KUMPULAN PUISI BASHORI EINSTEN
7 Februari, 2009 at 8:49 pm | In Cermin Kata | Leave a Comment
KUMPULAN PUISI
SISI GELAP KEHIDUPANKU
OLEH HASAN BASHORI
Do’aku
11-01-2009
Bersholawat menyebut asma Alloh
Saling asah
Saling asih
Saling asuh
Hidup tenang penuh kedamaian
Demi mengharap keridhoan
Dengan yakin memanjatkan keinginan
Demi mengharap suatu kepastian
Rasa sesal hati terdalam
Di iringi tangisan penyesalan
Hanya untuk memperoleh kedamaian
Hidup tenang
Penuh gairah mengiringi perjalanan
Dalam hidup keduniawian
Iilah nyanyian
Pengharapan
Dari lubuk hati
Penuh dengki
Hanya untuk diri sendiri
Dan demi kesejahteraan
Umat manusia yang hakiki
Pupusnya sebuah harapan 02 Januari 2009 |
Hilangnya kepercayaan 25 januari 2009 |
|
Duka air mata hanyalah hiasan dunia kelembutan hanyalah kapas keindahan perasaan mendalam
hilang di terkam dinginnya malam raungan hanya keputusasaan tetes tangisan hati tak terhiraukan
oleh panasnya nafsu syetan saudara yang ku harap kunanti sirna tertelan laparnya bumi
kebaikan keharuman nama tertiup angina kematian lama ……. Dan lama adalah jawaban
Kemana dan dimana Hanya angan-angan Beban kau pikulkan Membuatku tenggelam Tak kuasa menahan kepedihan Yang engkau rasakan
|
Dunia kelam Gelap gulita Tanpa seberkas cahaya Mimpi indah jadi nyata ternyata Hilang musnah di telan samudera
Kepercayaan mendalam Di buang sirna Terhempas ombak samudera Suramnya harapan Di terangi cahaya lilin-lilin kecil Meliuk-liuk Terhempas semilirnya angin
Dan mati…….. Oleh ganasnya badai gurun sahara Puncak kenikmatan Kutatap dengan mata terpejam Kejujuran mendalam Hilang engkau campakkan
Buaian-buaian manis Kau campuri bias ular kobra Dinginnya Qolbu Engkau hangatkan dengan api-api nafsu Kutatap jauh kewujudmu Namun…… Engkau bermuram syahdu |
Rasa yang tertunda
01 Februari 2009
|
Kemelut jiwa Meronta…………… Menanti sebuah jawaban Tiga pilihan…………. Sementara ini……… Menganggu pikiran dan hati Selalu tak pernah usai
Pikiran selalu gelap Bila terkena oleh pilihan Hatipun bingung Menentukan jawaban Kedekatan Dating silih berganti Di awali menyapa…
Di lanjutkan bercakap Semua larut Bila dating simbolis pencerahan Rasa……… Datang silih berganti Melewati aura-aura alam Syair-syair sholawat
Terlukis di kalbu Menutupi Heningnya renungan malam Butiran bintang Indahnya rembulan Tertunduk akan sebuah kesaksian insane
|
Yang mendapat ridho tuhan Mata hati Bersinar terang menjulang Keseluruh jagad raya keagungan Pedihnya hidup Tak mampu membakar semangat Untuk menuju Puncak ketenangan hati nurani
Jiwa-jiwa gusar Menghadapi pilihan……..tertiup Oleh hawa surgawi Memandang Dan terus memandang
Adalah makna kebohongan Merenung………… Demi menuju kepastian Merupakan kemenangan tak terlupakan
|
|
Nafsu Angkara Murka 25 Januari 2006 |
Gelandangan 11-01- 2006 |
|
Duniaku adalah dunia kelabu Musimku adalah musim gugur Hidupku adalah kuburan sunyi Siangkau adalah gelap gulita
Mimpiku adalah bayangan neraka Pikiranku adalah setetes madu Langkahku adalah tipuan angina syahdu Keraguanku adalah kematian dalam hidup
Kegagalanku adalah langkah iblis Kebanggaanku adalah syair kematian Kebingunganku adalah sholawat iblis Nafasku adalah nafas kematian
Bicaraku adalah pujian nafsu syetan Usahaku adalah film kartun Scoobydoo Senyumku adalah petir menyambar Suaraku adalah gemuruh ombak
Perilakuku adalah sabda kegelapan Coretanku adalah kumpulan Koran bekas Nafsuku adalah panasnya api neraka Ilmuku adalah nafsu angkara murka
|
Hidup sangat terbatas Tempat luas Dinding rumah tak terbatas Sungguh luas kerajaanmu
Dimana engkau singgah Di situlah rumahmu Sungguh indah Nyaman hidupmu
Hanya perut engkau pikirkan Namun apakah itu keindahan Yang tulus engkau rasakan
Sungguh besar hatimu Menerima kenyataan Hidup tak tentu tujuan Di lorong-lorong trotor
Di teras-teras toko Engkau baringkan tubuhmu Demi menghilangkan rasa penat berkepanjangan. |
GELISAH 04 Maret 2006 |
TAUBAT 01 Maret 2006 |
|
Celoteh burung Bertaburan menabur sepi Nur Muhammad Memancar Merasuk kedalam jiwa Kemilau syetan
Berlari mencari sumber inti Mengguncang bumi Ketakutan kepedihan Larut dalam sebuah ilusi
Gambaran-gambaran salibdatang silih berganti Menghiasi heningnya hati Tetesan air mata Tercecer memerah Menghiasi lembaran suci
Fatwa-fatwa pujangga berdetak Meraung dalam jiwa Kegelisahan jawaban Termusnahkan Oleh hantaman gelegar petir menyambar Hidup menelusuri Jalan tak terpuaskan Kerinduan puncak illahi
Tak kunjung dating Terdiam adalah jalan sebuah pertanyaan |
Gerimis Tawa Menyelimuti syahdunya malam Canda tawa silih berganti Seiring waktu berjalan Panasnya kalbu Dinginnya air mata
Mengiringi perjalanan pengembara Lantunan syair-syair kebangkitan Silih berganti memasuki ruang pembantaian rohani perisai-perisai keagungan menepis virus-virus kebencian
paras sang bidadari menyinari indahnya alam kepunahan puing-puing kebebasan menghempaskan sayap ke penjuru urat nadi mata hati terperanga
melihat syahdunya kelembutan nafas-nafas islami menjadi harapan indahnya alam ruh kudus
gaung kebohongan menutupi indahnya alam manah ratapan harapan menanti kedatangan pujian illahi Robbi
|
|
SISI GELAP KEHIDUPAN 22 Januari 2008 |
SUARA HATI 12 Januari 2008 |
|
Sunyi senyap Menusuri keheningan Hanya terpatri Pada noda-noda hitam Kenapa ini terjadi ????!!!! Mngapa hanya sebuah fatamorgama
Hijaunya dunia Warna-warni keindahan Salut aku melihatmu Kagum aku dengan keberanianmu Tak pernah terpikirkan Tentang apa yang engkau lakukan
Hanya senang engkau harapkan Puas……. Menikmati runyamnya nafsu Rasa lega Terasa nikmat Bila hasrat engkau curahkan
Kenapa engkau dating? Kalau memang Engkau sudah menjadi bagian kehidupan Kenapa engkau selalu tercoreng Dan tertanam benih-benih keburukan Dalam sendi-sendi kehidupan
Apakah tidak ada Rasa kebaikan dalam dirimu? Wallohul ‘alam bisshowab….. |
Ku kenal kamu dari jauh Terasa sejuk mendengarmu Gelisah diri menyapamu Suaramu lembut Senyummu lembut Langkahmu bebas terurai
Terasa sejuk di dekatmu Terbuai aku oleh suaramu Tuluskan ini Benarkah ini Rasa ikhlas terdalam Tidakkah bisikan syetan
Mengajak pada kegelapan Nafsu ini terus di guncang Oleh syair – syair kehidupan Hanya nur ilham petunjuk jalan
|
|
JERITAN POHON 22 Januari 2008 |
LILIN 11-01- 2008 |
|
Tegak kokoh menantang langit Bersolek dengan rerimbunan dedaunan sungguh perkasa diri ini
dengan egoku aku kuasai tanah-tanah aku berikan udara – udara kehidupan sungguh besar jasaku
namun kini kau robohkan keagunganku demi lembaran-lembaran uang hina sekali dirimu
wahai anak manusia demi lembaran kertas engkau gadaikan harga dirimu engkau robohkan diriku
engkau potong-potong diriku lalu engkau jual hanya untuk mengisi perutmu dimanakah………. Sifat kemanusiaanmu Apakah hilang pikiranmu Yang dikaruniakan tuhan
|
Bentuk indah menawan Di penuhi pengorbanan Demi melihat kesenangan] Semangat membara Hanya menghancurkanmu
Ketika api menjalar di sekujur tubuhmu Nyanyian berkumandang Menyelimuti detik-detik kehancuran Namun………. Kau ci ampakkan
Apakah ini kejam menurutmu Tapi…….. Ini tugas yang engkau emban Tugas engkau di ciptakan Demi pertanda Suatu peringatan
|
GELAPNYA HATI
31 Januari 2006
Noda-noda hitam
Menyelimuti jiwa
Angan melayang
Tak tentu arah
Pikiran goyah
Terkena serpihan suara
Hati kelam
Terkena musibah
Gaung-gaung ramadhan
Tak mampu membersihkan noda
Lantunan syair syahdu
Hilang di sirna diterpa gelombang
Terbitnya sang surya
Tak lagi menampakkan sinarnya
Hanya……….
Serpihan besi tua
Yang tertancap ke tanah
Dan terbakar
Oleh………..
Panasnya nafsu angkara murka
Ucapan-ucapan manis
Di ganti bait-bait syetan
Air mata suci
Tertumpahkan
Oleh suara hati
Yang di penuhi angkara murka
Rahwana kedua
Telah datang
Membawa bendera keangkuhan
Teriakan-teriakannya
Menggelegar………
Merasuk kedalam pori-pori jiwa
Akhiratmu ………..
Hilang sirna
Yang tertinggal ………
Hanyalah dunia penuh gemerlap dan fana.
|
KANGEN 25 Januari 2006 |
RENUNGAN HATI 01 Maret 2006 |
|
Senyum manismu Sungguh menentramkan Qolbu Kedatanganmu Membuat bahagia Jiwa dan pkiranku
Ucapanmu Melemaskan seluruh sendi tubuhku Semakin panjang ucapanmu Semakin aku mengenangmu Bayangan wajahmu
Selalu meyelimuti perjalananku Kucoba menghindar dengan egoku Namun……….. Engkau semakin nyata Merasuk lewat pori-pori tubuhku
Seribu Tanya Mengusik hati sanubariku Menghindarkan Adalah kelemahan hati dan pikiranku Ku tulis bait-bait sabda
Ku ucapkan syair-syair surgawi Namun Ketenangan jiwaku Selalu berjalan di atas awan menjauhi Sumber mata air bidadari
|
Salam sejahtera Adalah sebuah kemunafikan Perilaku manis Cuma bumbu pelengkap Nada-nada rindu Hanyalah………. Seruan syabda syetan mengguncang
Butiran air mata Meratapi kemilau dunia Bumi dan langit Menjerit Memohon tempat kepastian
Suasana pedih Duka Hanyalah Kebohongan rayuan iblis Butiran salju putih jernih Merasuk Menghiasi kemelut jiwa perih
Noda-noda hitam Terhapus sebuah senyuman Rohmat illahi Ku nanti Ku harap Menuju jalan terang Benerang illahi robbi
|
KUPU-KUPU MALAM
10 januari 2008
Oh…………
Gadis cantik rupawan
Wajahmu indah menawan
Kau lalui hari-harimu di gelapnya malam
Engkau hibur orang kesepian
Suka cita
Kau lalui dengan keteguhan
Cacian dan makian
Menyelimuti hari-hari panjangmu
Oh……….
Sungguh malang nasibmu
Demi memperoleh sesuap nasi
Engkau pertaruhkan tubuhmu
Hanya untuk di jamah para hidung belang
Kebahagiaan yang di lihat orang
Adalah rintihan
Dari sebuah kegelisahan
Memang sulit untuk di kenang
Bahwa kau wanita jalang
Tempat pemuas nafsu syetan
Tapi…………………
Pengorbananmu sungguh tak terbayangkan
di setiap orang yang memandang
Ramadhan
10-01- 2008
Bulan suci penuh barokah
Bulan indah penuh ampunan
Ku nanti engkau dengan penuh keyakinan
Sucikan hati
Bersihkan hati
Menyambut datangnya bulan penuh anugerah
Ramadhan
Inilah bulannya
Sujud syukur
amal ibadah
tercurah kepada-Nya
ketulusan dan keikhlasan
terpancar dari hati nurani
mengharap berkah ridho-Nya
namun…………
menjelangv gema takbir
kesedihan dating menyelimuti diri
apakah kita akan bertemu lagi
hidup matiku hanya milik – Mu
ucap syukur terpanjat kepada – Mu
dalam sisa-sisa umurku
yang pernah merasakan
nikmatnya bulan bulan penuh ampunan
Belum Ada Tanggapan »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.








