengantar, “Salam silaturrahim teriring do’a kami sampaikan semoga Bapak/Ibu/Sahabt senantiasa dalam lindungan-Nya, serta eksis dalam menjalankan aktifitas keseharian. Amin”

(7) Maksud surat

(8) Kata penutup, “Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamith Thorieq”, Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh”.

(9) Tempat dan tanggal pembuatan surat

(10)                Nama Pengurus organisasi beserta jabatan.

b)   Bentuk Surat

Seluruh surat organisasi (resmi), kecuali jenis surat khusus, ditulis dengan bentuk Block Style, yaitu seluruh bentuk surat yang ketikannya dari kata pembukaan sampai nama penandatangan surat berada di tepi yang sama.

c)    Jenis surat

Surat-surat resmi organisasi dikelompokkan kedalam dua jenis surat, yakni Umum dan Khusus. Surat umum adalah surat biasa yang rutin diterbitkan sebagai sarana komunikasi tertulis dikalangan internal maupun eksternal organisasi. Surat khusus adalah jenis surat yang menyatakan penetapan keputusan organisasi, produk normatif organisasi dan landasan pijak organisatoris., jenis tersebut diklasifikasikan ke dalam dua sifat; intern dan ekstern.

d)   Kertas surat.

Seluruh surat diketik diatas kertas berukuran folio berat 80 gram dan berkop (kepala surat PMII). Kop berikut amplop berisikan :

(1) Lambang PMII, sebagaimana ditentukan pada lampiran AD – ART PMII.

 

(2) Tulisan berupa tingkat kepengurusan dan alamat organisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

e)    Nomor surat

Seluruh surat resmi organisasi di semua tingkatan memiliki nomor yang terdiri atas:

(1) Nomor urut surat

(2) Tingkat dan periode Kepengurusan

(3) Jenis surat dan nomor surat

(4) Penanda tanganan surat

(5) Bulan pembuatan surat

(6) Tahun pembuatan surat.

 

2)   Stempel

a)   Bentuk stempel

Stempel organisasi untuk semua tingkatan organisasi berbentuk persegi panjang  bergaris tunggal.

b)   Ukuran stempel

Stempel resmi organisasi berukuran panjang 6 cm dan lebar 3 cm.

c)    Tulisan stempel

Stempel resmi organisasi berisi :

  1. Lambang PMII disebelah kiri
  2. Tulisan disebelah kanan terdiri atas :
    1. Tingkatan kepengurusan, baris pertama
    2. Nama organisasi, baris kedua; “Pergerakan”, baris ketiga; “Mahasiswa Islam” dan baris keempat; “Indonesia”.
    3. Nama tempat atau daerah, baris kelima.
    4. Tinta Stempel.

Seluruh jenis stempel disemua tingkatan menggunakan tinta stempel (stamp-ink) warna merah.

g. Pedoman Teknis

1)        Surat

a)        Sebelum proses pengetikan surat,sedapat mungkin membuat draf atau konsep untuk surat terlebih dahulu guna menghindari kesalahan atau kekeliruan dalam pengetikan

b)        Agar mempermudah pemantauan dan pengecekan surat, maka seluruh jenis surat harus dibuatkan copy atau salinannya buat di file atau di arsip

c)        Dalam pembuatan  surat  resmi organisasi yang harus  diperhatikan adalah kode atau sandi yang terkandung dalam nomor surat.Pembatasan pada setiap item  kode atau sandi ditandai dengan titik dan bukan dengan garis.

d)        Setiap penomoran surat mengandung 6 item kode (untuk PB) dan 7 item untuk (Pengurus Koorcab/Cabang) yaitu :

(1)      Nomor Surat

(2)      Tingkat Kepengurusan

(a)      Pengurus Besar disungkat PB

(b)     Pengurus Koordinator Cabang disimgkat PKC

(c)      Pengurus Cabang disingkat PC

(d)     Pengurus Komosariat disimgkat PK

(e)      Pengurus Rayon disingkat PR

(3)      Jenis Surat dan Nomor Urut :

Untuk Pengurus Besar :

  1. Internal khusus,seperti surat keputusan ditandai dengan kode:   01
  2. Internal Umum,seperti surat-surat biasa selain surat keputusan,  ditandai kode: 02
  3. Eksternal khusus,seperti surat mandat khusus,audensi dengan pejabat dll, dipakai kode: 03
  4. Eksternal umum adalah surat yang bersifat umum,ditandai dengan kode: 04.

Untuk Pengurus Koorcab, Cabang, Komisariat dan Rayon

  1. Internal, (umum dan khusus)
  2. dengan kode : 01
  3. Eksternal ( umum dan khusus)
  4. dengan kode : 02

 

(4)      Penandatanganan Surat

Untuk Pengurus Besar

  1. Jika penandatangan surat adalah Ketua Umum dan Sekjen, ditandai dengan kode : A-I
  2. Jika penandatangan surat adalah ketua Umum dan Sekjen,ditandai  dengan kode : A-II
  3. Jika penandatangan surat adalah ketua Umum dan Sekbid ditandai dengan kode:  A-III
  4. Jika penandatangan surat adalah Ketua dan Sekjen ,ditandai dengan kode : B-I
  5. Jika Penandatangan surat adalah Ketua dan Wakil Sekjen,ditandai dengan kode: B-II
  6. Jika penandatangan surat adalah Ketua dan Sekbid ditandai dengan kode : B-III
  7. Jika penandatangan surat adalah Ketua Umum dan  Sekjen,Bendahara dan Wakil Bendahara ditandai dengan kode : C-I
  8. Jika penandatangan surat adalah Ketua Umum,Wakil Sekjen,dan Bendahara/Wakil Bendahara,ditandai dengan kode : C-II
  9. Jika penadatangan surat adalah Ketua, Sekbid dan Bendahara/Wakil Bendahara,ditandai dengan kode : C-III
  10. Jika Penanda tangan surat adalah ketua umum sendiri, ditandai dengan kode : A-0

Untuk Pengurus Koorcab dan Cabang :

  1. Jika penandatangan surat adalah Ketua Umum dan Sekretaris Umum  ditandai dengan kode: A-I
  2. Jika penandatangan surat adalah Ketua Umum dan Sekretaris, ditandai dengan kode: A-II
  3. Jika penandatangan surat Ketua dan Sekretaris Umum, ditandai dengan kode : C-III
  4. Jika  penandatanganan  surat  adalah  Ketua  dan  Sekretaris ditandai dengan  kode: B-II. Khusus yang berkaitan dengan masalah keuangan organisasi :
  5. Jika penandatangan  surat adalah Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara/ Wakil Bendahara, ditandai dengan kode: C-I
  6. Jika  penandatangan  surat  adalah  Ketua, Sekretaris  dan Bendahara/wakil bendahara ditandai dengan kode: C-II
  7. Jika Penandatangan surat adalah ketua umum sendiri, ditandai dengan kode: A-0

Untuk Pengurus Komisariat dan Rayon :

  1. Jika penandatangan surat adalah Ketua dan Sekretaris ,ditandai dengan kode: A-I
  2. Jika penandatangan surat adalah Ketua dan Wakil Sekretaris, ditandai dengan kode: A-II
  3. Jika penandatangan surat adalah Wakil Ketua dan Sekretaris, ditandai dengan kode: B-I
  4. Jika penandatangan surat adalah Wakil Ketua dan wakil Sekretaris   ditandai dengan kode: B-II
  5. Jika Penanda tangan surat adalah ketua umum sendiri, ditandai dengan kode: A-0

 

Khusus yang berkaitan dengan masalah keuangan organisasi: 

  1. Jika penandatangan surat adalah Ketua, Sekretaris dan Bendahara/ Wakil Bendahara ditandadi dengan kode : C-I
  2. Jika penandatangan surat adalah Wakil Ketua, Wakil Sekretaris dan Bendahara / Wakil Bendahara ditandai dengan kode: C-II

 

5)        Bulan Surat

Kode bulan surat sesuai dengan bilangan bulan.

6)        Tahun Surat

Kode tahun ditulis sesuai dengan bilangan tahun dibuatnya surat.

7)        Kode Koorcab/ Cabang .

Khusus untuk Koorcab dan Cabang mencantumkan kode dan diletakkan setelah kolom tingkat kepengurusan dan periode tingkat kepengurusan. Kemudian untuk Komisariat dan Rayon cukup menentukan kode Cabang yang bersangkutan.

(a)    Koorcab/Cabang yang berada di wilayah Sumatera,ditandai dengan kode: U

(b)   Koorcab/Cabang yang berada di wilayah Jawa dan Madura,ditandai dengan kode: V

(c)    Koorcab/Cabang yang berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, ditandai dengan kode: W

(d)   Koorcab/Cabang yang berada di wilayah Kalimantan ditandai dengan kode: X

(e)    Koorcab/Cabang yang berada di wilayah Sulawesi ditandai dengan kode: Y

(f)    Koorcab/Cabang yang berada di wilayah Maluku dan Papua ditandai dengan kode: Z

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kode Koorcab/Cabang:

 

Kode

Pulau Propinsi

Nomor

U Sumatera Sumatera Utara

Nangro Aceh Darussalam

Sumatera selatan

Sumatera Barat

Lampung

Bengkulu

Riau

Bangka Belitung

Kepulauan Riau

Jambi

U-01

U-02

 

U-03

U-04

U-05

U-06

U-07

U-08

U-09

U-10

V Jawa dan Madura Jawa Tengah

Jawa Barat

DKI Jakarta

Jawa Timur

DI Yogyakarta

Banten

V-01

V-02

V-03

V-04

V-05

V-06

W Bali dan Nusa Tenggara Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

W-01

W-02

W-03

X Kalimantan Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

X-01

X-02

X-03

X-04

Y Sulawesi Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Gorontalo

Sulawesi Barat

Y-01

Y-02

Y-03

Y-04

Y-05

Y-06

Z Maluku dan Papua Maluku

Maluku Utara

Papua

Papua Barat

Z-01

Z-02

Z-03

Z-04

 

Contoh nomor surat:

1)      Surat Pengurus Besar

Nomor : 360.PB-XIV.01-234.A-1.09.2009

360 = Nomor urut surat keluar sejak awal periode kepengurusan
PB = Pengurus Besar
-XVII = Periode ke 17
01 = Jenis surat internal khusus
-234 = Nomor urut surat jenis tersebut
A-I = Ditanda tangani Ketua Umum dan Sekretaris Jendral
09 = Bulan ditetapkannya surat
2009 = Tahun pembuatan surat

 

2)      Surat Pengurus Koordinator Cabang

Nomor :  027.PKC-XII.Y-1.01-018.A-II.12.2009

027 = Nomor urut surat keluar sejak awal periode kepengurusan
PKC = Pengurus Koordinator Cabang
-XII = Periode ke 12
Y-1 = Kode wilayah Sulawesi Selatan
01 = Jenis surat internal (khusus dan umum)
-018 = Nomor urut surat jenis tersebut
A-II = Ditanda tangani Ketua Umum dan Sekretaris
12 = Bulan ditetapkannya surat
2009 = Tahun pembuatan surat

 

3)      Surat Pengurus Cabang

Nomor : 035.PC-XV.W-02.02-022.B-I.12.2009

035 = Nomor urut surat keluar sejak awal periode kepengurusan
PC = Pengurus Cabang
-XV = Periode ke 15
W-02 = Kode wilayah Nusa Tenggara Barat
02 = Jenis surat eksternal (khusus dan khusus)
022 = Nomor urut surat jenis tersebut
B-I = Ditanda tangani Ketua dan Sekretaris Umum
12 = Bulan ditetapkannya surat
2009 = Tahun pembuatan surat

 

4)      Surat Pengurus Komisariat

Nomor : 021.PK -XI.Z-03.01-010.B-II.12.2009

021 = Nomor urut surat keluar sejak awal periode kepengurusan
PK = Pengurus Komisariat
-X = Periode ke 10
Z-03 = Kode wilayah Papua
01 = Jenis surat internal (khusus dan khusus)
-010 = Nomor urut surat jenis tersebut
B-II = Ditanda tangani wakil ketua dan wakil sekretaris
12 = Bulan ditetapkannya surat
2009 = Tahun pembuatan surat

 

5)      Surat Pengurus Rayon

Nomor : 016.PR-IX.X-04.02-007.A-I.01.2002

016 = Nomor urut surat keluar sejak awal periode kepengurusan
PR = Pengurus Rayon
-IX = Periode ke 9
X-04 = Kode wilayah Kalimantan Timur
02 = Jenis surat eksternal (khusus dan khusus)
-007 = Nomor urut surat jenis tersebut
A-I = Ditanda tangani ketua dan sekretaris
12 = Bulan ditetapkannya surat
2009 = Tahun pembuatan surat

 

(g)    Seluruh jenis surat keluar yang dikirim melewati hirarki organisasi secara  vertikal, wajib memberikan tembusan.

(h)   Untuk surat kepanitiaan sedapat mungkin berpedoman pada tata cara penomoran surat  sebagaimana  tercantum pada point 2.2.13 dan 2.2.1.4.

(i)     Penandatanganan seluruh jenis aurat- surat harus menggunakan tinta warna hitam.

 

2)        Stempel

 

a)      Pembubuhan stempel organisasi pada surat resmi organisasi diusahakan sedapat mungkin agar tertera ditengah – tengah antara dua tandatangan pengurus dan  tidak  menutupi nama pengurus yang bertandatangan.

b)      Pengurus yang berwenang stempel organisasi adalah Ketua Umum atau Sekjend (untuk PB), Ketua Umum atau Sekretaris Umum (untuk Koorcab/Cabang) dan Ketua atau Sekretaris (untuk Komisariat dan Rayon).

c)      Pembuatan stempel kepanitiaan harus mencantumkam lambang PMII disebelah kiri dan tulisan yang menunjukan jenis kepanitiaan disebelah kanan,dengan ukuran yang serasi dan seimbang.

 

Contoh:

 

2.1. Stempel Pengurus Besar :

 

 

 

 

 

 

2.2 Stempel Pengurus Koorcab :

 

 

 

 

 

 

2.3 Stempel Pengurus Cabang.

 

 

 

 

 

 

 

2.4 Stempel Pengurus Komisariat

 

 

 

 

2.5 Stempel Pengurus Rayon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pedoman penyelenggaraan tertib administrasi Kepanitiaan (PPTAK)

Ketentuan

  1. 1.      Kepanitiaan kegiatan organisasi PMII di semua tingkatan terdiri dari:
  2. Pembina berasal dari unsure Majelis Pembina di tingkatan kepengurusan masing-masing yang menyelenggarakan kegiatan.
  3. Penanggung Jawab adalah ketua umum (PB, PKC dan PC) atau Ketua (PK dan PR) yang menyelenggarakan kegiatan.
  4. Panitia Pengarah (Sterring Comitte) berasal dari unsure Pengurus Harian di semua tingkatan kepengurusan yang menyelenggarakan kegiatan.
  5. Panita Pelaksana (Organizing Comitte) berasal dari semua pengurus di setiap tingkatan kepengurusan yang menyelenggarakan kegiatan.
  6. Pembentukan panitia melalui musyawarah pengurus di semua tingkatan kepengurusan.
  7. Setelah terbentuknya kepanitiaan, maka Pengurus di semua tingkatan kepengurusan yang melaksanakan kegiatan harus memberikan Surat Keputusan tentang Susunan Kepanitiaan.
    1. Panitia bertanggung jawab kepada tingkatan pengurus yang menyelenggarakan kegiatan.

1) Sistematika Surat

Surat menyurat dalam kepanitiaan kegiatan organisasi dengan sistimatika sebagai berikut :

  1. Nomor surat, disingkat No.
  2. Lampiran surat, disingkat Lamp.
  3. Perihal surat, disingkat Hal.
  4. Tujuan surat, “Kepada Yth dst”.
  5. Kata pembukaan surat. “Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh”
  6. Kalimat Pengantar, “Salam silaturrahim teriring do’a kami sampaikan semoga Bapak/Ibu/Sahabt senantiasa dalam lindungan-Nya, serta eksis dalam menjalankan aktifitas keseharian. Amin”
  7. Maksud surat
  8. Kata penutup, “Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamith Thorieq”, Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh”.
  9. Tempat dan tanggal pembuatan surat
  10. Nama Panitia beserta jabatan
  11. Nama Pengurus organisasi beserta jabatan.

2) Bentuk Surat

Seluruh surat kepanitiaan kegiatan organisasi ditulis dengan bentuk Block Style, yaitu seluruh bentuk surat yang ketikannya dari kata pembukaan sampai nama penandatangan surat berada di tepi yang sama.

3) Kertas surat.

Seluruh surat diketik diatas kertas berukuran folio berat 80 gram dan berkop (kepala surat kepanitiaan PMII).

Kop berikut amplop berisikan :

  1. Lambang PMII, sebagaimana ditentukan pada lampiran AD – ART PMII di   sebelah kiri dan lambing kepanitiaan di sebelah kanan.
  2. Nama kegiatan
  3. Tema (jika ada)
  4. Tulisan berupa tingkat kepengurusan dan alamat organisasi.
  5. Alamat sekretariat

4) Nomor surat

Seluruh surat kepanitiaan kegiatan organisasi di semua tingkatan memiliki nomor yang terdiri atas:

  1. Nomor urut surat kepanitiaan.
  2. Singkatan nama kepanitiaan
  3. Tingkat dan periode Kepengurusan.
  4. Kode wilayah Cabang
  5. Penanda tanganan surat.
  6. Bulan pembuatan surat
  7. Tahun pembuatan surat.

Contoh : 01.Pan-Mapaba X.PK-X.V-04.AA.03.2013

 

 

Untuk Pengurus Komisariat dan Rayon :

  1. Jika penandatangan surat adalah Ketua Panitia, Sekretaris Panitia dan Ketua ditandai dengan kode : AA
  2. Jika penandatangan surat adalah Ketua Panitia, Sekretaris Panitia dan Wakil Ketua ditandai  dengan kode : AB
  3. Jika penandatangan surat adalah Ketua Panitia, Sekretaris Panitia dan Sekretaris ditandai dengan kode: BA
  4. Jika penandatangan surat adalah Ketua Panitia, Sekretaris Panitia dan Wakil Sekretaris ditandai dengan kode : BB
  5. Jika penandatangan surat adalah Ketua Panitia, Sekretaris Panitia dan Bendahara Panitia ditandai dengan kode : CA

e)         Contoh Surat Kepanitiaan Pengurus Komisariat

Nomor : 013.RTK.PK-XI.V-04.AA.03.2013

021      =          Nomor urut surat keluar sejak awal periode kepengurusan

RTK     =          Singkatan nama kegiatan (Rapat Tahunan Komisariat)

PK       =          Pengurus Komisariat

-XI       =          Periode ke 10

V-04    =          Kode wilayah Pasuruan

AA.      =          Ditanda tangani Ketua Panitia, Sekretaris Panitia dan Ketua

03        =          Bulan ditetapkannya surat

2013    =          Tahun pembuatan surat

f)         Surat Pengurus Rayon

Nomor : 016.RTAR.PR-IX.X-04.CA.01.2010

016      =          Nomor urut surat keluar sejak terbentuknya kepanitiaan

RTAR  =          Singkatan Nama Kegiatan (Rapat Tahunan Komisariat)

PR        =          Pengurus Rayon

-IX       =          Periode ke 9

X-04    =          Kode wilayah Kalimantan Timur

CA       =          Ditanda tangani ketua Panitia, sekretaris Panitia dan

Bendahara Panitia

01        =          Bulan ditetapkannya surat

2010    =          Tahun pembuatan surat

 

RADAR BOGOR 31-OKTOBER-2013

AKSI BAKAR BAN NYARIS KENAIN MOBIL

 CIBINONG- untuk kedua kalinya unjukrasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa, yang tergabung dalam pergerakan mahasisiwa islam Indonesia pc kab. Bogor di kantor DBMP, berujung ricuh, kericuhan terjadi saat mahsiswa, melakukan aksi pembakaran aksi pembakaran ban, kemarin mahasiswa sempat terlibat debat dan saling dorong dengan petugas keamanan DBMP. Sebelumnya unnuk rasa yang dilakukan mahasuiswa dari PMII juga berakhir ricuh, kericuhan terjadi ketika mahasiswa membakar ban di halaman parker mobil kantor DBMP yang Dijalan Tegar Beriman. Namun aksi tersebut di halangi petugas keamanan lantaran api yang berasal dari ban bekas hampir menyamber kendaraan mobil APV yang ada dilokasi, beruntung aksi dorong tidak berlanjut karena peetugas polres bogor datang dan langsung melakukan pengamanan. Polisi juga langsung memadamkan api, sempat terjadi adu mulut terajdi saat mhsswa mencoba untuk mmbakar ban kmbali, namun petugas melarangnya. Suasana smakin memanas ketika mereka mencoba masuk gedung coordinator aksi PC PMII Kabupaten BOGOR Yosi Ridwan Hidayat mengatakan kdatangannya kembali lantran saat ini, tuntutan mereka belum di penuhi terkait banyaknya infrastruktur yang rusak berat, kami akan terus berunjuk rasa jika tuntutan kami tidak di penuhi. Saya mlihat infrastruktur di kab. Bogor masih buruk, ujarnya. upaya dialogpun ditolak mentah oleh mhasiswa, mahasiswa meminta kepala dinas edi wardani yang menemui mereka. Tapi sayang kepala dinas tidak ada di tempat. Kecewa ,sebelum membubarkan diri mahasiswapun mengancam akan berunjuk rasa kembali,(ded/b)

JURNAL BOGOR “ DEMO DBMP NYARIS RUSUH

CIBINONG- sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PC PMII kabupaten BOGOR kembali melakukan aksi demo, didepan kantor dinas bina marga dan pengairan kabupaten bogor. Berbeda dengan aksi sbelumnya, masa yg dihadang oleh petugas keamanan kantor dbmp sempat terjadi dorong2an antar kedua belah pihak. Koordinat aksi Yosi Ridwan Hidayat, mengatakn banyak pengrjaan jalan raya yang tidak sesuai dengan prosedur. Beberapa jalan telah di perbaiki namun banyak jalan yang telah di perbaiki itu sudah rusak kembali ujar Yosi kepada jurnal bogor. (selasa/10) masa yang datang untuk menyampaikan aspirasinya tsb, merasa gerah dg kinerja DBMP. Sejumlah jalan di kecamatan ranca bungur selama 4 tahun ini belum ada perbaikan, tambahnya. Selain itu saat menggelar orasinya, para pendemo tidak mendapat pengawalan dari polisi dan satpol pp sehingga berhasil menerobos pintu gerbang DBMP dan melakukan aksi pembakaran ban di depan kantor. Melihat aksi bakar ban yang berdekatan dengan sejumlah mobil apv warna hitam yg sdang trparkir ptugas keanann dbmp langsung memadamkan api dan membuang ban yang sdah trbkar tersebut. Tak sampai di situ merasa aspirasi mereka tidak di dengar olh jajaran DBMP para pendemo memkasa masuk kantor yang mendapat pengwalan petugas kemanan setempat. Yosi menutut DBMP cepat melakukan perbaikan infrastrktur jalan di kabupaten Bogor yang masih rusak parah. Sering terjadi kecelakaan yang mengakibatkan nyawa melayang akibat kondisi jalan yang rusak parah” tandasnya. Kasi pemeliharaan DBMP kabupaten Bogor hilman sama sekali tidak berani membrikan komentarnya tentang aksi pendemo tsb. Trbukti saat di temui sejumlah media, ia malah menghindar lalu lari kedalam kantornya. NOVERANDO H(KTR) — bersamaKomisariat Stis NU Cianjur dan 94 lainnya di Jalan Raya Bogor (deket lampu merah Pemda-Bogor Cibinong).

AKU PMII

deklamator: Dhalut Phyton

deklamator: Dhalut Phyton

 

Kala itu

Aku terus malu

Kebodohan tertuju padaku

Bukannya aku tertipu

Namun itulah aku

Sebelum bersamamu, PMII ku

 

Sejak saat itu

Aku terus maju

Kebodohan masih bersamaku

Bukan aku tak mau

Namun itulah aku

Saat-saat bersamamu, PMII ku

 

Saat ini

Aku terus bermimpi

Kebodohan adalah inti

Sebuah semangat mencari jati diri

Melupakan usaha dan pengorbanan diri

Petuah itu kuambil di PMII

 

Aku bagian dari PMII

Aku berhutang kepada PMII

Aku berhasil melalui PMII

Aku tersesat untuk maju pun di PMII

 

PMII buatku adalah jalan lurus

PMII adalah jalan sesat yang benar

Mereka yang bernaung dibawahnya

Tersadarkan akan dinamika kehidupan

 

Akhirnya

PMII menyadarkan kebodohanku untuk terus belajar

PMII mengingatkan usahaku menuju keberhasilan

PMII menginsyafkan dzikirku untuk menghamba

PMII membalikkan otakku untuk berpikir perubahan

PMII mendorongku untuk beramal saleh sebagai perjuangan

Itulah dzikir, pikir, dan amal saleh

 

malam pengukuhan PKD PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan

malam pengukuhan PKD PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan

Pasuruan, 04 April 2015

Makhfud Syawaludin

Sekretaris Umum PC PMII Pasuruan 2014-2015

*Pernah dideklamasikan pada Pembaiatan PKD (Pelatihan Kader Dasar) XIV PK PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan pada tanggal 9-12 April 2015